• Jumat, 20 Juli 2018
  • LOGIN
Bahasa Indonesia Bahasa Budaya, Mengapa Dicederai

Bahasa Indonesia Bahasa Budaya, Mengapa Dicederai

Infogunungkidul, WONOSARI, Sabtu Legi–Delapanpuluh sembilan tahun (1928-2017) Pemuda Indoneseia berikrar, menjunjung tinggi Bahasa Indonesa. Sepanjang sejarah, sumpah tersebut masih tercederai. Dalam menggunakan bahasa Indonesia sehari-hari, sebagian besar penduduk negeri ini secara sengaja lebih suka menyelipkan kosa kata bahasa asing (Inggris), meskipun kata semakna dalam Bahasa Indonesia tersedia.

Semalam, sebuah stasiun tv swasta nasional mengupas Sumpah Pemuda 2017. Tajuk yang dipilih Memaknai Sumpah Pemuda Zaman Now.

Jutaan pemirsa paham, bahwa yang dimaksud dengan zaman now tidak berbeda dengan zaman sekarang. Sulit dipahami, apa alasan penggunaan kosa kata sekarang diganti dengan now.

Seorang politisi menyebutkan, Presiden Joko Widodo fine-fine saja. Pertanyanannya, apa susahnya kata fine-fine itu diganti dengan baik-baik.

Contoh lain ditemukan pada undangan tidak resmi karena hanya melaui pesan singkat. Tertulis begini: peserta diskusi harus hadir on time. Diperkirakan, pengirim pesan sengaja menghindari kata tepat waktu, untuk sebatas ingin disebut gaul (moderen).

Parah, bahkan makin runyam, ketika mengamati kecintaan terhadap Bahasa Indonesia di kalangan kaum muda. Mereka mengkespresikan cinta, tidak mau menggunakan  bahasa sendiri. Remaja pasti memilih I love you.

Pada peringatan ke 89 Sumpah Pemuda, semua patut merenung, benarkah Bangsa Indonesia mencintai Bahasa Indonesia. Sepanjang kosa kata dalam Bahasa Indonesia ada, dalam berkomunikasi tidak perlu menyelip-nyelipkan bahasa asing.

Penulis: Bambang Wahyu Widayadi


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE