• Sabtu, 17 November 2018
  • LOGIN
Penegakan HAM di Gunungkidul Tak Boleh Melanggar HAM

Penegakan HAM di Gunungkidul Tak Boleh Melanggar HAM

Infogunungkidul, WONOSARI, Jumat Pon – Rejim otoriter Orde Baru runtuh berganti era reformasi. Tuntutan  terhadap penyelesaian berbagai pelanggaran HAM makin menguat. Salah satu instrumen penting yang lahir dalam masa reformasi ini adalah munculnya mekanisme penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia melalui Pengadilan HAM.

“Pemenuhan hak asasi itu vital, tetapi dalam hal pemenuhannya tidak bisa dilakukan dengan cara melanggar HAM,” ujar Suraji Noto Suwarno, SH, MH.

Pernyataan Ketua Dewan Pembina Yayasan IKI Generasi, Suraji Noto Suwarno itu muncul dalam diskusi dan penandatanganan piagam bersama anatra Biro Dukungan Penegakan Hak Asasi Manusia dengan Yayasan IKI Generasi, di Resto Omah Kampung (19/10) kemarin.

Diskusi soal penerapan HAM di Gunungkidul disemarakkan Karang Taruna, pelajar, mahasiswa, anggota IKI Generasi serta sejumlah pegiat sosial se Gunungkidul.

Disamping Suraji Noto Suwarno, IKI Generasi menurunkan narasumber Agus Mantara, Ketua Karang taruna  Gunungkidul, Perwakilan KOMNAS HAM RI Otto Nur Abdullah serta Kabiro Dukungan Penegakan HAM, Johan Effendi.

Sosialisasi penegakan HAM di Gunungkidul dimulai pukul 10.00 berakhir jam 13.15 WIB. 

Reporter: Gaib WP


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE