Kincir Angin Rapuh, Roboh Bisa Makan Korban
  • Senin, 20 Agustus 2018
  • LOGIN
Kincir Angin Rapuh, Roboh Bisa Makan Korban

Kincir Angin Rapuh, Roboh Bisa Makan Korban

Infogunungkidul, SEMANU Sabtu Kliwon –  Kincir angin dan jaringan tampungan air bersih Padukuhan Pacing, Desa Pacarejo Kecamatan Semanu rapuh. Tidak terawat, banyak baut raib juga berkarat. Belum ada dinas ataupun pihak  yang mengklaim bertanggungjawab.

Posisi kincir angin terletak di sisi jalan utama masuk padukuhan. Warga khawatir  kincir angin bisa ambruk sewaktu-waktu.

Dijelaskan oleh ketua RT setempat Bagyo, bangunan kincir dengan ketinggian kurang lebih 30 meter tersebut dibangun pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto sekitar tahun 1980.

"Kawasan Pacing dulu sulit air, bangunan kincir berikut sumur bor dan tampungan di maksudkan untuk penyediaan air bersih, tempat mandi dan mencuci bagi warga masyarakat," papar Bagyo.

Namun lanjut Bagyo, tidak diketahui instansi atau dinas apa yang membangun. Di sekitar lokasi saat dilakukan penelusuran tidak ditemukan prasasti atau petunjuk untuk menjelaskan hal itu.

Kepala Desa Pacarejo Suhadi, ketika dikonfirmasi juga tidak bisa memberikan penjelasan. Menurutnya, terkait bangunan tua kincir angin di Padukuhan Pacing pihak Desa Pacarejo tidak menemukan arsip pembangunannya.

Diakui oleh Suhadi kondisi bangunan saat ini sangat mengawatirkan bila sewaktu-waktu roboh, namun pihak desa tidak berani melakukan langkah untuk pembongkaran ataupun perbaikan.

"Saya sudah cek. Desa sama sekali tidak ada dokumen," keluhnya

bahkan tahun berapa dibangun dan siapa yg membangun, teman-teman perangkat minim informasi," jelas Suhadi.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Gunungkidul, Ir. Eddy Praptono, MSI. menyatakan hal yang sama. Dinas PU merasa tidak pernah mengelola aset berupa kincir angin di wilayah Padukuhan Pacing.

"Bukan aset DPU, sepengetahuan saya PU tidak mengelola aset kincir angin, coba cek pada bidang pengairan," ungkap Eddy.

Kini masyarakat Padukuhan Pacing hanya berharap agar segera ada pihak yang bertanggung jawab untuk sesegera mungkin melakukan pembongkaran atau perbaikan bila memang akan di fungsikan lagi. Jangan sampai ada korban jatuh baru muncul pahlawan kesiangan.

Reporter: Agus SW


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE