• Minggu, 15 Juli 2018
  • LOGIN
Abu Nawas Beda Jauh Dengan Abu Novas

Abu Nawas Beda Jauh Dengan Abu Novas

Infogunungkidul, WONOSARI, Minggu Legi – Dikutip dari https://id.wikipedia.org/wiki/, Abu_Nawas Abu-Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami (756-814),  dikenal sebagai Ab?-aw?satau Ab?-Nuw?s (Bahasa Arab :???????). Dia adalah seorang pujangga  Arab, lahir di kota Ahvaz  negeri Persia.  Darah Arab dan Persia mengalir di tubuhnya.

 

Abu Nawas dianggap sebagai salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Dia digambarkan sosok yang bijaksana sekaligus kocak. Abu Nawas juga muncul beberapa kali dalam kisah Seribu Satu Malam

Dalam salah satu cerita Abu Nawas pernah berpura pura gila karena tidak ingin menjadi kadi (hakim) setelah mendengar wasiat ayahnya. Dia menaiki batang pisang seperti kuda kudaan.

Dia juga sering ditantang oleh raja Harun Al Rasyid maupun oleh teman temanya dengan hal yang aneh, beresiko dan bahkan tidak mungkin terjadi seperti memindahkan istana raja ke bukit, memantati raja dan lain lain.

Malikat penjaga kubur pun hendak ditipu. Dia berpesan, setelah meninggal, dia minta dikafani dengan kain lusuh. Harapannya dia lolos dari pertanyaan kubur, karena kain pembungkus tubuhnya kumal. Tujuannya supaya malaikat menyangka bahwa jasad Abu Nawas bukan jenazah baru.

Di Indonesia ada Abu Anas. Dia tidak secerdik Abu Nawas. Luput digantung di Monas, dia meringkuk di hotel prodeo, setelah divonis Hakim terbukti bersalah, melakukan bancakan uang Wisma  Atlet Hambalang.

Menyusul ada Abu Baru, Abu yang satu ini licin seperti belut. Namanya Setya Novanto. Saya pilih menamainya sebagai Abu Novas.

Dia tergolong orang cerdik namun tidak kocak, Dia ingin mengelabuhi CCTV kosmis (alam raya). Mendekam di rumah sakit mengenakan alat bantu pernafasan adalah cara mujarab untuk menghindar dari jeratan KPK.

Abu Novas tidak menyadari, bahwa CCTV kosmis terus merekam seluruh gerak-geriknya. Kelak, rekaman itu  akan terbuka secara otomatis seperti mekarnya bunga wijaya kusuma.

Sekarang, Abu Novas masih bebas tersenyum. Kelak dia akan terkaget-kaget melihat dirinya dalam keadaan telanjang bulat, sepanjang dia tidak bertobat.

 

Penulis: Bambang Wahyu Widayadi

 

Tulisan di atas adalah opini. Oleh sebab itu penanggungjawab isi keseluruhan bukan pada Redaksi, melainkan pada penulis.

 

 


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE