• Sabtu, 22 September 2018
  • LOGIN
Jaran Goyang, Modal Montir Menggoyang Istri Juragan

Jaran Goyang, Modal Montir Menggoyang Istri Juragan

Infogunungkidul, Ono-Ono Wea (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Agaknya Supomo 40, ini punya aji pengasihan yang sangat mustajab. Jadi montir di bengkel, justru dia sering “menservis dan menggoyang” istri bossnya yang notabene pemilik bengkel. Berulang kali pindah bengkel dan ganti majikan, penyakit lamanya kambuh. Nining, 36, selaku istrinya tentu saja sering jadi beban mental kena labrak dari berbagai pihak. Tak tahan stress dengan ulah crongoh suaminya, akhirnya minta cerai ke Pengadilan Agama.

Orang Jawa punya kepercayaan, aji pengasihan seperti Semar Mesem, dan Jaran Guyang bisa bikin wanita terkiwir-kiwir cintanya. Meski awalnya perempuan itu tidak tertarik bahkan membenci, begitu kena tembak Jaran Guyang, langsung bertekuk lutut, berbuka paha dan diajak bergoyang icik-icik ehem diatas ranjang. Perempuan yang awalnya ogah ah bahkan meludah saat dibajul, akhirnya malah jadi ah uh ah ahhhhh…….

Supomo warga Gunungkidul ini rupanya memiliki ajian semacam itu. Sejak masih sekolah di STM dahulu dia sudah doyan klenik dan tirakat. Maka tak heran hidup Supomo terus menerus kepomo (beruntung). Wanita cap apapun, dari etnis manapun, asal mau bergaul sama dia, pada akhirnya mesti digauli pula. Tak peduli itu istri majikan, Sales Promotion Girl yang bahenol bahkan pembantu rumah tanggapun asal menarik pasti disikat dan digoyang juga.

Apa lagi selama ini Supomo ini berprofesi sebagai montir mobil handal yang kerjanya pindah-pindah melulu.  Jadi semakin sering dia pindah juragan, semakin sering pula dia “menservis dan ngobok-obok” onderdil bini pemilik bengkel.

“Karena sasaran terdekat dan terenak juga hanya itu. Tahu sendiri kan ? Istri Boss bila sudah terkintil-kintil sama saya apapun pasti diberikan,” kilah Supomo mencari pembenaran.

Dan memang benar, gara-gara sering kelonan dengan istri si Boss, Supomo memiliki segalanya. Mobil punya, motor keluaran terbaru, rumah lumayan waah untuk ukuran montir plus istri yang secantik bidadari.

Di Provinsi DI Yogyakarta, nama Supomo memang sudah kartu mati di kalangan dealer dan bengkel mobil. Baik itu dealer besar maupun bengkel rumahan sudah kapok mempekerjakan dia. Karena barang siapa mempekerjakan Supomo, pasti akhirnya bini pemilik bengkel bahkan babunya sekalian yang kena piston seker-nya Supomo yang konon kelewat dahsyat jumbonya maupun daya dobraknya.

Meski hanya jebolan STM swasta, kepiawaian Supomo dalam hal bongkar pasang mesin mobil tak perlu diragukan. Maka semenjak lulus sekolah dia langsung diterima kerja di Dealer Resmi mobil merk kondang di Kota Yogyakarta. Bertahun-tahun dia dipercaya sebagai teknisi handal di dealer tersebut hingga disekolahkan ke pusat perusahaan perakitan mobil sehingga mengantongi ijazah montir kelas mahir alias profesional.

Namun kebaikan sang Boss dealer yang menyekolahkannya hingga ahli dibalas dengan air tuba. Istri sang boss yang bernama Cik Wulan 35, disikat sama Supomo. Saat skandalnya terbongkar, dia langsung dipecat dengan tidak hormat. Usut punya usut, ternyata tak hanya istri si Boss yang ditunggangi Supomo, beberapa SPG dealer yang rata-rata cantik lebih dari selosin yang termehek-mehek kena gada nenggalanya Supomo. Termasuk Nining yang kemudian dinikahi Supomo secara sah di KUA. Nining adalah primadona SPG mobil yang terkintil-kintil jaran guyangnya Supomo. Tahu sendirilah kualitas SPG mobil dealer besar, pasti point diatas 7 kalau dinilai angka.

Usai dipecat dari delaer besar, Supomo lantas berpindah-pindah bengkel mobil di seputaran Yogyakarta. Namun rata-rata tak bertahan lama, skandal dengan istri majikan selalu terulang dan terulang hingga berujung PHK. Nining yang saat itu sudah memiliki momongan bisanya hanya mengelus dada melihat ulah Supomo.

Karena di Yogya sudah tidak ada bengkel yang sudi mempekerjakan dia, agar bisa tetap ngempani anak bini Supomo harus mencari kerja di luar kota. Supomo yang memang piawai dalam urusan mesin mobil, pasti cepat dapat majikan baru.

Supomo akhirnya pindah kerja di bengkel lumayan besar daerah Madiun, Jawa Timur. Seminggu sekali baru dia bisa pulang ke Gunungkidul untuk setor benggol dan bonggol kepada Nining. Celakanya, di kala “kepengin” di perantauan, dia cari sasaran lain dan justru bini majikannya yang diincer. Karena Supomo memang pintar merayu, perempuan itu kemudian pasrah saja dijadikan pelampiasan nafsunya. Diakui atau tidak, bini juragan kan rata-rata juga cantik jelita. Tapi setelah ketahuan, hanya sebulan kerja sudah dipecat tanpa pesangon.

Supomo pindah lagi di bengkel lain, masih seputaran Magetan-Madiun juga. Di sini lumayan betah sampai dua tahun. Tapi selama itu pula istri juragan kembali dikerjain habis-habisan di ranjang. Paling tidak seminggu dua kali Sarju berhasil menservis bini juragan bengkel itu, lengkap tune up dan sporing balancing. Tak hanya itu, pembantu rumah tangga sang juragan yang masih kinyis-kinyis diembat juga.

Akhirnya karena ketahuan ndemeni bini majikan, kembali Supomo dipecat tanpa pesangon. Pindah lagi Supomo di bengkel lain, kembali dia juga ngerjai bini majikannya. Selama ini tak pernah ada Boss bengkel yang membawa kasus ini ke polisi, karena pemilik bangkel bisa kena malu besar. Apalagi jika sampai masuk pemberitaaan media massa kan bisa merusak citra dan nama baik bengkelnya.

Bila pemilik bengkel rata-rata sabar dan hanya bisa grundelan campur misuh dengan ulah Supomo, beda dengan istrinya si Nining. Capek dia bila sebentar-sebentar didatangi orang gara-gara suami terlibat urusan selangkangan. Kenapa masalahnya seputar ituuuu melulu ?

Jawab Supomo enteng saja, “Pas saya pengin kok dia mau, ya kenapa tidak? Nolak rejeki kan nggak baik. Ingat Dik, mosok kucing ditawari gereh kok nggak mau ? Kucing goblok itu namanya, demikian juga aku ini,” begitu dalihnya.

Tak mau stress berkepanjangan, akhirnya dia mengajukan gugat cerai ke Pengadilan Agama. Alasannya, suami kadung jadi perusak rumahtangga orang. Bila dipertahankan, rumahtangga takkan nyaman dan bahagia. Maka mending pecah kongsi sajalah. Supomo sendiri saat dipanggil sidang hanya bisa bilang,

“Sebetulnya saya masih sayang sama istri. Tapi kalau dia maunya cerai mau bagaimana lagi ? Patah satu tumbuh seribu,”

Sayang sama istri tapi kok goyangnya ke perempuan lain?

Penulis: Gaib Wisnu Prasetya

 


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE