• Jumat, 19 Oktober 2018
  • LOGIN
Kenduri Super Ringkes, Rasulan Model Anyar

Kenduri Super Ringkes, Rasulan Model Anyar

Infogunungkidul, WONOSARI, Minggu Pon - Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, lagi-lagi  bikin kejutan. Kenduri rasulan dirombak total. Rasulan pada umumnya, balai desa pasti dipenuhi makanan. Desa Kepek lain, berubah drastis hanya ada setenggok nasi uduk dilengkapi ingkung, jadah, pisang dan jajanan pasar.

Bambang Setiawan Budi  Santoso, Kades Kepek memaparkan, kenduri ringkes merupakan bagian tak terpisahkan dari revolusi pikiran.

“Budaya yang dikelola dengan komunikasi, tepatnya dengan hati, hasilnya pasti berbeda,” tutur Bambang Setiawan,  di tengah keramaian pawai gunungan (5/8).

Masyarakat 10 padukuhan menurutnya kompak nyawiji (menyatu) pikiran. Rasulan ditafsirkan sebagai syukur dan sedekah, harus memiliki makna dan manfaat.

“Kenduri adalah sebatas simbol. Jadi tidak perlu dibesar-besarkan,” tegasnya.

Mengelola kekuatan warga dalam budaya rasulan perlu disiasati.

Tidak pernah terbayangkan kekuatan swadaya, lanjut Bambang Setiawan, dari 10 padukuhan, bisa terkumpul Rp 49.000.000,00. Sementara itu, operasional kepyakan budaya rasulan menelan dana lebih dari Rp 70 juta.

“La kok kendurinya cuma nasi uduk setenggok? Orientasi rasulan bukan pada kenduri, melainkan pada bagaimana menyatukan pikiran warga untuk mengembangkan kebudayaan dan peradabab,” jelas Mbah Bhe, panggilan akrab Bambang Setiawan.

Reroncen gunungan, diterjemahkan sebagai peradaban petani. Sementara bentuk fisik gunungan adalah kebudayaan. Menurut    Bambang Setiawan, dalam merangkai gunungan dibutuhkan seni berkreasi.

Kreativitas masyarakat Desa Kepek sangat dominan. Dalam rangka rasulan diperagakan sejumlah seni tradsional, mulai dari ketoprak, reog hingga wayang kulit.

Agung Sedayu


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE