• Rabu, 18 Juli 2018
  • LOGIN
MY Esti Wijayati: Butuh Peran Pemkab Atasi Problem Air

MY Esti Wijayati: Butuh Peran Pemkab Atasi Problem Air

Infogunungkidul, GIRISUBO, Sabtu Pahing--Anggota Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati berharap Pemkab Gunungkidul bergerak cepat dalam mengentaskan masyarakat dari kekurangan air. Hal ini diungkapkan Esti saat sambang warga Desa Tileng, Kecamatan Girisubo, Sabtu, (09/09). Dalam kesempatan yang sama, politikus PDI Perjuangan ini menyumbang air bersih bagi warga setempat.

“Saya melihat banyak pipa-pipa air PDAM sudah menjangkau wilayah sini. Sayangnya itu baru menjangkau di 2 padukuhan. Sisanya yang 14 padukuhan belum terjangkau,” katanya.

Walaupun Pemdes Tileng telah menganggarkan dana desa tahun 2018 untuk membangun jaringan SPAMDes, namun Esti berharap ada bantuan dari Pemkab Gunungkidul agar tidak seluruhnya dana desa dipergunakan untuk pemenuhan air minum.

“Harapan saya Pemkab Gunungkidul bersedia membantu mempercepat. Jangan sampai dana desa selama 2 tahun berturut-turut hanya untuk jaringan SPAMDes. Dana desa juga bisa dipergunakan untuk program pembangunan yang lain,” lanjutnya.

Disisi lain, politikus PDI Perjuangan ini mengaku kunjungan ke masyarakat tidak ada kaitannya dengan politik. Semua murni atas inisiatif Esti yang selalu menyempatkan diri setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu untuk mengunjungi grass road di Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul dan Kodya Yogyakarta.

“Tentunya jika sedang tidak ada pembahasan penting di Senayan sana, pasti saya turun. Sambang konstituen juga untuk menyerap aspirasi dari rakyat di seluruh pelosok DIY,” ungkap Esti.

Sementara itu diungkapkan Edi Suraya, Sekdes Tileng, hingga saat ini baru pertama kalinya warga Tileng menerima tamu Anggota DPR RI.

“Belum pernah sekalipun ada pejabat pusat yang datang dan melihat langsung keadaan warga kami disini,” kata Edi.   

Dihadapan Esti Wijayati, Edi menyatakan 1300 kepala keluarga yang terdiri 6000-an jiwa warga Tileng benar-benar butuh pasokan air. Medio April-September 2017, adalah masa paling berat bagi warga yang tinggal di desa tersebut. Kemarau berkepanjangan membuat warga terpaksa membeli air dari mobil tangki keliling yang harganya Rp 120.000,-/tangki. Tak jarang warga terpaksa menjual apa saja yang dimiliki demi mendapatkan satu tangki air. Satu tangki air kapasitas 5000 liter, bisa untuk mencukupi keluarga kecil hingga 20 hari.

Maka tahun anggaran 2018 dan 2019, sedianya dana desa dari pemerintah akan dimanfaatkan untuk membangun jaringan SPAMDes. Dana Rp 2,5 milyar disiapkan untuk mencukupi kebutuhan air minum warga. Pemdes Tileng telah menyiapkan perangkat BUMDes untuk mengelola air yang kelak mengalir.

“Kita tinggal berhitung dengan PDAM Tirta Handayani untuk menarik saluran air dari Goa Bribin. Sebab dari 16 dusun, baru 2 dusun yang teraliri jaringan air minum,” jelasnya.

Selain melakukan droping air, MY Esti Wijayati juga melakukan temu wicara dengan ibu-ibu PKK Padukuhan Nanas, Ngasem dan Mandesan. Bantuan makanan pendamping ASI dari Presiden Jokowi dibagikan kepada puluhan anak-anak dusun setempat. 

Gaib Wisnu Prasetya


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE