• Senin, 22 Oktober 2018
  • LOGIN
Jas Merah Pemutaran Film G 30 S/PKI

Jas Merah Pemutaran Film G 30 S/PKI

Infogunungkidul, PALIYAN, Sabtu Pon--Di tengah-tengah kontroversi pro kontra pemutaran film G30S/PKI dimasyarakat, namun animo warga Padukuhan Lemahbang, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan untuk menonton film pengkhianatan PKI melalui Gerakan 30 September 1965 cukup besar. Lokasi pemutaran film yang dilakukan dibalai padukuhan tersebut, dibanjiri ratusan masyarakat dari berbagai usia, Sabtu (30/09).

Acara nonton bareng (nobar) film G30S/PKI yang diprakasai oleh Ikatan Pemuda Lemahbang (IPL) tersebut, berhasil membius penonton. Ekspresi penonton tampak mulai serius saat film mulai diputar, tayangan adegan penculikan, pembantaian 7 jendral yang di iringi musik yang sangat khas serta suara tembakan merubah ekspresi semua penonton.

Dukuh Lemahbang Sandoyo mengatakan, tujuan di lakukan pemutaran film tersebut untuk memberikan pengetahuan kepada generasi muda dan  mengingatkan kembali sejarah kelam bangsa Indonesia dengan adanya peristiwa Gerakan 30 Sepetember 1965 itu.

"Agar kita semua paham akan bahaya laten komunis dan itu jangan sampai terulang lagi. Sesuai kata Bung Karno kan Jas Merah (Jangan sekali-kali lupakan sejarah," ungkapnya saat ditemui disela-sela pemutaran film.

Sandoyo berharap dengan diputarnya kembali film tersebut dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan jiwa patriotisme dalam menjaga ideologi Pancasila dan keutuhan NKRI dari bahaya laten komunis dalam diri setiap generasi muda.

Sebelumnya, Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo mengatakan, dengan pemutaran film pemberontkan G30S/PKI,  para generasi muda akan mengetahui, kalau negeri ini pernah memiliki sejarah kelam yaitu tindakan upaya makar dan kudeta yang dilakukan oleh PKI. Terlepas adanya pro kontra terhadap benar tidaknya PKI melakukan kudeta, fakta tak terbantahkan akibat tindakan makar mereka beberapa perwira tinggi TNI AD gugur. Dan ideologi komunis memang sangat berbahaya jika dibiarkan hidup dan berkembang di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Reporter : Huri Ananda


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE