Dalang Klenyit Babar Carito Wayang Gemblung
  • Senin, 20 Agustus 2018
  • LOGIN
Dalang Klenyit Babar Carito Wayang Gemblung

Dalang Klenyit Babar Carito Wayang Gemblung

Infogunungkidul, WONOSARI, Senin Pon – Dunia pakeliran bergeser mencari bentuk baru mengikuti selera publik. Wayang kulit bukan  lagi "art for art" (seni untuk seni) tetapi seni untuk masyarakat. Cerita atau lakon tidak penting, yang ditonjolkan full "entertainment" (hiburan).

Dalang Klenyit alias Joko Gemblung asal Padukuhan Bulu, Bejiharjo, Karangmojo gelar kelir mengikuti arus masyarakat yang mulai jenuh dengan pakem.

Ki Klenyit yang nama aslinya Marsudi benar-benar dalang Gemblung. Dia mendeklarasikan ulahnya yang nyentrik di Balai Padukuhan Bulu, Bejiharjo (23/09) malam. 

Kepyakan wayang kolaborasi musik dan reok ponoragan ditunggui Mayor Sunaryanto serta Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno, SE.

Marsudi melakukan improvisasi seenaknya. Janturan pada episode pertama tidak lagi teks book. Joko Gemlung mengubah sekenanya dan semaunya. Termasuk lakon yang dimainkan, mau dikatakan carangan tidak tepat.

Gamelan dan gending (musik)  serba pelog, mulai dari jejer pertama sampai pakeliran ditutup. Rupanya ini disengaja  agar masyarakat terhibur.

Sebelum perang kembang, Marsudi meniru wayang kulit gaya Solo. Cangik dan Limbuk nembang campur sari mulai dari jam 10.00 hingga pukul 00.00 WIB tanpa henti.

Marsudi membiarkan sinden dan pelawak menyapa para penonton seperti biasa dilakukan Cak Diqin, MC sekaligus penyanyi campur sari Sangga Buana.

Pentas malam itu sulit disebut sebagai pelestarian budaya. Yang dilakukan Ki Klenyit lebih pas dijuluki sebagai pagelaran wayang kulit  yang mencari bentuk bersamaan dengan pergeseran yang terjadi di masyarakat.

Bambang Wahyu Widayadi


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE