• Senin, 22 Oktober 2018
  • LOGIN
Bantuan Sosial: Strategi Jitu Titiek Soeharto Meraih Simpati

Bantuan Sosial: Strategi Jitu Titiek Soeharto Meraih Simpati

Infogunungkidul, PATUK, Sabtu Wage – Menurut  para pengamat, Keluarga Cendana yang super aktif di dunia politik hanya satu, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto). Dalam hal mengatur strategi, Politisi Golkar, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI yang lahir di Semarang 14 April 1959 ini mewarisi kemampuan sang ayah, Soeharto Presiden RI ke 2.

Seperti pernah dipaparkan pakar sejarah dan politik Indonesia Benedict Anderson, kekuasaan Soeharto itu ibarat lampu penerang (lampu senter). Di pangkal cerah, pada ujung melemah.

Untuk mempertahankan energi (kekuasaan), dibutuhkan satu atau dua tambahan lampu senter, demikian Benedit Anderson menamsilkan.

Siti Hediati Hariyadi mewarisi kemampuan itu. Di Propinsi DIY dia memasang Slamet, S.Pd. MM, di DPRD Gunngkidul ada Sarjono Wiryo.

“Tidak sebatas memperpanjang lampu senter, secara informal daya endus sosialnya melebihi sang ayah,” komentar Jaka Priyatma, pengamat politik asal Patuk (21/10).

Selama dua atau tiga bulan ke depan Kader Golkar seperti Slamet dan Sarjono diminta menjaring desa di Gunungkidul yang memiliki potensi sumber air untuk dibantu sumur bur.

Di dalam catatan Titiek Soeharto, 66 desa yang tersebar di 10 kecamatan membutuhkan bantuan air bersih. Dia tidak mau capek dengan urusan droping.

“Persoalan air bersih harus diatasi secara realistik, dan tidak berulang-ulang,” tandas Titiek melaui jubirnya, di Ngembes, Pengkok, Kecamatan Patuk.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun media, jadwal Sabtu, 21 Oktober 2017, 10  tangki air bersih dikirim ke Desa Pengkok dan Putat.

Kiriman itu menyasar RT 02 di rumah Subar dan Widodo, RT 03  rumah Ari, RT 04 rumah Zainal, RT  di rumah Ngadimin,  padukuhan Ngembes serta RT 27 di rumah Pak Man, padukuhan Ngrancahan, Desa Pengkok.

Sementara 4 tangki yang lain dikirim ke Nglangon RT 40 RW 09 di rumah, Ana, Seman, Wagimin serta Oka, Dusun Putat 1, Desa Putat, Kecamatan Patuk.

Reporter: Agung Sedayu


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE