Playboy Cap Kampak, Kakak Diembat Adiknya Disikat
  • Senin, 20 Agustus 2018
  • LOGIN
Playboy Cap Kampak, Kakak Diembat Adiknya Disikat

Playboy Cap Kampak, Kakak Diembat Adiknya Disikat

Infogunungkidul, Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Tidak mudah mendapatkan dua gadis cantik sekaligus, kakak beradik pula. Tapi Murjani 34, dari Wonosari bisa. Dalam sebulan, dua kakak beradik Puspa 22, dan Ismi 18, bisa digauli bergantian hanya modal rayuan gombal. Tapi Don Yuan alias Playboy cap kampak ini akhirnya tertangkap orangtuanya dan jadi urusan polisi di Jakarta.

Dalam urusan mendapatkan jodoh, tiap lelaki punya bakat masing-masing. Ada yang sampai usia kepala tiga tak kawin-kawin, karena susah mendapatkannya. Tapi sebaliknya, banyak pula yang baru berusia di bawah 25 tahun sudah bisa ngrentengi cewek dengan segala aktivitasnya. Ada yang modal benggol baru dapat bonggol, tapi banyak pula yang modal bacot ceweknya sudah bererot.

Murjani warga Gunungkidul, ternyata termasuk lelaki yang berbakat seperti Raden Harjuna dalam kisah pewayangan. Jangankan anak-anak wayang tokoh kelas bawah, selagi putri para dewa saja berhasil dipersuntingnya. Padahal yang namanya Harjuna ini, bisanya hanya nyetrom doang, habis itu ditinggal pergi sampai kemudian tiba lakon

“Si anu takon bapa”, dan seterusnya.

Sebetulnya di rumahnya Wonosari ini sudah punya anak bini. Tapi seleranya akan perempuan begitu tinggi. Bini di rumah dianggapnya ikan asin belaka, di mana enaknya ketika perut sudah betul-betul lapar. Kalau bisa, cari di tempat lain, yang bisa menawarkan menu istimewa seperti gudeg ayam komplit dan sop buntut, atau tongseng kambing. Katanya, menu di tempat lain itu rasanya nendang sekali.

Namun berhubung perekonomian rumah tangganya compang camping lantaran kerjanya serabutan, maka dia terpaksa memendam hasratnya untuk berfoya-foya mengumbar nafsu asmara. Bagaimana mau medok, wong faktanya seminggu kerja sebulan libur ? Untunglah belum lama ini dia dicangking Pakliknya untuk kerja buruh bangunan proyek di Ibukota. Harapan dapur tetap ngebul dan kendil tidak nggoling terbentang di depan mata, namun disisi lain Murjani harus pisah sementara dengan anak istri di rumah.

Di Jakarta, sekitar bulan Agustus 2017 lalu dia kenal dengan gadis cantik namanya Puspa. Melihat tongkrongan Puspa yang nampak gersang (seger merangsang) ukuran celananya sontak berubah dari M langsung XL tanpa melewati size L lagi. Bodinya yang sekel nan cemekel, wajahnya yang ayu, membuat Murjani berkhayal yang mboten-mboten.

“Aku jadi suami dia, wih…..di rumah sarungan terus!”

Entah lewat ilmu pengasihan miliknya, mungkin Jaran Guyang atau Semar Mesem, dia berhasil dekat dengan gadis Jakarta itu. Begitu dekatnya hubungan itu, Puspa yang mahasiswi itu mau saja diajak jalan berdua dan kemudian masuk hotel kelas melati. Nah di sini kehormatan Puspa berhasil direnggutnya beberapa kali sampai Murjani glegeken.

Lain kali Murjani diperkenalkan oleh Puspa pada adiknya, bernama Ismi. Wih…..ternyata dia jauh lebih cantik lagi. Ibarat keripik pisang, pasti ini lebih renyah lagi. Tanpa melalui survei-nya Poltracking maupun SMRC, Murjani meyakini bahwa dirinya memilik elektabilitas yang tinggi untuk Ismi, sampai 93 persen dengan margin error hanya 2 persen. Maka jika harus dilakukan coblosan hari ini, Murjani yakin seyakin-yakinnya, hanya satu putaran Ismi langsung kena. Gadis ABG itu pasti langsung bertekuk lutut dan berbuka paha untuknya.

Yakin akan kalkulasi politiknya, diam-diam Murjani mencoba mendekati Ismi. Tentu saja ketika Puspa, kakaknya tidak. Dan ternyata benar. Hanya dengan basa-basi sedikit bla bla bla…., Ismi sudah bisa ditarik ke ranjang dan terjadilah hubungan intim yang mestinya tidak patut dilakukan.

Ternyata Ismi juga dengan mudah dibawanya masuk hotel dan berhasil digauli seperti istri di rumah. Seperti kakaknya juga, sekali ngamar diberi uang Rp 300.000,- meski menggaulinya bisa lebih dari sekali.

Demikianlah, kakak beradik Puspa-Ismi itu berhasil digaulinya bergantian, seperti lagu kroncongnya Mus Mulyadi tahun 1970-an. Karena saling berkomitmen dengan imbalan Rp 300.000,- kakak beradik itu sama sekali tidak tahu bahwa selama ini telah dijadikan gula-gula oleh Murjani, yang hanya buruh bangunan tukang aduk semen dan pasir.

Yang menangkap firasat buruk itu justru ayah Puspa. Katanya sudah pacaran dengan Puspa, kok sekali waktu dipergoki jalan dengan adiknya.

“Ini anak beres enggak sih ? Jangan-jangan buaya buntung lagi ? Kan bisa tekor banyak nih gua,” batin Bapaknya si Puspa.

Maka dibuntutilah sampai kemudian masuk hotel. Di sini langsung digerebek. Tak diketahui jelas, apakah saat itu skor masih 0-0 atau sudah 2-0. Yang jelas dari sini terungkap bahwa Murjani memang tak hanya menggauli adiknya, tapi juga kakaknya. Lebih gila lagi, ternyata terang-terangan Murjani mengaku di kampung sudah punya anak istri.

Bingung bagi ayah kedua gadis itu. Bagaimana mungkin Murjani dijadikan mantu, dengan istri dua anaknya sekaligus. Bila dipaksakan juga, kasihan amat dua anaknya dijadikan madu si Yanti, istri pertama Murjani. Ketimbang pusing, kasus ini diserahkan saja ke Polisi. Biar saja lelaki petualang asmara ini merasakan tembok penjara.

Habis anget-angetan, Murjani akan berdingin-dingin di sel penjara. Tinggal anak istrinya di Wonosari yang terkena getah pahit ulah suami di perantauan.

Gaib Wisnu Prasetya


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE