• Minggu, 15 Juli 2018
  • LOGIN
Dimas Diajeng Siap Jadi Agen Perubahan di Kabupaten Gunungkidul

Dimas Diajeng Siap Jadi Agen Perubahan di Kabupaten Gunungkidul

Infogunungkidul, WONOSARI, Selasa Pahing—Rangga Febi Kristiawan 19, dan Nurika Mutiara Yonaningtyas 22, Dimas Diajeng Kabupaten Gunungkidul 2017 mengaku siap menjadi agen perubahan. Generasi muda dibidik Paguyuban Dimas Diajeng untuk diajak berperan serta aktif membangun Bumi Handayani.

Diungkapkan Dimas Rangga dan Diajeng Yona, sampur Dimas Diajeng yang mereka kenakan bukan sekedar untuk gagah-gagahan. Ada beban di pundak yang harus ditunaikan sebagai duta pariwisata demi kemajuan Gunungkidul.

"Wisata dan budaya itu satu rangkaian yang tak bisa dilepaskan. Tak bisa untuk mempromosikannya hanya satu dua pihak saja. Dan setelah dilantik, kami komitmen untuk menjadi agen perubahan dengan mengedukasi generasi muda agar ikut ambil peran," kata Rangga, (18/09).

Untuk mewujudkannya, sambung Rangga, Paguyuban Dimas Diajeng Kabupaten Gunungkidul yang beranggotakan sekitar 50 personel siap menggandeng karang taruna. Peran aktif generasi muda yang tergabung dalam karang taruna diharapkan mampu merubah wajah dunia pariwisata Kabupaten Gunungkidul ke arah lebih maju.

"Dimas Diajeng dituntut sebagai agen perubahan di semua lini. Kami siap menyingsingkan lengan bersama pemuda untuk bergerak bersama demi kemajuan Kabupaten Gunungkidul," lanjut Yona.

Sebagai alumnus UGM, Yona mengakui banyak tantangan yang bakal mereka hadapi. Untuk itu dia sudah terjun di bidang Usaha Kecil Menengah (UKM). Pelaku UKM di Gunungkidul juga berbenah untuk mensukseskan dunia pariwisata.

"Gatot, thiwul, krecek dan lainnya semestinya terpajang di warung dan rumah makan di obyek wisata. Wisatawan yang berkunjung akan tertarik untuk membelinya. Promosi juga bisa digencarkan lewat dunia maya semacam Facebook, instagram, dan lainnya," ulas Yona.

Peran serta Paguyuban Dimas Diajeng, menurut Rangga bisa menjadi jembatan antara pemerintah dengan kawula muda. Bekal ilmu yang didapatkan selama karantina bisa diterapkan kepada generasi muda Gunungkidul. Langkah yang ditempuh adalah pembinaan dari desa ke desa terhadap karang taruna. Ada multi efek yang diraih, antara lain penerapan ilmu yang bisa mengedukasi peran pemuda dalam rangka memajukan potensi pariwisata daerah.

"Maka kami di Paguyuban Dimas Diajeng akan berupaya menggandeng kaum muda agar bangkit. Misal di Pengkol Nglipar itu ternyata ada calon obyek wisata baru yang mirip Gunung Api Purba Nglanggeran. Pemuda sana kita ajak untuk mempromosikannya bersama. Tentunya lengkap dengan olahan kuliner khas desa sana," paparnya.

Menurut keduanya, ajang pemilihan Dimas Diajeng kemarin bukan sekedar event adol bagus dan jual kecantikan. Dimas Diajeng bisa dimanfaatkan pemerintah di segala lini, jadi tak hanya fokus pada dunia pariwisata dan budaya saja. Sebagai publik figur di Gunungkidul, peran Dimas Diajeng bisa dimanfaatkan juga untuk sosialisasi penanggulangan narkoba, edukasi penanggulangan kenakalan remaja dan lain sebagainya. 

Gaib Wisnu Prasetya


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE