• Kamis, 15 November 2018
  • LOGIN
Panjat Pinang Antara Hiburan dan Sindiran

Panjat Pinang Antara Hiburan dan Sindiran

Infogunungkidul, Minggu Pahing –  Lomba panjat pinang selalu mewarnai kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI.  Kegiatan yang memancing gelak tawa penonton ini mengandung dua makna, satu hiburan, dua sindiran.

Pohon pinang  secara fisik licin, tetapi masih harus dioles  oli, agar para peserta yang bernafsu saling mendahului kesulitan meraih benda (materi) yang dicincang di puncak.

“Kita menyaksikan hiburan segar dan gratis.  Ulah dan kreatifitas para pemanjat  macam-macam. Penonton dijamin terpingkal-pingkal,” ujar Mayor Sunaryanto, di timur studio rekaman, Kwarasan Wetan, Kedungkeris, Kecamatan Nglipar, (19/8).

Di balik hiburan itu, menurut Sunaryanto tersembunyi  semangat  saling mengingatkan.  Sementara menurut pengamatannya, peringatan tersebut  tidak banyak diperhatian orang.

Orang tidak sadar, tegas Sunaryanto, para pemanjat pinang itu sedang  ditertawi  atau bahkan sedang ditertawakan.

“Usia Indonesia merdeka saat ini 72 tahun. Saya tidak mau ditertawai atau ditertawakan oleh bangsa lain,” tandasnya, mengupas makna di balik hiburan panjat pinang.

Kabupaten Gunungkidul, menurutnya begitu pula.  Sunaryanto menegaskan, tidak etis  kalau seluruh pelaku hingar bingar memperebutkan materi sebagagaimana perilaku orang memanjat pinang.

Agung Sedayu


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE