• Rabu, 18 Juli 2018
  • LOGIN
RS PKU Muhammadiyah Wonosari Bantah Berlakukan Pasien Diskriminatif

RS PKU Muhammadiyah Wonosari Bantah Berlakukan Pasien Diskriminatif

Infogunungkidul, WONOSARI, Rabu Pon-Rumah Sakit Muhammadiyah Wonosari membantah diskriminatif dalam melayani pasein yang menggunakan BPJS. Rumah sakit hanya menjalankan sesuai prosedur. Pasien sudah dipertemukan dengan pihak rumah sakit dan BPJS.

Tugiyo 35, warga RT 04/01 Padukuhan Mertelu,Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari merasa kecewa ketika beberapa waktu yang lalu dirawat di Rumah Sakit yang beralamat di jalan Ki Demang Wonopawiro, RT 07/07, Kemorosari II, Piyaman, Wonosari ini. Pasalnya dirinya ketika dirawat tidak bisa menggunakan kartu BPJS, alasanya harus ada surat rujukan dari Puskesmas.  Sedangkan ada pasien lain yang tidak membawa surat rujukan bisa diterima BPJS nya. Pihak rumah sakit melalui Kepala Bagian administrasi dan umum, Guntur Bayu Murti mengklarifikasi, terkait dengan kesalahpahaman tersebut. 
"Kebetulan hari Selasa kemarin sudah kita pertemukan antara keluarga pasien didampingi TKSK Gedangsari, pihak rumah sakit dan petugas BPJS," jelas Guntur.
Menurut Guntur, dalam pertemuan itu dijelaskan, pasien walaupun masuk UGD tetapi dari analisa dokter belum kategori kegawatdaruratan kalau minta dirawat tidak bisa menggunakan kartu BPJS, terkecuali ada surat rujukan dari Puskesmas.
"Tugiyo menurut dokter tidak masuk kategori kegawatdaruratan," jelasnya.
Dikatakanya, pihak rumah sakit sudah menyarankan untuk rawat jalan dulu, sambil minta surat rujukan, baru bisa dirawat, itupun harus lewat pemeriksaan di poli dulu, prosedurnya memang harus begitu. 
 
Terakait dengan pasien yang langsung bisa dirawat dengan menggunakan BPJS tanpa harus menggunakan surat rujukan itu yang sudah kategori kegawatdaruratan. Seperti kasus Diyono 70, warga Desa Hargomulyo, Gedangsari.
"Kasusnya sesak nafas akut dan harus segera ditangani rawat inap. Sama-sama masuk UGD tetapi belum tentu masuk kategori kegawatdaruratan, jadi tidak ada unsur diskriminatif," bantah Guntur.
Diakuinya dalam pertemuan kemarin, pasien minta uangnya untuk dikembalikan, tetapi pihak rumah sakit tidak bisa memenuhi permintaannya.
"Kita hanya menjalankan prosedur yang ada baik dari BPJS ataupun dari RS," tambahnya.
Namum dalam pertemuan tersebut menurut Guntur sudah tidak ada masalah.
"Pihak pasien sudah minta maaf, kalau ada kesalahpahaman," pungkasnya.
Reporter: W. Joko Narendro.


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE