• Minggu, 23 September 2018
  • LOGIN
Mertua Gatel, Menantu Diajak Selingkuh Juga

Mertua Gatel, Menantu Diajak Selingkuh Juga

Infogunungkidul, Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Jadi janda paling gatel se DIY mungkin hanyalah Ny. Endang, 50. Mentang-mentang lama hidup dilanda sepi, Yadi, 36, anak menantunya, dipinjam pakai diatas ranjang. Benar-benar gila, kelakuan menantu dan mertua sama-sama gebleknya bahkan cenderung seperti hewan memamah biak. Skandal beraroma lendir mertua kegatelan dan menantu cluthak itu terbongkar ketika Indah, 30, putri kandung Ny. Endang memergoki ibunya sedang berhubungan intim dengan suaminya. Langsung Indah kalap dan mengusir suami dan ibunya.

Benar kata Dedy Mizwar bahwa kiamat sudah dekat. Sebab tanda-tandanya semakin banyak. Di Jawa bahkan ada pepatah unik setengah koplak yang disampaikan para praktisi perdemenan yang berbunyi sedulur mulur, tonggo eco, tunggal pager seger, sanak enak, adhi gempi, kadang diplengkang, mertuo sekeco, ipe tegese iki yo penak.

Orang sekarang bahkan tidak segan lagi menggauli mertua sendiri, dan mertua juga tidak malu melayani nafsu binantang menantunya. Itu kan sama saja mengganggu “asset nasional” milik anak sendiri ? Tapi mungkin si menantu juga berprinsip, masak rejeki ditolak ? Mubadzir kan ? Masalahnya sekarang, perlu diusut siapa sebetulnya yang bersalah. Apa menantu yang celamitan, atau mertua yang kegatelan bin nggatheli ?

Ny. Endang sudah 3 tahun lebih hidup menjanda, karena ditinggal mati suami yang terserang stroke. Ketimbang di rumah sendirian, dia kemudian ikut anak perempuannya, Indah yang sudah berkeluarga dengan Yadi. Tentu saja Indah senang, dengan adanya ibunya di rumah. Minimal dia bisa bantu-bantu momong anak-anaknya yang masih PAUD dan SD selagi dia dan suami sibuk berdagang di pasar.

Tapi pada perkembangan selanjutnya, sungguh di luar dugaan. Ny. Endang tak hanya momong cucu-cucu, tapi juga momong ayah daripada cucunya. Bedanya adalah, momong cucu digendong belakang mau, menantunya justru minta digendong depan. Manja banget orangnya si Yadi ini. Jika sudah digendong, nggak mau turun-turun, ngethapel terus sampai Ny Endang terengah-engah kecapekan.

Tak jelas siapa yang mulai, yang pasti keduanya sama-sama tertarik. Meski usia sudah kepala 5, tapi Ny. Endang memang masih seksi menggiurkan. Bodi semok semlohai bahkan cenderung lebih montok dibanding istrinya sendiri. Sebaliknya di mata Ny. Endang, Yadi anak menantunya itu juga lelaki perkasa pada jamannya. Brengos baplang mirip Raden Gatutkaca. Jika sudah begini, mereka tak peduli akan status masing-masing. Yadi tak peduli bahwa Endang mertuanya, dan Endang juga sebodo amat bahwa Yadi itu anak menantunya.

Ketika rumah sepi, di mana Indah sibuk urusan berdagang bumbon di pasar, suaminya diam-diam sering pamit pulang. Alasannya macem-macem, nengok rumah lah, ada urusan lah dan lain sebagainya. Ternyata di rumah Yadi-Endang justru mencari kesibukan sendiri dengan menuntaskan dahaga birahi. Keduanya berlaga hidup mati bak Indonesia vs Malaysia di laga Sea Games. Yadi tumbang dengan keringat bercucuran bak Gatutkaca ilang gapite, demikian juga Ny Endang terkapar lemah lunglai penuh kepuasan.

Sampailah pada kejadian beberapa hari lalu, Indah pulang lebih cepat dari pasar lantaran sedang sepi. Sehingga kemudian dia melihat ibu dan suaminya dalam satu kamar. Ketika diintip, Masya Allah, keduanya sudah oncek-oncekan dalam kondisi bugil tanpa selembar benang. Tak lama kemudian Indah mendengar kata-kata suaminya penuh kemesraan.

“Nuwun sewu nggih Bu…..!” pinta Yadi sambil naik ke atas ranjang.

Tanpa bisa dikendalikan lagi, Indah saking emosinya langsung memotong dari luar pintu,

“Nuwun sewu, nuwun sewu ndasmu sempal !” teriak Indah sambil membanting pintu.

Keruan saja mertua dan menantu itu kaget setengah mati, gragapan bak disambar petir siang bolong keduanya segera mengamankan tubuhnya masing-masing dan mengenakan baju sekenanya.

Saking emosinya, Indah terus berteriak-teriak, sehingga tetangga berdatangan. Awalnya tetangga menyangka keributan rumah tangga biasa. Mereka baru ngeh bahwa ternyata selama ini ada skandal antara mertua dan menantu. Meski para tetangga menasihati skandal ini dicari jalan solusinya, Indah tetap ngotot mengusir ibu dan suaminya dari rumah.

“Minggat sana.... Ini rumah saya, saya yang bekerja cari uang. Kalian enak-enakan bikin malu keluarga,” tuding Indah.

Ingat nasihat PN Pegadaian lho Ndah, mengatasi masalah tanpa masalah. Catat itu... 
 
Gaib Wisnu Prasetya


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE