• Minggu, 15 Juli 2018
  • LOGIN
Beli Terong Bonus Sosis, Pedagang Sayur Dikeler Polisi

Beli Terong Bonus Sosis, Pedagang Sayur Dikeler Polisi

Infogunungkidul, Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Seperti tak ada wanita lain saja, bini orang kok ditelateni juga. Tapi karena kadung cinta, Sarno, 43 lalu menghalalkan segala cara. Ny. Aryani, 31, yang habis belanja langsung disergap. Kontan saja Aryani kaget saat tahu-tahu dipeluk dari belakang dan hendak ditelanjangi, sontak dia berteriak minta tolong hingga menggegerkan warga.

Sudah dibilangi, istri orang itu tak ubahnya ikan hias. Betapapun cantiknya dia, hak publik hanyalah memandangi saja. Tak boleh lebih dari itu, meski jika kepepet enak juga digoreng (kalau nggak ketahuan lhooo..). Soalnya, terlibat skandal dengan bini orang itu resikonya terlalu berat. Mau sama mau saja jika ketahuan sudah bikin malu, apa lagi tidak mau dipaksa-paksa juga, semakin tambah malu to ?

Di kampungnya Desa Wiladeg, Karangmojo, Sarno berprofesi pedagang sayur keliling dan punya langganan wanita yang cantik jelita, tinggal di desa sebelah.

“Bodinya meck......! ckckckck sekel nan cemekel, kulit putih bersih, betis mbunting padi, rambut panjang menggapai pantat. Pokoknya sempurna, deh bikin kolomenjing plorotan saat melayani pelanggan satu ini,” batin Sarno setiap habis melayani Aryani sambil matanya melotot tak berkedip.

Yang jelas, dalam benak Sarno kalau ada cacat hanya satu, Aryani ini sudah punya suami, dia istri tukang parkir pasar. Tapi kata setan, itu nggak masalah. Justru di sini letak tantangan dan daya juangnya. Kemerdekaan saja harus direbut sampai berdarah-darah kok, apa lagi wanita tercinta. Musti diperjuangkan sampai titik darah penghabisan.

“Tapi ingat, Aryani ini sudah punya suami. Jangan kau rusak kebahagiaan orang,” kata hati nurani.

Tapi sayang hati nurani ini ibaratnya berjuang merebut kemerdekaan, satu pleton pasukan melawan sebatalyon infanteri. Jadi bisa apa? Setan yang memiliki amunisi terbanyak, akhirnya mendominasi pemikiran Sarno. Prinsip dan kesimpulannya, cinta itu harus dideklarasikan. Jika Aryani tidak merespon, ya perkosa saja. Gitu saja kok repot !

Sesuai petunjuk bapak setan, tanpa malu-malu Sarno yang memang sarafe keno itu mendekati Aryani yang saban pagi langganan beli sayur mayur. Tentu saja Aryani menolak mentah-mentah. Di samping Sarno itu jauh lebih tua umurnya, lalu mau dikemanakan suaminya itu ? Emang masih kuat berapa gebrakan sih ? Kaya anak ABG saja.  

“Kamu itu sudah tua, mbok eling umur orasah pethakilan. Emut anak istri,” tolak Aryani baik-baik.

Kata hati nurani Sarno, betul itu ! Ibaratnya umur, dia sudah diatas kepala empat. Artinya kalau batas umurnya enam puluh tahun, sisa hidupnya tinggal dua puluh tahun ke depan. Harus banyak ibadah biar bisa mati khusnul khotimah dan masuk surga, bukan kok malah tewas di selangkangan istri orang.

Dengan bujukan nurani tersebut, mestinya Sarno jadi nyadar. Tapi karena hati nuraninya tak punya pendukung, akhirnya setan yang pegang kursi mayoritas memerintahkan, “Aryani perkosa saja Bleh!” Walhasil Sarno selaku pedagang sayur keliling terbujuk rayuan setan, harus melaksanakan instruksi itu. Maka beberapa hari lalu saat dia berkeliling sampailah ke halaman rumah Aryani.

Sembari meladeni terong dan pare dagangannya, tangan Sarno jowal jawil ke anggota badan Aryani yang berbahaya. Aryani menghindar dan mencoba menepis halus tangan Sarno yang kurangajar. Untuk menghindar, maka Aryani pamit hendak ambil uang di kamar. Maklum, saat keluar belanja sayur dia tak bawa uang kontan.

“Bentar ya Mas, saya tak ambil uang dulu,” pamit Aryani sambil pelan-pelan berjalan masuk rumah.

Tapi rupanya Sarno memang salah tompo, dikiranya dengan Aryani tak bawa uang itu adalah undangan terbuka agar menyusul ke kamar. Apalagi pada pagi pukul 09.00 WIB suaminya Aryani pasti lagi sibuk-sibuknya ngelusi lembaran rupiah hasil parkir di pasar, praktis suasana rumah sepi dan memungkinkan untuk berbuat sing embuh-embuh.

Sarno pun nekad mengikuti dan masuk kamar Aryani. Si Cantik idaman hati itu langsung disergap dan dipeluk dari belakang lalu ditindih hendak ditelanjangi. Tentu saja Aryani kaget dan langsung berteriak teriak, “Tuluuung....tulung !” Paniklah Sarno sehingga berusaha kabur. Tapi warga yang mendengar teriakan tuan rumah, langsung menangkap pelakunya. Ternyata Sarno si pedagang sayur langganan. Dengan cepat kabar menyebar ke telinga polisi. Dalam pemeriksaan polisi Sarno mengaku terangsang melihat bodi semok Aryani itu.

Oooalaaah No Sarno, orang cuma mau beli terong kenapa hendak kau kasih bonus sosis sih ? Penake sak menit rekasane sundul langit. 

Penulis: Gaib Wisnu Prasetya


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE