• Rabu, 18 Juli 2018
  • LOGIN
Main Getok, Ulah Pedagang Pantai Drini Dikeluhkan Wisatawan

Main Getok, Ulah Pedagang Pantai Drini Dikeluhkan Wisatawan

Infogunungkidul, TANJUNGSARI, Senin Pon--Citra pariwisata Kabupaten Gunungkidul ternodai ulah warung sea food yang main getok harga seenaknya. Seorang pengunjung Pantai Drini yang kena getok mengunggah curhatnya di laman facebook ICJ (info cegatan jogja).

Laman milik Ayah Abid Aza menceritakan keluhannya atas apa yang dialami lengkap dengan nota pembelian waktu berkunjung ke warung sea food yang dimaksud.

“Ijin curhat lur mau tanya, kejadian tadi sore pas di Pantai Drini Wonosari rombongan langsung makan di warung makan deket pantai. Dengan pedenya langsung pesen beberapa makanan sama minum. Selesai makan sama main di pantai. Langsung ke kasir, setelah di hitung-hitung kaget harus bayar sewa tempat buat makan/jam Rp 40 ribu.Pertanyaan saya apa bener tempat makannya harus sewa padahal makannya di warung yang di pesan ?” tanyanya di beranda ICJ Minggu malam, (20/08) pukul 20.00 WIB.

Selain itu, Ayah Abid Aza juga memajang nota yang yang harus dibayarkan. Dalam nota tercatat yang bersangkutan membeli 3 pop mie seharga Rp 30.000,-, secangkir kopi Rp 5000,-, lalu 4 gelas es teh Rp 20.000,- dan 1 Aqua Rp 5000,- plus harus bayar sewa tempat selama 2 jam Rp 80.000,-. Total jendral wisatawan tersebut harus keluar ongkos Rp 140.000,-.

Hanya dalam hitungan jam, postingan Ayah Abid Aza ini sudah di komentari lebih dari 2500 netizen dan di like 3,4 ribu orang. Sebagian besar menghujat perilaku pemilik warung seafood yang dinilai merugikan dunia pariwisata Kabupaten Gunungkidul, sebab sewa tempat Rp 40.000,-/jam dinilai sangat tidak wajar. Apalagi tidak ada pemberitahuan di awal kalau ada sewa tempat yang nominalnya Rp 40.000,-/jam.

Banyak netizen yang menilai apa yang dilakukan pemilik warung tersebut tidak manusiawi sebab tidak sejalan dengan visi misi Bupati Gunungkidul, Hj Badingah S.Sos yang ingin mewujudkan Gunungkidul sebagai daerah tujuan wisata yang terkemuka dan berbudaya menuju masyarakat yang berdaya saing, maju, mandiri dan sejahtera tahun 2021.

Menanggapi keluhan wisatawan ini A Harry Sukmono, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul mengaku segera akan menindak lanjuti persoalan ini.

“Akan kami tindak lanjuti yang bersangkutan agar tidak merusak citra pariwisata Gunungkidul. Tindak lanjuti melalui pokdarwis agar saling mengingatkan,” jawabnya singkat.

Ulah pedagang nakal seperti diatas, perlu sanksi tegas dinas terkait. Jika perlu di tutup agar tidak memperburuk dan membuat kapok wisatawan datang berkunjung ke pantai Gunungkidul. 

Gaib Wisnu Prasetya


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE