• Jumat, 16 November 2018
  • LOGIN
Ketika Pengantin Dibelah Duren Orang Lain

Ketika Pengantin Dibelah Duren Orang Lain

Infogunungkidul, Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Lelaki paling goblok se DIY, mungkin hanya Ngatiran, 33. Masih suasana pengantin baru, tapi dia sibuk kerja dan kerja. Akibatnya, “duren” jatohan miliknya diserobot lelaki lain. Belum sempat belah duren, eeeh durennya dibelah orang. Tapi di depan perangkat desa Sri, 28, sang pengantin wanita beralasan,

“Kami sudah sebulan menikah, sejak Bulan Besar yang lalu lho, tapi sekalipun tak pernah disentuh. Siapa tahan coba ?”

Buat pengantin normal, setelah surat nikah diperoleh dari KUA, target pertama pastilah “serangan umum” non 1 Maret. Begitu pentingnya “mbelah duren”, banyak kini anak muda yang nyolong-nyolong. Meski belum sah sebagai suami istri, sudah “ngebon” duluan. Dan hasilnya banyak kasus nikah di bawah umur. Beda kalau pengantin lelakinya memang LGBT, biar istrinya cantik kayak Dewi Persik tak pernah disentuh sehingga tetap utuh buntelan plastik.

Ngatiran agaknya patut dicurigai sebagai lelaki LGBT. Sebab sejak menikah, dia tidak sempat menyentuh istrinya. Alasannya sibuk kerja, kerja dan kerja. Bayangkan, baru juga kemarin dinikahkan Pak Naib dengan Sri, eeeeh hari selanjutnya sudah langsung pamit kerja ke Semarang. Katanya sih jatah cuti dari Boss-nya hanya 3 hari, jadi hanya cukup untuk nikah itu tok. Padahal sih kalau dipikir-pikir dia bukan anggota Kabinet Kerja-nya Jokowi. Kalau anggota Kabinet Kerja sih nggak apapa, karena presiden selalu bilang: kerja dan kerja!

Padahal Sri istrinya itu tergolong cantik sekali, tapi entah kenapa tak pernah direken oleh Ngatiran. Menganggap suaminya tidak normal, dia kemudian suka curhat lewat WA pada eks kekasih lama yang dikenalnya setahun lalu, Bardi, 30. Sri bilang bahwa rumah tangganya tidak bahagia, karena suami tak pernah memberikan nafkah batin yang menjadi haknya.

“Apa saya harus pakai tenaga outsorching?” keluh Sri.

Kalau soal “tenaga outsorching”, Bardi memang sangat berpengalaman. Sebab dia pernah memiliki seorang istri meski sekarang sudah cerai. Maka akan halnya permintaan tolong si Sri tersebut, dengan senang hati akan membantunya. Selaku investor, dia siap tanam bibit kapan saja, yang penting ada regulasi yang saling menguntungkan dalam proyek kerjasama nirlaba itu.

Bukti nyata kalau Sri tak menampik kehadiran Bardi ini adalah  ketika dia main kerumahnya Sri, pura-pura kemalaman, malah dipersilakan nginep sekalian.

Bak orang ngantuk disorongkan bantal, Bardi tak mau melepaskan kesempatan emas itu. Dia yang awalnya tidur di kamar sendiri, diam-diam menyusul tidur di ranjang yang sama dengan Sri. Tidur berdua tak ada penolakan, akhirnya Sri yang pengantin baru itu ditidurinya sekalian. Ternyata si Sri malah merem melek keasyikan di belah duren sama Bardi yang nyata gagah perkasa.

Demikianlah, selama Ngatiran kerja di luar kota, hari-hari kosong itu Bardi lah yang mengisinya. Dia memberikan pelayanan paling prima dan Sri menerimanya dengan sejuta kepuasan. Paling senang tentu saja Bardi. Sebab bila taksi konvensional hanya memberikan ongkos nol rupiah hanya sehari, dia kapan saja pakai Sri bisa bebas pulsa.

Baru kira-kira seminggu Bardi jadi suami Plt (Pelaksana Tugas), tiba-tiba Ngatiran telepon istri bahwa mau pulang. Tapi ternyata Sri justru melarangnya, jangan pulang dulu. Tentu saja Ngatiran jadi curiga, sehingga dia minta tolong tetangga untuk mengawasi gerak-geriknya. Hari berikutnya ternyata sudah ada perkembangan. Sri digerebek warga bersama Bardi dalam kondisi sama-sama bugil.

Ngatiran buru-buru pulang dan siap menceraikan istrinya, secara terbuka dia mengakui menikah dengan Sri atas dasar dijodohkan orang tua dan bukan karena cinta. Akan halnya Sri, di depan Pak Aman Desa dia beralasan bahwa suaminya pastilah penderita LGBT. Sebab menikah hampir sebulan sama sekali tidak pernah disentuh.

“Saya sudah pakai baju yang merangsang, tapi suamiku tak tergerak juga. Mungkin gendakannya Si Ipul yang sekarang dipenjara itu kali ?” Keluh Sri.

Sebelum menikah apa belum sempat testing modulasi ?

Penulis: Gaib Wisnu Prasetyo


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE