• Minggu, 21 Oktober 2018
  • LOGIN
Setetes Air, Persembahan IKG Untuk Gunungkidul

Setetes Air, Persembahan IKG Untuk Gunungkidul

Infogunungkidul, WONOSARI, Senin Wag - Setetes air untuk saudaraku, itulah tema bakti sosial droping air bersih dari Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG), Senin, (07/08). Tak kurang dari 178 tangki air bersih bakal disebar ke 10 kecamatan yang mengalami kekeringan. Hal ini diungkapkan Ketua IKG, Drs Eddy Sukirman, M.Si dihadapan Bupati Gunungkidul, Hj Badingah, S.Sos.

“Setitik air untuk saudaraku di kampung halaman ini kiriman dari saudara-saudara di perantauan yang tergabung dalam IKG,” terangnya.

Lebih lanjut Eddy menambahkan, meski dari perantauan IKG senantiasa mengamati dinamika yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Melihat fenomena kemarau panjang hingga mengakibatkan kekeringan, maka dikirimkanlah droping air bersih untuk tanah kelahiran. Diapun berharap, dimasa mendatang masih bisa terus memberikan stimulan demi kemajuan pembangunan Kabupaten Gunungidul.

“Jumlahnya ada 178 tangki yang dibagikan ke 10 kecamatan, terdampak kekeringan paling parah. Hari ini secara simbolis kita serahkan 7 tangki yang nanti dikirimkan ke Kenteng, Kecamatan Ponjong,” ulasnya.

Sementara itu Bambang Krisnadi dari group Gunungkidul Handayani (GKH) menyampaikan, angka 178 tangki dipilih lantaran bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 72.

“178 itu angka sarat makna, karena ini bulan Agustus dan besok pada tanggal 17 bulan 8 adalah peringatan HUT RI ke 72,” katanya.

Menurut anggota DPRD DIY ini, GKH adalah suatu group di media sosial WhatShap yang beranggotakan lebih kurang 252 orang. Dalam group, anggota GKH selalu mengupayakan solusi demi kemajuan Bumi Handayani.

“Anggota GKH tersebar se Indonesia, bahkan Ibu Bupati Gunungkidul sendiri masuk dalam group,” jelas Politikus PDI.

Bupati Gunungkidul, Hj Badingah S.Sos mengucapkan banyak terimakasih kepada IKG dan GKH yang telah mengirimkan setitik air bagi warga Gunungkidul yang saat ini dilanda kekeringan.

“Harapan saya, selain kiriman air ada upaya dari teman IKG maupun GKH untuk mengangkat air di zona selatan. Di Baron itu, potensinya 900 hingga 1000 liter per detik. Kemampuan kita hanya mengangkat 100 liter per detik, dan untuk berbuat lebih terkendala kurangnya dana,” papar Hj Badingah.

Badingah menambahkan, peran serta IKG maupun GKH sangat diharapkan agar bisa menyelesaikan problem air bersih yang menjadi problem klasik di Kabupaten Gunungkidul. 

Gaib Wisnu Prasetya


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE