Cupu Panjolo Bagian Dari Budaya, Meskipun Cuaca Hujan Pengunjung Diperkirakan Membludak
  • Senin, 20 Agustus 2018
  • LOGIN
Cupu Panjolo Bagian Dari Budaya, Meskipun Cuaca Hujan Pengunjung Diperkirakan Membludak

Cupu Panjolo Bagian Dari Budaya, Meskipun Cuaca Hujan Pengunjung Diperkirakan Membludak

Infogunungkidul, PANGGANG, Senin Wage--Pembukaan Cupu Panjolo menjadi bagian budaya yang terus dilestarikan oleh masyarakat setempat bersama pemerintah desa maupun kecamatan mampu menjadi medan magnet menarik kalangan publik dari segala penjuru. Meskipun cuaca hari ini Senin (16/10), Kecamatan Panggang dan sekitarnya mendung disertai hujan ringan, namun diperkirakan pengunjung tetap membludak. 

 
Sutarpan, Kepala Desa Girisekar Kecamatan Panggang menjelaskan, prosesi pembukaan Cupu bukan hanya sekedar ritual adat yang telah dilaksanakan turun temurun,  lebih dari itu pembukaan Cupu menjadi bagian budaya.
"Pemerintah Desa Girisekar telah menjadikan prosesi pembukaan Cupu Panjolo menjadi bagian budaya, oleh karenanya sekemampuan desa kita anggarkan alokasi dana untuk terlaksananya acara nanti malam, meskipun jumlahnya belum seberapa," papar Sutarpan. 
Lebih lanjut dia menyampaikan, Desa Girisekar sebagai desa budaya disetiap tahunnya ada dua agenda besar terkait budaya ataupun ritual adat yang telah turun temurun pelaksanaannya. Selain agenda pembukaan Cupu Panjolo juga ada agenda Sedekah Labuh.
"Untuk Sedekah Labuh dilaksanakan pada hari Senin Pahing sedangkan bukaan Cupu Panjolo Selasa Kliwon,  jeda waktunya hanya satu minggu," jelasnya. 
Sementara itu Camat Panggang, A. Gunawan, S. Sos, MM menyampaikan prosesi pembukaan Cupu Panjolo merupakan warisan budaya yang wajib dilestarikan keberadaannya hingga kapanpun. 
 
Menurut Gunawan, Cupu Panjolo menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luar Gunungkidul untuk semakin mengenal ragam budaya serta adat beragam yang ada di Bumi Handayani. 
"Peran dari Pemkab sangat positif karena ini menjadi bagian budaya khas Gunungkidul," jelasnya. 
Dalam menanggapi hasil pralambang atau simbol yang tertera pada lembaran pembungkus Cupu Panjolo, Gunawan berpesan agar senantiasa memandang secara positif serta tidak berlebihan mentafsirkan. 
"Yang terpenting masyarakat diberikan rasa ayom ayem tentrem jiwa lahir dan batin serta senantiasa percaya kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa," tambahnya. 
Baik Sutarpan maupun Gunawan berharap agar prosesi pembukaan Cupu Panjolo tahun ini dapat berjalan lancar, serta pengunjungnya lebih meningkat daripada tahun-tahun sebelumnya. 
 
Ritual prosesi pembukaan Cupu Panjolo akan dilaksanakan malam ini, bertempat di kediaman Dwijo Sumarto Padukuhan Mendak Desa Girisekar Kecamatan Panggang. 
 
Reporter: Agus SW
 


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE