• Minggu, 21 Oktober 2018
  • LOGIN
PARPOL KENDARAAN UTAMA MEMASUKI GERBONG KEKUASAAN

PARPOL KENDARAAN UTAMA MEMASUKI GERBONG KEKUASAAN

Infogunungkidul, WONOSARI, Kamis Pon–Setelah UUD 1945 diamandemen 4 kali, pintu masuk ke arah kekuasaan hanya bisa melalui satu gerbang tol bernama partai politik.

Generasi muda yang menjauh dari kegiatan politik praktis, dipastikan bakal tergilas oleh hingar-bingar perebutan kekuasaan yang konstitutif.

Di era Orde Baru (Orba), kekuasaan bisa digenggam melalui jalur militer (Dwifungsi ABRI). Pada era Orde Reformasi (Orsi) tidak.

Seorang Agus Harimurti Yudhoyono ingin menciium bau kekuasaan saja musti keluar dari dinas kemiliteran. Rompi anti peluru harus ditukar dengan jubah partai Demokrat.

Mencermati  pelaku pengincar kekuasaan lewat pesta demokrasi, minimal empat yang dominan: politisi murni, pengusaha, tentara purna tugas termasuk pensiunan pejabat sipil (anak/ istri), serta artis.

Jabatan politik di Indonesia saat ini didominasi oleh empat elemen di atas. Mudah-mudahan penglihatan saya tidak sepenuhnya benar.

Pemuda, lulusan SMA atau sebagian besar lulusan perguruan tinggi tidak gamang terjun kepolitik praktis karena dua alasan: pertama muak, kedua tidak punya cukup ongkos untuk terjun ke dunia politik.

Semakin muak, dan atau semakin  tidak punya modal, pemuda semakin jauh dari pusat kekuasaan.  

Politisi, pengusaha, pensiunan tentara/ sipil serta artis mendominasi pusat kekuasaan bukan berarti tak beresiko. Mereka bisa berpura-pura mengaku mewakili masyarakat yang tidak seberuntung dirinya hanya untuk memenuhi syahwat.

Mereka membuat undang-undang, kemudian mengesyahkan sepanjang menguntungkan dirinya dengan strategi jitu menggunakan gaya gaduh, bukan membela rakyat tetapi karena membela syahwat.

Penguasa seperti ini adalah pemimpin yang sok mengaku paham, padahal sesungguhnya mereka tidak lebih dari budak ketidak mengertian yang bercokol dalam pikirannya sendiri.

Saya berharap, pemuda lulusan SMA sederajat, juga lulusan perguruan tinggi berhenti membenci politik praktis.

Alasannya sederhana, mau menjadi pemimpin formal (penguasa), pintu ke arah itu hanya satu, masuk menjadi anggota partai politik.

Penulis: Bambang Wahyu Widayadi


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE