• Sabtu, 22 September 2018
  • LOGIN
Belum Resmi Janda, Sudah Ngos-Ngosan Dengan Lelaki Bekas Tetangga

Belum Resmi Janda, Sudah Ngos-Ngosan Dengan Lelaki Bekas Tetangga

Infogunungkidul, Ono-Ono Wea (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Betapa bahagianya menjadi perempuan cantik. Seperti Sari 30, ini misalnya, baru hampir jadi janda saja sudah banyak yang mengubernya. Celakanya, belum juga putus proses perceraian dengan suami di PA Wonosari kelar, dia sudah melayani hubungan intim pemuda bekas tetangga dulu. Tentu saja suaminya tak terima dan lapor polisi.

Kecantikan wanita atapupun pria itu sesungguhnya sangat relatif. Bagi istri atau suaminya, kelebihan wajah dan bodi pasanganya itu dianggap biasa saja. Sebab dia sudah tahu persis aslinya luar dan dalam. Tapi bagi pihak lain, melihat kecantikan istri orang masih tertegun-tegun, dan kemudian membayangkan yang enggak-enggak.

“Andaikan bisa, dialah putri idamanku. Bersuamikan Untoro, Sari ibarat sego pulen dipangan kere. Blas ra patut,” katanya penuh sanjungan.

Sari warga dekat pantai selatan Gunungkidul, memang sosok wanita yang cantik nan seksi. Ibarat artis, dia mirip Nella Kharisma sang pelantun Konco Mesra. Tapi bagi suaminya, Untoro, 48, sosok Sari biasa-biasa saja tuh. Soalnya, dia sudah menyaksikan dan merasakan wanita itu secara luar dalam dan mendalam. Ketika tidur, ketika nungging, semua sudah diketahui, jadi tak ada lagi hal yang istimewa dari sosok Sari dimatanya.

Usia pasangan suami istri ini memang njomplang. Bayangkan 30 lawan 48, tekor 18 tahun. Itu artinya, ketika Untoro sudah menjadi remaja ABG siap kawin, Sari baru saja lahir ke dunia. Jangan-jangan Untoro dulu sudah pesen sama babe-enyaknya Sari.

“Tolong bikinkan anak perempuan, nanti akan saya kawini sendiri.”

Namanya juga sekedar berandai-andai, jadi tak bisa diyakini kebenarannya. Yang jelas, lama-kelamaan Sari jadi jenuh punya suami yang tak sebanding itu. Dalam kasih sayag suami istri misalnya, Untoro sudah tak bisa mengimbangi goyang maut istrinya.

Ibarat main badminton, Sari mengharapkan dapat smash-smash tajam menukik hingga membuat pontang panting kelelahan, tapi Untoro meladeni dengan back hand melulu. Namanya juga sudah tua, sehingga bolanya malah lebih sering nyangkut di net.

Ibarat mobil, Untoro sudah kelewat udzur. Diajak ngebut malah macet, kena tanjakan malah olie-nya rembes dan meluber kemana-mana. Justru bikin kotor jalan saja kan ? Salah-salah malah membahayakan pengguna jalan lain itu.

Ditambah secara ekonomi Untoro tak lagi mendukung, sehingga Sari merasa tak ada lagi yang bisa diharapkan dari sosok lelaki satu ini. Baik onderdil maupun materil sama payahnya, tak ada nilai plusnya sama sekali. Apalagi selama 5 tahun berumah tangga dapatnya Cuma keringetan doing, wong faktanya nggak ada anak yang lahir dari buah perkawinan mereka.

Maka mumpung masih muda, Sari ingin segera pecah kongsi dan jalan sendiri-sendiri saja. Sari memang optimis, dalam waktu cepat pasti akan dapat suami baru, yang baik tongkrongan maupun tangkringannya memadai.

Sebetulnya Untoro keberatan, tapi karena istri mendesak terus, akhirnya dipersilakan saja menggugat cerai ke Pengadilan Agama. Dan inilah celakanya, baru beberapa kali sidang dan belum divonis cerai oleh Hakim, Sari sudah melangkah jauh ke depan. Maksudnya, dia sudah berani pacaran dengan lelaki lain, namanya Gatot, 26.

Yang menarik, ternyata lelaki perjaka ini dulu pernah bertetangga. Ternyata dia dulu juga pernah naksir Sari, tapi karena sudah jadi milik orang, Gatot tak berani mendeklarasikan cintanya. Seiring dengan pekerjaan di wilayah Sleman, mengharuskan Gatot kost di wilayah kabupaten lain. Cinta Gator atas Sari berangsur hilang dengan sendirinya.

Ee, kok sekarang ketemu lagi saat Sari cari kerja di Yogya. Tahu Sari sedang proses cerai, dia memberanikan diri untuk mendekati. Ternyata calon janda ini memang juga memberi hati, maka meski belum suami istri, keduanya sering masuk hotel untuk berhubungan intim bak suami istri. Mungkin ini tahap penyesuaian, atau test drive alias uji coba ibaratnya orang beli mobil.

Dan hasilnya memang temonjo tenan, Sari dibikin termehek-mehek otot kawat balung besinya si Gatot. Dasar lakinya masih lebih muda, mintanya tambah melulu hingga Sari kewalahan dan lemah lunglai. Ini baru uji coba, Gatot ternyata gagah perkasa bak Raden Gatotkaca.

Entah sudah berapa kali berbuat mesum, lama-lama Untoro tahu istrinya punya gendakan lain. Saat keduanya kencan di rumah kos-kosannya Gatot, Untoro mengajak polisi sektor terdekat untuk menggerebeknya. Keduanya baru saja menyelesaikan ronde kedua tanpa partai tambahan. Dalam pemeriksaan polisi Sari mengakui, baru 3-4 kali berhubungan intim bersama pemuda ganteng bekas tetangga itu.

Tiga empat kali, atau tiga puluh empat kali?

Gaib Wisnu Prasetya


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE