• Senin, 24 September 2018
  • LOGIN
Surono Rintis Kelompok Batik Berharap Masuk Rekor Muri

Surono Rintis Kelompok Batik Berharap Masuk Rekor Muri

Infogunungkidul, GEDANGSARI, Jumat Pahing-Surono 40, Warga Padukuhan Trembono, Rt01/010, Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, perintis kelompok batik di wilayahnya. Diikuti oleh puluhan kelompok lain dan berharap masuk rekor Muri.

Surono bercerita, sebenarnya potensi membatik sudah turun temurun dari nenek moyangnya hingga saat ini. Hanya saja mulai dirintis membuat kelompok batik sekitar tahun 2000.
"Saat ini sudah ada 11 kelompok yang menyebar dibeberapa padukuhan di Wilayah Tegalrejo," jelasnya, Jumat, (25/08).
Seperti di Padukuhan Prengguk, Tegalrejo, Tanjung, Candi dan Trembono sekarang menjadi pusat pengembangan batik yang bercorak kas batik asal Gedangsari.
 
Motif Srikaya dan pisang, laris di wilayah utara sampai Jateng.
Pria setengah baya, yang juga berprofesi dalang sejak kelas 2 SMP ini menceritakan sebelum menekuni batik kain, ia membatik topeng, wayang kayu, tatakan gelas dan sebagainya.
"Saya memutuskan untuk membatik kain karena prinsip sebagai seniman harus mempunyai penopang penghasilan tambahan," katanya.
Diakuinya membatik kain lebih cepat laku, dibanding membatik kayu. Untuk memenui pesanan, Surono dibantu oleh 5 orang karyawan.
"Kalau nanti banyak order pemesanan biasanya nambah karyawan atau dibagi ke setiap kelompok," jelas pemilik batik Kalimasada.
Terkait dengan rekor muri, yang akan dilaksanakan tanggal 30 Agustus 2017 bersamaan dengan kedatangan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, dia berharap kelompok batik di Gedangsari dapat meraih rekor Muri nantinya.
"Karena akan mengangkat citra Gedangsari ke dunia luar yang sekaligus untuk memberikan motivasi bagi para pengrajin batik di daerah Tegalrejo," tambahnya.
Camat Gedangsari, M. Imam Santoso, SIP, berharap kedepan akan semakin menambah Gedangsari terangkat, dengan adanya kelompok batik.
"Batik bisa jadi andalan untuk faktor pendukung pariwisata, ternyata potensi wisata di Gedangsari sangat luar biasa," kata Imam.
Dikatakanya bahwa pemecahan rekor muri membatik yang di prakarsai oleh PT. Astra Internasional nanti akan melibatkan 100 orang pembatik dari segala usia.
"Dari anak Paud, TK, SD,SMP, SMA/SMK, dewasa sampai lansia akan ikut ambil bagian dalam memecahkan rekor muri," jelasnya.
Lebih lanjut Imam Santoso menjelaskan, seni budaya, termasuk pagelaran wayang kulit, dan Fashion Show akan diadakan di pegunungan alam terbuka.
 
Sehingga diharapkan potensi yang ada di Kecamatan Gedangsari bisa mendongkrak peningkatan taraf hidup masyarakat.
"Jadi Gedangsari yang masuk daerah tertinggal, sedikit demi sedikit bisa bangkit," pungkasnya.
Reporter: W. Joko Narendro.


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE