• Selasa, 17 Juli 2018
  • LOGIN
Gubernur DIY: Flying Fox Untuk Entaskan Kemiskinan Gedangsari

Gubernur DIY: Flying Fox Untuk Entaskan Kemiskinan Gedangsari

Infogunungkidul, GEDANGSARI, Rabu Pahing--Gubernur DIY, Sri Sultan Habengkubuwono X menyatakan hingga saat ini Gedangsari terus dipacu agar tidak ketinggalan dibandingkan wilayah lain. Adanya Flying Fox sepanjang 625 meter dinilai bisa mengurangi kemiskinan di wilayah Gedangsari yang nota bene masuk dalam kategori daerah tertinggal.Hal ini diungkapkan Sultan saat meresmikan Flying Fox 625 meter di Green Village Gedangsari, Rabu, (30/08).

Dengan adanya upaya pemerintah, Gubernur DIY berharap Gedangsari bisa tumbuh dan berkembang pesat seperti daerah lain. Keberadaan GNG dengan flying fox-nya akan membawa nuansa baru bagi anak muda, yang berpengaruh pula terhadap perkembangan Gunungkidul.

"Gunungkidul akan semakin dikenal, jalanan akan macet, namun kita tidak punya pilihan lain, karena semua itu dalam upaya kita bersama dalam mengembangkan Gunungkidul," jelasnya.

Gubernur berharap dengan munculnya bermacam obyek wisata baru di setiap daerah, itu harus di imbangi dalam peningkatan sistem pengelolaan.

"Buatlah manajemen pengelolaan GVG yang baik, yang kredibel, transparans, dan akuntabel," pesan Gubernur.

Kehadiran flying fox sepanjang 625 meter di GVG, lanjut Sultan, supaya betul -betul membawa manfaat bagi masyarakat dan bisa membangun Gedangsari ke depan lebih makmur. GVG dinikmati seluruh warga, jangan hanya segelintir orang yang dapat mengambil manfaat.

"Sistem pemasaran obyek wisata di Gunungkidul juga perlu strategi. Kalau menurut saya lebih baik satu per satu, jangan serentak, agar semua benar-benar bisa maksimal," tambahnya.

Menurut Gubernur DIY, persaingan benar- benar akan terasa setelah dibukanya Kulonprogo International Airport di tahun 2019 nanti. Pasalnya jarak antara bandara ke Gunungkidul menjadi lebih jauh. Untuk itu Gunungkidul harus mengimbangi dengan selesainya pembangunan JJlS.

"Kita benar- benar  harus berkompetisi sehingga Gunungkidul akan tetap menjadi tujuan wisata utama bagi para wisatawan baik lokal maupun internasional," pungkasnya.

Disisi lain, untuk membuat GVG dengan flying fox yang dimiliki perlu dukungan lahan parkir yang lebih luas. Tujuannya agar pengunjung benar-benar terlayani dengan baik.

Sementara itu Bupati Gunungkidul, Hj Badingah menyampaikan bahwa pengembangan kawasan wisata Gedangsari di mulai dengan rintisan desa wisata dan desa budaya yang didukung potensi alam dan kearifan lokal. Hal ini tentunya akan berdampak terhadap kehidupan sosial maupun perekonomian masyarakat di kawasan ini.

"Perkembangan akan membawa pengaruh positif bagi masyarakat, semakin terbuka kesempatan untuk mereka, dan  juga prospek investasi bisnis yang berbasis pariwisata maupun budaya," tutur Badingah.

Pemkab Gunungkidul juga mengucapkan terimaksih kepada Kementerian Pariwisata atas keterlibatannya dalam membangun kawasan wisata di Gedangsari ini.

Pemkab Gunungkidul menyambut posistif minat masyarakat meningkatkan kwalitas dalam melayani wisatawan. Warga hingga saat ini terus menggali kreativitas, inovasi,  dan juga potensi lokal yang dinilai prospektif di kawasan ini. Pemkab sangat mendukung terhadap komitmen masyarakat Gedangsari untuk terus mengembangkan kawasan wisata ini.

"Semoga ini dapat meningkatkan perekonomian dan  mengurangi angka kemiskinan di kawasan ini," lanjutnya.

Seusai acara peresmian flying fox sepanjang 625 meter, Gubernur DIY didampingi Bupati Gunungkidul menyempatkan diri melakukan peninjauan terhadap segala aspek yang dimiliki GVG di Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari. 

Reporter: W. Joko Narendro


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE