• Senin, 24 September 2018
  • LOGIN
Doa Bersama 171717: Lantunan Ayat Suci Lintas Agama Bergema

Doa Bersama 171717: Lantunan Ayat Suci Lintas Agama Bergema

Infogunungkidul, WONOSARI, Jumat Kliwon Lantunan ayat suci Al Quran, kidung gereja, sloka umat Hindu hingga umat Budha bergema di segenap penjuru Kabupaten Gunungkidul. Seluruh elemen umat beragama berdoa demi kejayaan Bangsa Indonesia di usianya yang ke-72, Kamis (17/08).

Di Masjid Al Musafir Kompleks Makodim 0730/Gunungkidul, gema takbir Allahu Akbar yang dikumandangkan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) H Iskanto AR, S.Ag mengawali kegiatan doa bersama ini. Tak kurang dari 542 orang dari berbagai unsur memadati Masjid Al Musafir, hiasan pita merah putih terikat di setiap peci yang dikenakan hadirin.

“72 tahun Indonesia ini merdeka. Kita harus meneladani tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Republik ini. Ketahuilah orang yang paling mulia disisi Allah adalah yang paling bertaqwa kepada Allah SWT. Teladanilah Jenderal Besar Sudirman, beliau tidak pernah batal wudhu walaupun sedang bergerilya, bahkan dalam kondisi sakit sekalipun. Setiap batal, Jenderal Sudirman segera wudhu lagi,” kata Iskanto dalam tausyiahnya.

Seusai Ketua FKUB menyampaikan tausyiah, lantunan Al Quran setiap orang 1 juz berkumandang dan ditutup dengan doa oleh Ustadz Lazuardi, pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah Karangmojo.

Sementara itu, di Pura Santi Loka, Padukuhan Banaran VIII, Desa Banaran, Kecamatan Playen, umat Hindu dari berbagai daerah datang untuk doa persembahyangan yang dipimpin Mangku Sukiyanti.

Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI), Purwanto M.Pdh menyampaikan tentang keberagaman Indonesia.

“Antar umat beragama harus saling menghormati, sebab bagaimanapun Indonesia terdiri dari bermacam agama. Momentum HUT RI ke 72, kita jadikan wahana untuk instropeksi diri. Semoga ke depan Indonesia tetap jaya dan maju,” katanya.

Selanjutnya dibacakanlah sloka Wedha oleh Adhe Farida dan ditutup dengan doa persembahyangan oleh Sumanto.

Sedangkan di Wihara Siraman, Desa Siraman, Kecamatan Wonosari, Bhiksu Badra Samanta mengajak umatnya untuk meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Teladan Sang Sidarta Gautama dengan darmanya wajib kita tiru. Kemerdekaan bangsa ini tidak serta merta diraih dengan mudah, butuh perjuangan dan pengorbanan hingga kita nikmati saat ini,” papar Bhiksu Badra Samanta.

Pemotongan tumpeng kemerdekaan dilanjutkan doa bersama demi kejayaan negeri dilakukan umat Budha di wihara tersebut.

Dan doa bersama dalam rangka HUT RI ke 72 juga dilakukan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wonosari dipimpin langsung oleh Pendeta Dwi Wahyu Prasetyo. Oleh Pendeta Dwi Wahyu, umat kristiani diajak meneladani para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raganya demi kemerdekaan. 

Gaib Wisnu Prasetya


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE