• Jumat, 19 Oktober 2018
  • LOGIN
Kripik Pisang Raja Putri Laku Keras di Australia

Kripik Pisang Raja Putri Laku Keras di Australia

Infogunungkidul, GEDANGSARI, Senin Legi–Pemasaran pisang raja secara online, dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Mertelu membuahkan hasil. Kripik Pisang khas Mertelu merebut perhatian pengusaha negeri Kanguru, Australia. Mulai November 2017 BUMDes ditantang mengirim kripik 420 ton per bulan.

Tugiman, Komisaris BUMDes Desa Mertelu mengatakan hal di atas, di area pabrik pisang, Minggu (22/10).

Dia menjelaskan BUMDes awalnya hanya memiliki kekuatan mengirim 1,5 ton sampai 2 ton per bulan, ke 10 kota besar di Indonesia.

Mulai bulan November 2017 ada permintaan ke Australia, per hari 14 ton kripik pisang tanpa bumbu (original).

“Pengemasan serta pemberian bumbu akan dilakukan rekanan dari Australia,” jelas Tugiman

Menurutnya telah ada kesepakatan harga, tinggal penandatangan perjanjian kerjasama antara BUMDes dengan rekanan dari luar negeri.

Berbicara masalah bahan baku, Tugiman yang sekaligus Kepala Desa Mertelu, memilih menggandeng pedagang dari desa tetangga se kecamatan Gedangsari.

Dengan berdirinya pabrik pisang, dia menyebut, Desa Mertelu memiliki dua keuntungan. Pertama warga memperoleh lapangan kerja, kedua petani bisa menjual pisang dengan harga memadai.

“Pisang Rojo putri atau Rojo Bandung di pasaran bebas terlalu murah. Di BUMDes, kami beli Rp 1.800,00 hingga  Rp 2.000,00 per kg,” tegasnya.

Reporter: W. Joko Narendro


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE