• Kamis, 15 November 2018
  • LOGIN
Tenaga Kesehatan Harus Berinovasi Memberdayakan Masyarakat

Tenaga Kesehatan Harus Berinovasi Memberdayakan Masyarakat

Infogunungkidul,Nglipar, Selasa Kliwon-Adanya Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor  23 tahun 2017 tentang pedoman penyelenggaraan pemberian penghargaan bagi tenaga kesehatan teladan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) diharapkan akan mampu mematik semangat tenaga medis agar lebih proaktif. Selain itu, tenaga medis diharapkan mampu menciptakan inovasi dalam rangka pemberdayaan masyarakat agar tidak sakit, jika sakit bisa tertangani dengan cepat dan tepat.

Hal ini dikatakan ketua tim penilaian pemilihan dokter teladan se-Daerah Istimewa Yogyakarta, drg. M. Taufiq AK Mkes,  ketika melakukan penilaian di Puskesmas Nglipar I terhadap dr. Dayat Prabowo yang terpilih menjadi dokter teladan tingkat provinsi. Dikatakan Taufiq, di DIY ada lima dokter yang dinilai dari empat kabupaten dan satu kota.  “Nanti akan dari kelima dokter akan diambil satu yang akan maju ke tingkat nasional,” jelasnya, 25/04/2017.

Pemerintah saat ini, lanjut Taufiq, sudah mulai berupaya. Hal itu karena pelayanan kuratif lebih besar dari preventif.

“Untuk tahun ini ada lima jenis tenaga kesehatan yang dinilai, seperti dokter teladan, perawat teladan, apoteker teladan, bidan teladan dan analis teladan,” ujar Taufiq.

Terkait dengan syarat diajukannya untuk menjadi dokter teladan, Taufiq menjelaskan harus  sesuai dengan Permenkes nomor 23 tahun 2016. “Tenaga kesehatan yang dapat diajukan untuk mendapatkan penghargaan  paling sedikit harus memenuhi persyaratan seperti harus memiliki prestasi, pengabdian dan inovasi dalam bidang kesehatan. Yang lain harus  memiliki pengalaman kerja di Puskesmas paling sedikit selama 3 (tiga) tahun dan belum pernah terpilih sebagai Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas tingkat nasional,” ujarnya.

Sementara, dr. Dayat Probowo sebagai dokter teladan yang dinilai dari tim DIY, berinovasi  menciptakan kesehatan masyarakat dengan mengadakan pelatihan senam untuk darah tinggi dan mengantisipasi penyakit stroke, pelatihan akupresure,  tanaman obat untuk darah tinggi serta  terapi gigitan ikan untuk darah tinggi dan refreshing. Sebagai contoh kegiatan pelatihan kesehatan masyarakat tersebut dipusatkan di Padukuhan Kebonjero, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar.  W. Joko Narendro


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE