Kodok Kalung Kupat Nafsu Istri Terlalu Kuat
  • Senin, 20 Agustus 2018
  • LOGIN
Kodok Kalung Kupat Nafsu Istri Terlalu Kuat

Kodok Kalung Kupat Nafsu Istri Terlalu Kuat

Infogunungkidul, Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Menyesalnya Santo, 32, mau jadi suami Sarmini, 40 tak ketulungan. Meski cantik dan menggairahkan, tapi nafsu syahwatnya nggak ada tandingannya. Masak tiap hari minta dilayani berkali-kali. Meski mencoba ditahan-tahankan, akhirnya memilih cerai saja. Memangnya orang tak boleh istirahat apa, tiap hari begituan? Orang Surabaya bilang kodok kalung kupat, awak kuwat boyok sing ora kuwat.

Setiap lelaki selalu mendambakan istri yang cantik dan seksi, sehingga tak jemu-jemu mata memandang sekaligus menggoyang di ranjang. Tapi itu sesungguhnya sekedar “semangat” di awalnya saja. Fakta berbanding terbalik jika sudah syah menjadi pasangan suami istri.

Sebab setelah menjadi suami istri, tadinya yang nampak istimewa menjadi
biasa saja. Yang tadinya menggairahkan, lama-lama jadi menjemukan dan nongol boroknya. Coba bayangkan, ketika suami sudah menjadi jenuh tapi istri selalu “menuntut”, apakah tidak menjengkelkan itu namanya ?

Lelaki mujur-mujur hancur itu di antaranya Santo, warga Wonosari, Gunungkidul. Awalnya dia sangat tertarik pada Sarmini yang cantik, sekel nan cemekel saat bekerja sebagai buruh bangunan di Magelang, Jawa Tengah.

Nafsu manusia itu macam-macam, di antaranya nafsu seks. Porsinya tak selalu sama, ada yang pas-pasan, ada yang overdosis seperti Santo ini. Saking berlebihannya, sehari-hari yang dipikirkannya tak jauh dari selangkangan melulu. Begitu dominannya nafsu yang satu ini, asal melihat wanita cantik dengan bodinya yang seksi, langsung saja nafsunya bangkit. Pendulumnya kontak blip blip blip dan butuh penyaluran.

Mengapa Santo demikian sensitip? Soalnya, dia benar-benar masih perjaka lugu yang setiap melihat perempuan cantik dan seksi, otaknya langsung ngeres dan mesum sekali. Maklum, sejak lulus sekolah hingga bekerja dia tak pernah merasakan enaknya kambon wedokan. Dia membayangkan bagaimana ketika sedang menyetubuhi perempuan itu. Jadi Santo sudah seperti ayam jago, tak boleh melihat babon mulus.

Nah didekat tempatnya buruh bangunan ada Sarmini, wanita cantik matang yang setiap hari glibetan disekitar tempatnya kerja membangun proyek perumahan. Sayangnya, dia sudah menjadi istri orang.  Namun ternyata, di kala rasa keterarikannya disimpan dalam- dalam, eh…..ternyata justru Sarmini yang menawarinya untuk menjadi PIL. Langsung saja dia sendiko dawuh dan mau sekali.

Gila nggak, baru hari itu keduanya menggelar deklarasi tanda siap diajak kencanan, malamnya Sarmini langsung kasih kode mengajak “eksekusi”. Tentu saja Santo yang waktu itu masih jadi perjaka ting-ting langsung ho oh dan semrintil kaya kucing dipameri gereh pindang. Kebetulan waktu itu hubungan Sarmini dengan suami sahnya sedang renggang bahkan pisah ranjang bahkan di ujung perceraian.

Sarmini kesepian, Santo juga jomblo klop deh jadinya. Melihat kondisi keduanya yang demikian, setan pun segera masuk. Ibarat kata simbiosis mutualisme (saling menguntungkan), setan memberikan opsi, bagaimana jika keduanya saling melengkapi. Maksudnya, mereka diminta jadi praktisi selingkuh, untuk menuntaskan birahinya yang sama-sama tertunda.

“Nanti kalian pasti tidak kesepian lagi, deh. Dijamin itu….,” kata setan meyakinkan.

Setan di manapun tidak ada yang bener, tapi nasihat itu ternyata diterima Santo – Sarmini secara aklamasi. Karena mereka sering ketemu, mudah saja setan memberikan fasilitas untuk akses keduanya. Yang terjadi kemudian, manakala sudah sore dan aktivitas pekerjaan sudah usai, Santo justru masuk ke rumah Sarmini. Keduanya lantas buka-bukaan bersama. Sarmini senyum penuh kepuasan dapat perjaka ting-ting, Santo lenggek-lenggek kelelahan dibantai Sarmini yang garangnya minta ampun. Santo yang masih ingusan bak murid PAUD diajari baris sama gurunya.

"Yaak gitu.... Ulangi lagi... Pinteeer !" begitu perintah Sarmini ngaban-abani Santo yang masih bodoh dalam hal begituan.

Sejak itu Santo sering diminta menuntaskan nafsu Sarmini, karena katanya dengan suami yang sekarang tidak memperoleh kepuasan. Klimaksnya, perempuan itu bercerai dari suami dan kemudian beberapa bulan kemudian nikah dengan Santo yang lebih muda. Jadi suami Sarmini memang enak.

Dia punya bisnis warung kelontong yang lumayan laris di kampung tersebut, sehingga tugas pokok Santo selaku suami hanya memuaskan nafsunya di ranjang.

“Nggak usah kerja Mas, yang penting sampeyan rajin minum madu dan gingseng.” Kata istrinya.

Tapi jadi istri Sarmini lama-lama gempor juga. Masak, sudah bukan lagi pengantin baru setiap hari minta dengan jeda satu jam sekali. Siapa yang sanggup ngladeni ? Ternyata suami-suami sebelumnya minta cerai juga karena tak sanggup menandingi hasrat istrinya yang kelewat hypersex itu.

Di sinilah Santo kemudian baru tahu dan mengerti dari bisik-bisik tetangga yang menyatakan bahwa dia merupakan suami yang ke-7. Sial amat. Jokowi jadi presiden RI ke-7 sih enak, karena jadi orang nomer satu se Indonesia. Jadi suami ke-7 apa enaknya? Lama-lama dengkul bisa keropos dibantai di ranjang terus.

Ketika badan sudah capek dan ngantuk, Santo sering menolak permintaan istri yang tak pernah ada habisnya itu. Tapi ancamannya maut juga. Kalau tak mau, biarin nanti ditinggal selingkuh. Sekali dua kali takut juga, tapi akhirnya Santo jadi tak peduli. 

Bahkan beberapa hari lalu dia menggugat cerai ke Pengadilan Agama Magelang sana kemudian pulang kampung ke Wonosari. Di Wonosari kepulangan Santo juga membuat heboh, masak nggak ada hujan ndak ada angin kok ujug-ujug bilang mau cerai sama istri ? Keluarga awalnya kalang kabut, namun begitu mendengar penjelasan Santo yang thiring-thiring akhirnya memaklumi keputusan perceraian itu.

“Kodok kalung kupat Pak Hakim, awakku kuat, boyok sing gak kuat iki,”  keluh Santo kepada majelis hakim PA Magelang.

Pinggang rasanya mau putus ya Mas?
 
Gaib Wisnu Prasetyo
 


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE