• Minggu, 21 Oktober 2018
  • LOGIN
Terkait Kapal SMK, Jawaban Nursihati Plin Plan

Terkait Kapal SMK, Jawaban Nursihati Plin Plan

Infogunungkidul, TANJUNGSARI, Senin Kliwon - Terkait dugaan penyewaan kapal latih siswa oleh SMK N 1 Tanjungsari, Nursihati, S.Pd selaku penanggungjawab Unit Produksi dan Jasa (UPJ), memberikan keterangan yang berubah ubah sehingga terkesan plin plan.

Pada awal pemberitaan infogunungkidul pada 22/03/17,berjudul "Kapal Bantuan Untuk Siswa SMK Beralih Fungsi", Nursihati memberikan beberapa poin pernyataan antara lain bahwa:

  1. Persoalan mengenai kapal hingga pengoperasiannya yang mengetahui secara detail adalah kepala sekolah yang lama. Dalam hal ini Nursihati menyebut nama Sunarto, yang saat ini menjabat Kepala SMK Negeri Nglipar. Bahkan menurutnya, Sunarto tahu persis terkait Kapal Wijaya Kusuma yang dulu sempat heboh, hingga menyeret nama mantan bupati Gunungkidul.
  2. Nursihati mengistilahkan kapal tidak disewakan, namun dikerja samakan dengan sistem bagi hasil dengan pihak lain. Kerja sama kapal tersebut secara pasti tidak ada regulasinya, yang mengatur semua itu hanyalah inisiatif/ kebijakan sekolah, agar kapal tidak rusak serta mudah jika sewaktu-waktu akan dipergunakan.
  3. Sementara terkait dengan tata kelola kapal untuk bagi hasil tidak ada pelaporan secara khusus kepada dinas terkait, sebab jika ada pemeriksaan dari dinas di jawab bahwa kapal ada di Pelabuhan Sadeng.
  4. Serah terima kapal sejak 2006 namun semua dokumen yang ada telah hilang karena banjir yang melanda SMKN 1 Tanjungsari pada Desember 2016.

Namun pernyataan Nursihati diatas bertolak belakang180 derajat. Dihadapan awak media dan kepala sekolah SMKN 1 Tanjungsari Drs. Sudiyarto serta dua guru lainnya dia menyatakan segala dokumen kapal masih ada, Senin, 17/07/17. 

"Enggak, kalau dokumen untuk kapal ada karena disini ada Waka terkait aset, saya nggak jawab tentang aset," kilah Nursihati.

Sementara Sudiyarto juga gagal memahami peran dan fungsi media sehingga adanya pemberitaan yang bersifat kontrol dinilai mengandung maksud intimidasi kepada pihak sekolah untuk mencari keuntungan tertentu.

"Setelah adanya pemberitaan satu, dua pihak inspektorat juga sudah kesini, sudah kita jelaskan tidak ada sewa kapal," ungkapnya.

Agus. SW


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE