infogunungkidul.com, disajikan dengan gaya bahasa berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Cerita terjad" />
  • Minggu, 19 November 2017
  • LOGIN
  • Berlangganan Berita Terbaru invite BBM D919C28D/ DAEC06F2/ WA. 081904213283. Infogunungkidul, menerima tulisan/ berita opini dari pembaca sesuai dengan kaidah dan kode etik jurnalistik, tidak mengandung unsur sentimen SARA dan Provokatif terhadap kelompok tertentu. Kirimkan opini ke email: redaksi@infogunungkidul.com - "HYPNO THERAPY" Mengobati berbagai macam penyakit. Buka praktek hari: Rabu & Sabtu Jam: 08.00-16.00 Alamat praktek: Jl. Kyai Legi Kepek Wonosari Gunungkidul. Konsultasi & Pendaftaran hub. Lucy 08997722517.

Berita Terbaru
Angge-angge Orong-orong

Angge-angge Orong-orong

Infogunungkidul, Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas infogunungkidul.com, disajikan dengan gaya bahasa berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Cerita terjadi dari seantero Indonesia, dikutip dari berbagai media massa. Nama penokohan dalam alur cerita semua bukan nama sebenarnya.

Hidup menjadi bujangan di usia 35 tahun memang tidak enak. Maka target pertama yang dikejarnya adalah secepatnya menikah untuk menghindari cibiran tetangga yang menuding bujang lapuk. Saat ketemu jodoh, maunya nyari perawan eeeeh dapatnya Sumi 37, (bukan nama sebenarnya) janda 3 orang anak. Uniknya, ketiga anak Sumi masing-masing bapaknya berbeda dan usianya masih anak-anak semua. Jadilah si Paeran (bukan nama sebenarnya) Angge-Angge Orong-Orong masa kini, ora melu nggawe ning wajib melu momong.

Cinta itu hal yang sangat universal, siapa saja bisa terkena. Maka orang jelek naksir gadis cantik, itu sah-sah saja. Pekerjaan hanya buruh bangunan, mengincar bini orang yang aduhai juga bolah-boleh saja, sepanjang hanya mengincar tanpa tindakan gencar. Jika awalnya mengincar, lalu berbuat bar-bar resikonya bisa dipentungi nguwong.

Pekerjaan sehari-hari Paeran memang jadi buruh bangunan, sehingga dia akrab banget dengan semen dan cethok untuk pasang bata. Karena pengalaman, pekerjaan dia saat memplester tembok dan mengaci sangat halus, rata dan rapi. Maka ketika ruang tamu Sumi tetangga desa ada sedikit tembok yang masih kasar garapannya (karena merupakan bangunan lama), ingin sekali Hardi untuk merapikannya. “Ah nanti saja, belum ada biayanya.” kata Sumi pada si tukang batu itu.

Benarkah dia tulus ingin membetulkan plesteran tembok di rumah Sumi ? Ah, ini hanya basa-basi saja. Yang penting bagi Paeran ada alasan untuk ngobrol dengan wanita ayu nan seksi itu. Dalam kondisi janda 3 orang anak, sepertinya Sumi justru semakin menggamit rasa merangsang pandang. Batin Paeran, cantik-cantik begitu kok 3 kali kawin cerai. “Aku disuruh nemeni juga mau.” Batin tukang batu itu mulai ngeres. Nyari perawan ditolak melulu, ada janda nganggur masa nggak disikat ? Maunya si Paeran, Sumi dijadikan ajang kelinci percobaan dulu, untuk penyaluran hasrat tetapi kalau diajak menikah entar duluuu. Siapa sih yang mau menikahi janda 3 anak ? Pasti pikir 17 kali lah……..

Sumi memang sudah 3 kali kawin cerai. Namanya juga wanita cantik, setiap habis cerai pasti banyak penerus yang ngincer. Dari perkawinan pertama punya anak 1 yang saat ini sudah duduk di bangku SMP, perkawinan kandas lantaran suami pengangguran hingga Sumi gugat cerai. Belum lama menjanda, eeeh nikah lagi dan punya anak kedua yang saat ini masih duduk di bangku SD.

Perkawinan kedua kembali kandas lantaran suaminya minggat dan tak bertanggung jawab. Setelah gugat cerai, Sumi kembali menikah dan memiliki anak yang saat ini masih TK. Perkawinan inipun tidak langgeng lantaran suami ketiga yang menceraikan Sumi karena cemburu berlebih. Sumi dinilai terlalu menthel dan lenjeh (red-kelewat centil) kepada setiap lelaki walaupun sudah memiliki suami.

Maka batin Paeran yang masih hijau dalam urusan perempuan ini pun mulai menganalisa. Pastilah Sumi setelah menjanda sangat kesepian karena jarang dapat pasokan lelaki. Untuk itu dia mulai usaha dengan meminta nomor HP Sumi dari tetangganya. Dari nomor HP itulah Paeran diam-diam mulai melakukan pedekate ke janda semok tersebut. Gayung bersambut, Sumi menyambut cara pendekatan Paeran yang seperti itu. Jadilah tiap hari mereka SMS-an dan telpon-telponan melulu.

Beberapa waktu lalu iseng-iseng Paeran main ke rumah Sumi untuk apel dan sekedar ngobrol. Kalau siang hari kan nggak akan ada masalah ? Pikir Paeran, apalagi pada jam segitu anak-anaknya Sumi juga pasti masih pada sekolah.

Saat melongok jendela kamar Sumi. Alah busyet, dia melihat Sumi tidur dalam kondisi rok tersingkap. Langsung saja gairah tukang batu itu meninggi. Dengan segera dia masuk rumah Sumi lewat pintu belakang. Dengan segera Sumi yang tengah tidur itu di tubruk sama Paeran.

Ternyata sikap kasar Paeran menjadikan Sumi terbangun. Melihat Paeran kesetanan seperti itu, Sumi justru menyambut dengan gegap gempita. Walaupun umurnya sudah lebih dari 30 tahun, ternyata Paeran masih kelewat hijau urusan perempuan. Maklum, perjaka ting ting sehingga masih grusah grusuh dalam bertindak.

Sumi yang sudah sangat berpengalaman mengajari sedemikian rupa seperti telatennya guru PAUD mendidik bocah balita. “Iyaaaah……pinter. Ayooooh…!” dan seterusnya. Paeran di bikin merem melek tak berdaya di bawah asuhan sang janda semok.

Ngerti rasane takon tunggale, itulah pepatah Jawa mengatakan. Dan ini pas benar dengan kondisi Paeran asal Playen ini. Inginnya sekedar bermain-main dengan Sumi, fakta berbicara lain. Setiap saat dan waktu justru Paeran lah yang diajari oleh Sumi. Berulangkali skandal perjaka janda itu selalu terulang. Saat hendak menghindar, semuanya sudah terlambat. Sumi positif hamil dan tahu-tahu rumah Paeran didatangi pamong dari salah satu desa di Kecamatan Wonosari tempat Sumi tinggal.

“Sampean kenal Sumi ? Berapa lama sampean berhubungan dengannya ?” cecar sang perangkat desa kepada Paeran.

Tentu saja Paeran tak bisa mengelak saat di todong pertanggung jawaban harus menikahi Sumi. Sebab jika ingkar janji, kasusnya akan dilaporkan polisi atau di denda dalam nominal puluhan juta rupiah. Jadilah belum lama ini Paeran resmi menikahi janda 3 orang anak itu.

“Yaaah angge-angge orong-orong, ora melu nggawe melu momong. Kudu kepopohan nggedekke anake Sumi dari suaminya yang dulu Mas,” keluh Paeran sambil garuk-garuk kepala. redaksi

INFO BISNIS

1. AHASS 693 WONOSARI HONDA SERVICE 

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari

Telp. (0274) 392266, HP. 087838272255

Melayani : Servis Gratis, Servis Ringan, Servis Berat, Press Porok, Press Body, Penjualan Spare Part Lengkap, Pemesanan Sparepart, Booking Servis dan Layanan Servis Antar Jemput. Dapatkan Kalender Cantik......segera & terbatas!!! Ayo ke Ahass 693....Program guru servis lengkap discount 50% dengan membawa copy kartu guru berlaku mulai tgl 21 November s.d 5 Desember. Bengkel Ahass tunggal tidak buka cabang di Wonosari!!!

2. ESTETHIC SALON & BODY SPA

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari HP.081802711531, WA.081227706969

Melayani : Perawatan Rambut, Perawatan Badan (Free Totok Wajah) Khusus Wanita, Perawatan Wajah (Standar Skincare Tarif Pelajar),Konsultasi Kulit dan Healthy.

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE