• Minggu, 21 Oktober 2018
  • LOGIN
Air Limbah Dibuang ke Laut Pantai Tak Nyaman, Wisatawan Mengeluh

Air Limbah Dibuang ke Laut Pantai Tak Nyaman, Wisatawan Mengeluh

Infogunungkidul, TEPUS, Kamis Wage—Air limbah hitam pekat dan bau, diduga berasal dari pembibitan/ pembudidayaan udang di dekat area pantai dikeluhkan wisatawan. Air limbah tersebut sangat keruh, berbau menyengat, dan diindikasikan mencemari ekosistem air laut, serta menganggu kenyamanan pengunjung pantai dalam berwisata.

Ihwal terungkapnya permasalahan ini, berawal dari postingan Susi Kusna P mengungkapkan keluhannya, di laman Facebook.

“Lokasi Pantai Somandeng sebelah barat Pantai Indrayanti. Bagi yang tahu kenapa air limbah dibuang ke pantai ya ? Sampai hitam keruh seperti itu ? Dan limbah tersebut menimbulkan bau menyengat. Apa tidak mengganggu ekosistem laut ? Dan pastinya mengganggu kenyamanan pengunjung karena baunya. Limbah apakah itu ?” tanyanya.

Postingan Susi Kusna kemudian di repost ulang Sofyan di ICG (Info Cegatan Gunungkidul) dan mendapatkan banyak tanggapan dari netizen.

Agus Priyanto, SH MM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul begitu mendengar ada informasi ini segera menerjunkan petugas untuk melakukan pemantauan lapangan.

“Informasi lapangan, limbah itu berasal dari karantina bibit udang utara resto Indrayanti di Pulang Sawal. Akan segera kami kirim surat himbauan menyeluruh tentang limbah,” jawab Agus.

Terkait siapa pemilik usaha karantina udang tersebut, Agus mengaku belum jelas dan pihaknya mengaku masih akan mempelajari terlebih dahulu. Adakah pelanggaran aturan maupun kandungan zat berbahaya yang kemungkinan masuk ke laut lepas.

Sementara itu Yani Hadi, pengelola Hotel Cemara Udang yang berada di Pantai Somandeng mengakui pihaknya bekerjasama dengan perusahaan PT Matahari Sakti di Surabaya dalam usaha pembibitan dan tambak udang. Usaha pembibitan udang sudah berjalan selama belasan tahun namun sempat vakum di tahun 2012.

“Ini baru jalan lagi dan belum ada 2 bulan setelah vakum sejak 2012. Jadi saya pastikan kita belum membuang limbah ke laut, sebab pembuangan limbah itu hanya saat panen setelah umur udang 6 bulan,” katanya.

Yani tidak membantah bahwa setiap melakukan panen, air limbah dari budidaya udang memang disalurkan ke laut lepas. Dasar dia membuang limbah ke laut, konon sudah mendapat restu dari Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan sebelum berubah menjadi Dinas Lingkungan Hidup.

“Semua tambak udang dimanapun kan limbahnya dibuang ke laut. Hanya saja sebelum dibuang sudah melalui filter. Airnya saja kita lab-kan dulu ke Dinas Kesehatan kok. Kalau masalah bau, dimanapun yang namanya limbah tetap bau,” urai Yani.

Namun untuk kasus yang diunggah Susi Kusna P, Yani menduga adanya pihak atau kelompok masyarakat yang menumpang membuang limbah ke dalam saluran penampungan limbah milik mereka.

“Kan masyarakat banyak yang punya kamar mandi, namun nggak punya tampungan. Dan saya cuma mendengar saluran kami itu dijebol dan ditumpangi limbah kamar mandi. Itu adanya di sebelah timur,” lanjutnya.

Menurut Karsi, Ketua Kelompok Masyarakat di Pantai Somandeng membantah jika air limbah hitam pekat yang mengalir ke laut berasal dari limbah kamar mandi.

“Itu kemarin ada mbak-mbak yang nanya ke saya, kok ada limbah hitam pekat mengalir ke laut. Saya pastikan asalnya dari tambak udang. Saya pernah kerja disana lama, dulu miliknya Pak Budi namun sekarang disewakan ke pihak lain. Siapa sekarang pemiliknya, saya tidak tahu,” jawab Karsi.

Lebih lanjut Karsi menjelaskan, limbah cair dari tambak udang disalurkan dengan gorong-gorong lewat bawah tanah yang ujungnya langsung mengarah ke laut lepas. Sehingga air limbah hitam pekat dan berbau langsung mengarah ke samudera. 

Apapun alasanya pembuangan limbah ke laut jelas merugikan kepentingan umum, wisata turut dirugikan. Hal ini dapat berdampak para wisatawan jera berkunjung ke Pantai sawal (Indrayanti), Somandeng maupun pantai-pantai disekitarnya. Tentu butuh ketegasan para pemangku kebijakan.

Gaib Wisnu Prasetya


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE