• Senin, 20 November 2017
  • LOGIN
  • Berlangganan Berita Terbaru invite BBM D919C28D/ DAEC06F2/ WA. 081904213283. Infogunungkidul, menerima tulisan/ berita opini dari pembaca sesuai dengan kaidah dan kode etik jurnalistik, tidak mengandung unsur sentimen SARA dan Provokatif terhadap kelompok tertentu. Kirimkan opini ke email: redaksi@infogunungkidul.com - "HYPNO THERAPY" Mengobati berbagai macam penyakit. Buka praktek hari: Rabu & Sabtu Jam: 08.00-16.00 Alamat praktek: Jl. Kyai Legi Kepek Wonosari Gunungkidul. Konsultasi & Pendaftaran hub. Lucy 08997722517.

Berita Terbaru
Hujan Pembawa Berkah, Bukan Bencana

Hujan Pembawa Berkah, Bukan Bencana

Infogunungkidul, WONOSARI—Sudah beberapa bulan terakhir ini hampir seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta setiap hari diguyur hujan, bahkan kadang seharian penuh. Hujan sesungguhnya adalah anugerah dari Allah SWT bagi hamba-hamba-Nya. Hujan adalah ciptaan Allah, tak seorang pun yang mampu mendatangkan hujan sebagaimana Allah mendatangkan hujan. Sebab Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Allah berfirman, “Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan yang menghidupkannya, pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fushshilat [41]: 39).

Dikala hujan deras turun disitulah salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah pernah bersabda, “Carilah doa yang mustajab pada tiga keadaan: bertemunya dua pasukan, menjelang shalat dilaksanakan, dan saat hujan turun” (HR Baihaqi’).

Bahkan Rasulullah pernah berdoa, “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan” (HR Bukhari).

Karena itu, jika kemarau dirasakan terlalu panjang hingga kekeringan, maka kaum Muslimin dianjurkan melaksanakan shalat Istisqa, meminta hujan kepada Allah Subhanahu Wata’ala (SWT) Sang Pencipta kemarau dan hujan.

Sebab fenomena kemarau dan hujan adalah dua tanda-tanda kekuasaan Allah untuk menjadi renungan bagi manusia. Sebelum melaksanakan shalat Istisqa, dianjurkan untuk berpuasa, bersedekah, dan bertobat. Saat pelaksanaan Istisqa, dianjurkan seluruh warga keluar bersama anak-anak dan hewan-hewan ternak dengan memakai pakaian yang sederhana dengan terus memanjatkan doa yang khusyuk dan merendahkan hati.

Dalam perspektif teologis, musim kemarau maupun hujan adalah bagian dari peringatan dan teguran dari Allah bagi manusia. Dari Aisyah berkata, apabila Rasulullah melihat mendung atau angin (kencang) terlihat (perubahan) di wajahnya, lalu aku bertanya: “Wahai Rasulullah, aku lihat manusia bergembira ketika melihat mendung karena berharap akan turun hujan, tetapi aku lihat engkau ketika melihatnya (mendung), aku mengetahui dari wajahmu engkau tidak menyukainya.”

Lalu Rasulullah bersabda: “Wahai Aisyah, tidak ada yang memberi keamanan akan datangnya azab (kecuali Allah) yang telah mengazab suatu kaum dengan angin (kencang), padahal kaum tersebut melihat azab itu lalu mereka mengatakan: ‘Ini hanya mendung yang akan menurunkan hujan kepada kami’ (padahal itu adalah azab Allah).(QS al-Ahqaf: 24]” (HR Bukhari dan Muslim).

Peringatan dan teguran Allah kepada manusia berkaitan erat dengan perilaku manusia dalam menyikapi kehidupan, alam dan sesama manusia. Terhadap alam dan lingkungan, manusia terbukti telah melakukan berbagai kerusakan.

Manusia telah melakukan berbagai eksplorasi bumi dan hutan hingga merusak ekosistem keseimbangan alam yang telah Allah atur keseimbangannya secara sistemis dan sistematis. Eksplorasi sumber daya alam  besar-besaran dan pembakaran hutan dengan tujuan materialisme oleh segelintir manusia kapitalis dengan mengabaikan aspek teologis dan kesejahteraan rakyat adalah bentuk kezaliman kemanusiaan.

Allah telah mengingatkan manusia untuk menjaga keseimbangan alam yang telah Allah tata sedemikian rupa bagi kebaikan manusia seluruhnya. Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. Tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan, kedua-duanya tunduk kepada-Nya. Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia letakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. (QS ar-Rahmaan: 3-9).

Di Kabupaten Gunungkidul, hujan deras yang melanda kadang disertai angin ribut yang membuat pepohonan tumbang hingga merusak rumah dan harta benda. Kadang juga derasnya hujan membawa dampak bencana tanah longsor di beberapa titik. Janganlah itu dianggap musibah yang membawa kerugian bagi manusia. Ada maksud-maksud tersembunyi dari Allah SWT sebagai peringatan hamba-Nya.

Kesalahan dan perusakan lingkungan demi keuntungan duniawi akan mendatangkan bencana bagi manusia itu sendiri. Ketidakseimbangan lingkungan alam akan mendatangkan kekeringan jika musim kemarau, dan akan mendatangkan banjir dan tanah longsor saat musim hujan. Redaksi

INFO BISNIS

1. AHASS 693 WONOSARI HONDA SERVICE 

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari

Telp. (0274) 392266, HP. 087838272255

Melayani : Servis Gratis, Servis Ringan, Servis Berat, Press Porok, Press Body, Penjualan Spare Part Lengkap, Pemesanan Sparepart, Booking Servis dan Layanan Servis Antar Jemput. Dapatkan Kalender Cantik......segera & terbatas!!! Ayo ke Ahass 693....Program guru servis lengkap discount 50% dengan membawa copy kartu guru berlaku mulai tgl 21 November s.d 5 Desember. Bengkel Ahass tunggal tidak buka cabang di Wonosari!!!

2. ESTETHIC SALON & BODY SPA

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari HP.081802711531, WA.081227706969

Melayani : Perawatan Rambut, Perawatan Badan (Free Totok Wajah) Khusus Wanita, Perawatan Wajah (Standar Skincare Tarif Pelajar),Konsultasi Kulit dan Healthy.

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE