• Jumat, 20 Juli 2018
  • LOGIN
Hingga Awal Agustus, 22 Nyawa Tewas Akibat Gantung Diri

Hingga Awal Agustus, 22 Nyawa Tewas Akibat Gantung Diri

Infogunungkidul, WONOSARI, Selasa Pon Tragedi kasus gantung diri di Bumi Handayani kembali menyita perhatian publik. Setelah kemarin Senin 31/07, Rubiah tewas gantung diri, hari ini giliran Jumakir 48, warga Pule Gundes I, 04/09, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, yang menambah panjang daftar kasus gantung diri. Hingga awal Agustus 2017 tercatat 22 nyawa tak terselamatkan. Peran Satgas Berani Hidup yang dibentuk oleh Pemkab Gunungkidul dipertanyakan.

Berdasarkan data yang dihimpun infogunungkidul. dari berbagai sumber termasuk Polres Gunungkidul, tahun 2016 ada 30 kasus gantung diri, dan 2015 tercatat 31 kasus. Untuk tahun 2017 sejak awal Januari hingga masuk bulan Agustus ini sudah 22 jiwa, warga Gunungkidul tewas sia-sia akibat gantung diri.

“Tercatat ada 24 orang bunuh diri, 22 dinyatakan meninggal akibat gantung diri. Sedangkan yang 2 percobaan bunuh diri, berhasil diselamatkan,” ungkap IPTU Ngadino.

Untuk mencegah kasus ini terulang, lanjut Ngadino, Polres Gunungkidul tiada hentinya melakukan upaya pencegahan. Bhabinkamtibmas maupun Unit Bimas di Polsek maupun Sat Bimas Polres Gunungkidul selalu melakukan upaya pendekatan preventif di masyarakat. Warga yang berpotensi gantung diri didekati, kemudian dihibur, dan dicegah agar jangan melakukan gantung diri.

“Meskipun sudah dipetakan mulai dari yang sakit menahun, ditinggalkan keluarganya maupun gangguan jiwa dan upaya antisipasi dini juga dilakukan, namun tetap saja ada yang lolos. Itulah sulitnya antisipasi gantung diri,” lanjutnya.

Gara-gara tingginya kasus gantung diri, Kabupaten Gunungkidul menjadi sorotan nasional bahkan dunia internasional. Pendapat Ngadino, perlu penelitian dan kajian mendalam untuk mengatasi permasalahan ini.

“Sulit mengatasi fenomena ini, orang pintar seperti apa dengan segala konsepnya tetap belum membuahkan hasil. Selama 6 tahun menjabat di Humas Polres, gantung diri angkanya fluktuatif. Paling minim 23 atau 24 kasus dalam setahun,” tandasnya.

Sementara itu, dr Ida Rachmawati, Sp.Kj, anggota Satgas Berani hidup secara tegas membantah kalau upaya pencegahan gantung diri kurang maksimal.

“Sebagai ahli jiwa, berulangkali berhasil mencegah bunuh diri. Hanya saja memang tidak diekspos. Satgas berani hidup terus bekerja bahkan dalam waktu dekat ini kalau nggak salah ada publik diskusion di Pemkab Gunungkidul untuk mengatasi permasalahan ini,” terangnya.

Ida berharap, dengan upaya dan kerja keras semua pihak angka kematian akibat gantung diri dapat di tekan seminimal mungkin. 

Gaib Wisnu Prasetya


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE