• Rabu, 18 Juli 2018
  • LOGIN
Sri Sultan: Pantai Sepanjang Hasilkan Garam Kualitas Terbaik

Sri Sultan: Pantai Sepanjang Hasilkan Garam Kualitas Terbaik

Infogunungkidul, TANJUNGSARI, Minggu Kliwon-Indonesia mengalami krisis garam hingga berimbas ke Provinsi DIY. Fakta ini tentu sangat aneh lantaran Indonesia memiliki matahari, laut, dan garis pantai lebih banyak dibanding sebagian besar negara di dunia. Padahal, kita tahu, hanya dengan menguapkan air laut yang bergantung pada tiga komponen itu, garam bisa dibuat.  

Di Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, ada kelompok warga menghasilkan kualitas garam terbaik se DIY. Hal ini sudah diakui bahkan mendapatkan kunjungan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Sabtu, 12/08/2017.

Sri Sultan berharap, produksi garam mampu turut mengentaskan kemiskinan warga pesisir pantai. Untuk itu Pemda DIY siap membantu agar terus bisa memproduksi garam untuk mensuplai kebutuhan di DIY.

“Kalau bisa memproduksi garam terus menerus, tentu akan laku dijual ke pasaran umum hingga menekan angka kemiskinan di DIY. Apalagi ini bisa dilakukan kala tidak bisa melaut,” ungkap Sri Sultan.

Disisi lain Sultan menegaskan, bahwa kualitas garam produksi kelompok produsen garam di Pantai Sepanjang terbaik se DIY. Ke depan, Pemda DIY melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) hendak melakukan pelatihan khususnya kepada petani produsen garam di Pantai Sepanjang, Kecamatan Tanjungsari, Pantai Ngrenehan dan Nguyahan di Kecamatan Saptosari.

“Saya berharap kelak banyak bermunculan petani garam di seluruh pantai. Sehingga bisa memenui kebutuhan garam di DIY dan sekitarnya,” harapnya.

Sementara itu, dalam sesi temu wicara dengan kelompok petani garam Pantai Sepanjang, Gubernur DIY didampingi Bupati Gunungkidul, Hj Badingah S.Sos serta segenap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemda DIY dan Gunungkidul terungkap data bahwa sudah beberapa lama masyarakat memproduksi garam.

“Lahan yang digunakan petani garam ada di tanah SG (red Sultan Ground) sementara ada 1500 meter persegi. Ada 6 petak lahan yang dikelola 3 kelompok masyarakat miskin,” ulas Rakhmadian Wijayanto, S.IP, M.Si, Camat Tanjungsari.

Diuraikan Camat yang baru Jumat kemarin dilantik itu, dari 6 petak lahan berukuran 4 x 6 meter persegi, petani mampu menghasilkan 11 ton garam per tahun.

“Jika cuaca mendukung, hasilnya bisa lebih banyak. Dan produksi garam berpotensi menjadi sumber penghasilan baru warga kami selain nelayan dan sektor pariwisata,” tambahnya.

Untuk itu Rakhmadian berharap Pemda DIY melalui DKP benar-benar serius membina dan menggali potensi petani garam di wilayahnya hingga profesional dan mampu menghasilkan garam terbaik untuk memenuhi kebutuhan pasar. 

Reporter: Gaib Wisnu Prasetya


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE