• Rabu, 17 Januari 2018
  • LOGIN
  • Berlangganan Berita Terbaru invite BBM DCA2ADE9/ DD30B86C/ WA. 081904213283. Infogunungkidul, menerima tulisan/ berita opini dari pembaca sesuai dengan kaidah dan kode etik jurnalistik, tidak mengandung unsur sentimen SARA dan Provokatif terhadap kelompok tertentu. Kirimkan opini ke email: redaksi@infogunungkidul.com - "HYPNO THERAPY" Mengobati berbagai macam penyakit. Buka praktek hari: Rabu & Sabtu Jam: 08.00-16.00 Alamat praktek: Jl. Kyai Legi Kepek Wonosari Gunungkidul. Konsultasi & Pendaftaran hub. Lucy 08997722517.

Ketika Guru Kena Gerebek Saat Ngamar di Motel

Ketika Guru Kena Gerebek Saat Ngamar di Motel


Infogunungkidul, Senin Kliwon - Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Pak Guru Barto 47, sebetulnya sudah punya “ikan teri”, tapi masih juga ingin menggoreng “ikan hias” yang notabene berprofesi sesama guru. Yang mau digoreng adalah Bu Guru Peni 45, sebetulnya mau saja sih. Tapi pas Barto dan Peni sedang ngamar di motel, eeeh tahu-tahu kena gerebek warga dan polisi. Ya sudah urusannya panjang sampai ke Polres Gunungkidul, Dinas Pendidikan bahkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Kata pakar atau praktisi perselingkuhan, istri di rumah itu ibaratnya “ikan asin”, enaknya hanya ketika sudah sangat sangat lapaaar banget. Beda dengan istri orang ataupun janda, dia itu ibarat ikan hias. Enak memang dilihat, tapi tak bisa dimakan. Padahal jika kepepet, digoreng gurih juga meski tanpa pakai bumbu asam manis ataupun asam pedas.

Barto yang notabene menjadi guru PNS SD di di Kecamatan Ponjong, walaupun guru teladan ternyata termasuk lelaki mata keranjang. Jika melihat perempuan cantik, pikirannya jadi ngeres melulu. Padahal di rumah, Barto juga sudah memiliki istri dan 2 orang anak yang saat ini masih duduk di sekolah dasar.

Tapi dalam usianya sekarang, Pak Guru Teladan ini memang lebih bernafsu pada wanita usia 40-50 tahunan. Kenapa tak lagi berselera pada wanita usia 20 tahunan? “Rasanya kok jadi seperti dengan anak sendiri,” begitulah kira-kira komentarnya.

Belakangan ini Barto baru kasmaran dengan Bu Peni, sesama guru yang mengajar di kecamatan yang sama. Kenapa tertarik, karena wanita itu sepertinya memberi angin, ada kesempatan dan memang wis podo geleme. “Jadi peluang nggoreng ikan hias kan selalu ada,” kata batin Barto.

Memang, Barto mengasumsikan Peni ini seperti ikan hias di akuarium. Dengan siripnya yang merah keemasan dan berjumbai-jumbai, sungguh enak dipandang mata. Bila Peni berangkat mengajar pagi-pagi, dia senang memelototinya. Tapi ketika belakangan Peni sering tidak nampak karena libur panjang Lebaran, Barto merasa rugi besar. Soalnya tak bisa lagi melihat “ikan hias” itu berlenggak-lenggok memamerkan sirip-sirip keemasannya.

Tapi dasar melik nggendong lali, ada saja jalannya untuk menjadikan Barto jadi akrab dengan Peni. Bahkan dari tutur kata dan gerak-gerik wanita itu, sepertinya dia memang memberi peluang. Buktinya, ketika sehari dia sempat menelepon wanita itu, di seberang sana Peni menjawab, “Kangen ya?”

Kalimat itu sangat pendek, tapi maknanya dalam. Maka tanpa peduli resikonya, pas rumah Peni aman, Barto nekad main bertamu. Ternyata sambutannya gegap gempita, seperti guide menghadapi turis. Bahkan ketika Barto main colek, Peni membiarkan saja. Ya sudah, akhirnya keduanya menjalin backstreet alias hubungan gelap dengan sangat rapi. Cinta Barto tak bertepuk sebelah tangan dan diterima dengan tangan terbuka oleh Bu Peni.

Sejak itu asal situasinya mantap terkendali, Barto pasti mencari peluang agar dapat menggoreng “ikan hias” itu. Seperti yang terjadi hari Jumat yang lalu, meski paginya berangkat mengajar, namun siangnya Barto malah mengajak Peni ngamar di salah satu motel yang ada di Desa Selang, Kecamatan Wonosari.

Sialnya, motel tersebut sudah menjadi incaran Ormas dan masyarakat untuk digerebek karena disinyalir menjadi sarang mesum. Dan berhubung Ormas tak punya wewenang melakukan penggerebekan, dilaporkanlah kasus ini ke aparat Polres Gunungkidul.

Saat polisi melakukan penggerebekan, ternyata terdapat 5 pasangan bukan suami istri sedang ngamar. Salah satu pelakunya Pak Guru Barto dan Bu Guru Peni. Usut punya usut, diduga kuat Barto dan Peni sedang akan melakukan aksi goreng menggoreng ikan hias. Urusan pun berlanjut ke kantor polisi. Tapi pasal apa yang hendak dituduhkan ? Karena Barto-Peni bisa saja berkilah belum berbuat, sehingga tak ada bukti otentik. Apa pasal perbuatan tidak menyenangkan?

Tak pas juga, wong Peni sangat senang menerimanya kok. 

Penulis: Gaib Wisnu Prasetya

INFO BISNIS

1. AHASS 693 WONOSARI HONDA SERVICE

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari Telp. (0274) 392266, HP. 087838272255

Melayani : Servis Gratis, Servis Ringan, Servis Berat, Press Porok, Press Body, Penjualan Spare Part Lengkap, Pemesanan Sparepart, Booking Servis dan Layanan Servis Antar Jemput. PROMO JANUARI !!! Service lengkap berhadiah Plas Chamois/Discount 15% Syarat ketentuan berlaku (Selama persediaan masih ada)

2. ESTETHIC SALON & BODY SPA

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari HP.081802711531, WA.081227706969

Melayani : Perawatan Rambut, Perawatan Badan (Free Totok Wajah) Khusus Wanita, Perawatan Wajah (Standar Skincare Tarif Pelajar),Konsultasi Kulit dan Healthy, Pengencangan Wajah, Tiruskan dan Rampingkan Pipi, Wajah, Leher, Menghilangkan Kantung Mata Tanpa Operasi

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE