• Senin, 10 Desember 2018
  • LOGIN
Saya Tidak Gila Pak, Kata Dokter Hanya Gangguan Jiwa

Saya Tidak Gila Pak, Kata Dokter Hanya Gangguan Jiwa

Infogunungkidul, Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Istilah gila dan gangguan jiwa bagi warga awam mungkin dianggap tak jauh beda. Sama-sama kurang kebak alias 99 atau kalau hitung hitungan matematika angka 100 masih kurang 1. Demikian juga halnya dengan Warso Kimpul 41. Belum lama ini dirinya tertangkap warga seusai membobol kotak infak di salah satu masjid.

Saat diinterogasi warga, jawabannya sok blaka sambil plengah plengeh ngaku kalau dia yang bobol kotak infak itu. Di hadapan polisi pun, apa yang disampaikan sering tak nyambung bahkan dengan bangganya mengaku sudah mencuri motor di Purwosari. Usut punya usut, pelaku ini diduga mengidap kelainan jiwa.

Inilah susahnya menjadi polisi jika menangkap pelaku tindak pidana yang ternyata kurang genep. Secara fisik nampaknya sehat wal afiat tanpa kurang suatu apa, namun saat diinterogasi jawabannya selalu jlong jling alias tidak nyambung.  Hal inilah yang membuat petugas aparat Polsek Panggang dan Purwosari agak sensi menangani kasus Warso Kimpul ini.

Adalah Warso Kimpul, pria warga Giri Purwo, Kecamatan Purwosari ini disinyalir mengalami gangguan kejiwaan. Ulahnya benar-benar membuat repot warga bahkan aparat kepolisian, ada-ada saja polah tingkahnya yang bikin pening.

Suatu ketika, ada seorang tetangga Warso yang membeli sepeda motor baru. “Waaah barang bagus nih. Bagaimana rasanya ya naikin motor baru ?” begitulah kira-kira yang ada di benak Warso saat melihat motor tetangga itu terparkir di depan rumah pemiliknya. Tanpa ba bi bu apalagi ijin pemilik, motor baru itu langsung dicemplak oleh Warso. Glelang gleleng dan than thin membunyikan klakson dia berkeliling seluruh wilayah Kecamatan Purwosari dan Panggang dengan motor baru.

Tan kocapo, Agus 35, si empunya motor kalang kabut saat mendapati kendaraan miliknya hilang dari tempat parkir. Tanya tetangga kanan kiri tidak ada seorang pun yang tahu keberadaan sepeda motornya. Bergegas dia pergi ke Polsek Purwosari untuk melaporkan kasus pencurian sepeda motor itu.

“Belum juga pengambilan keterangan dari korban ini selesai, eeeh tahu-tahu motor sudah kembali ke rumah pemiliknya. Usut punya usut si kotor ternyata dibawa sama si Warso ini,” terang AKP Mursidiyanto, Kapolsek Purwosari.

Di hadapan penyidik, Warso setiap ditanya jawabannya jlong jling alias tak konsisten. Ditanya ke utara, jawabnya selatan, tanyanya timur jawabnya lain lagi. Polisi yang jengkel kemudian menggertak Warso.

“Eeeeh kamu gila ya ?” gertak polisi sembari menggebrak meja.

“Enggak Pak, sumpah. Saya tidak gila hanya saja dokter di RS Ghrasia menyatakan bahwa saya mengidap gangguan jiwa !” tegas Warso kalem sok meyakinkan.

Eaaalah So Warso, bedanya apa hayo antara gila dan gangguan jiwa ? 

Penulis: Gaib Wisnu Prasetya


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE