• Senin, 16 Juli 2018
  • LOGIN
Harus Membayar Jutaan Rupiah Untuk Menjadi Tenaga Outsourcing PT. Cita Contrac Selaku Vendor PLN

Harus Membayar Jutaan Rupiah Untuk Menjadi Tenaga Outsourcing PT. Cita Contrac Selaku Vendor PLN

Infogunungkidul, WONOSARI, Rabu Legi--Perekrutan karyawan pencatat meteran (cater) dan petugas putus sambung (tusbung), Perusahaan Listrik Negara (PLN), selama ini dilaksanakan pihak outsourcing. Dalam praktiknya pelaksanaan perekrutan cater dan tusbung PLN Rayon Wonosari, Gunungkidul ada dugaan pungutan sejumlah uang hingga belasan juta rupiah, yang dilakukan oleh koordinator cater dan tusbung perusahaan outsourcing PT. Cita Contrac selaku vendor PLN.

Berdasar informasi dari berbagai sumber dan korban, uang tersebut di minta oleh Imanuel Sutiyanto, warga Desa Bendungan, Kecamatan Karangmojo selaku koordinator PT. Cita Contrac di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
 
Dengan membayar sejumlah uang jutaan rupiah, maka calon petugas cater dan tusbung PLN nantinya dipastikan lolos seleksi dan dapat bekerja, janji Imanuel.
 
Menurut keterangan korban yang tidak mau disebut namanya, kepada media infogunungkidul menjelaskan, bahwa kisaran angka yang diminta oleh Imanuel beragam mulai dari 4juta rupiah hingga paling tinggi 15 juta rupiah perorang.
"Banyak teman-teman saya yang mengalami nasib sama seperti saya, seingat saya ada kurang lebih 10 samapi 13 orang, hanya saja mereka tidak berani buka mulut," ungkap korban (04/09).
Lebih lanjut dia menyampaikan, ketika transaksi pembayaran uang dilakukan di rumah pribadi Imanuel, bukan di kantor outsourcing PT. Cita Contrac. Selain itu bukti kwitansi juga tidak diberikan oleh Imanuel.
 
Ketika ditanya rincian alokasi penggunaan uang tersebut untuk apa, Imanuel memberikan penjelasan uang nantinya di poskan untuk orang PT. Cita Contrac, agar yang bersangkutan diterima dan bekerja sebagai cater ataupun tusbung.
"Saya dan teman-teman merasa tertipu dan kecewa, tak pikir saya akan bekerja di PLN, tetapi ternyata hanya bekerja sebagai Vendor PLN saja," keluhnya.
Sementara itu Imanuel Sutiyanto ketika ditemui awak media di kediamannya Desa Bendungan, Kecamatan Karangmojo membantah, informasi tersebut salah dan tidak benar adanya.
 
Imanuel menyatakan, meskipun dirinya koordinator PT. Cita Contrak wilayah Gunungkidul, selama perekrutan karyawan tidak pernah meminta sejumlah uang.
"Pengisian petugas cater dan tusbung gratis tidak ada biaya, dari PT. Cita Contrac juga tidak pernah memungut biaya," bantahnya.
Imanuel justru menuding adanya informasi miring ini adalah ulah para anak buahnya yang telah di pecat karena tersandung kasus.
"Ini pasti ada orang yang tidak suka dengan saya," pungkasnya.
Saat ini dia akan mencoba untuk koordinasi dengan pimpinan PT. Cita Contrak agar persoalan yang membelitnya segera terselesaikan.
 
Reporter: Agus SW


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE