Suami Jadi Bang Toyib Istri Gendakan Dengan Mahasiswa
  • Senin, 20 Agustus 2018
  • LOGIN
Suami Jadi Bang Toyib Istri Gendakan Dengan Mahasiswa

Suami Jadi Bang Toyib Istri Gendakan Dengan Mahasiswa

Infogunungkidul, Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Ada  rame-rame di salah satu rumah kontrakan di Sleman. Bukan rame-rame potong padi, tapi ramenya orang menggerebek pasangan selingkuh. Aktornya adalah Indi, 31, warga Kecamatan Wonosari yang sedang kelon dengan pemuda Marsudi, 24, warga Kecamatan Playen. Yang menarik, penggerebegan ini didalangi oleh Warno, 40, suami Indi sendiri. Alasan Indi selingkuh klasik, lantaran suami jadi Bang Toyib yang jarang pulang.

Tak pandang lelaki tak pandang perempuan, jika punya bakat selingkuh menonjol, mengontrak rumah hanya untuk sekedar ajang mesum, bukanlah tabu. Ketika pengambil inisiatipnya pihak wanita, sangat boleh jadi uang belanja jatah dari suami sebagian besar ngeposnya ke anggaran birahi. Ini kan sama saja buang-buang anggaran, atau memang sengaja mau niru Banggar DPR, ngkali ?

Indi ternyata termasuk wanita beginian, alias hyper dalam urusan sex. Tak puas dengan pelayanan suami di ranjang, dia lalu mencari PIL. Kebetulan yang mampir di hatinya bukan sosok lelaki yang bonafid. Artinya, si dia masih pengangguran tulen. Maklum, pemuda  Marsudi yang selama ini melayani aspirasi urusan bawah Indi, sesungguhnya memang tak punya modal materil, kecuali onderdil. Pasalnya dia masih duduk di bangku kuliah salah satu PTS dan belum lulus-lulus.

Kapan koalisi asmara Indi – Marsudi mulai dibangun, tak ada catatannya. Yang jelas, sejak istri Warno ini punya PIL (Pria Idaman Lain), dia jadi pintar sekali memainkan anggaran, tak kalah dengan politisi Senayan. SIAP (sisa anggaran pembelanjaan) yang biasanya masuk tabungan BRI, kini lebih banyak dialirkan kepada Marsudi gendakannya. Soalnya, kadung ada simbiosis mutualisme di sini. Marsudi dapat benggol (baca: uang) dari jasa goyang ranjang, sedangkan Indi dapat bonggol-nya Marsudi yang konon gede dowo tur rosa.

Agaknya Marsudi ini memang peselingkuh berdarah dingin juga. Meski gendakannya, Indi, bini pengusaha sukses, siapa takut? Dia berani begitu termasuk juga begituan, karena ada jaminan keamanan dari pihak terkait, maksudnya Indi sendiri selaku gebedannya.

“Kamu tenang saja di sini, wong suamiku jarang pulang kok. Sibuk bisnis luar kota,” kata Indi memberi jaminan.

Disisi lain Warno, memang sering jadi “Bang Toyib”, karena selama ini rumah tangganya sedang dilanda kemelut. Ibarat partai Warno – Indi sudah bertekad mau pecah koalisi sebelum 2019. Masalahnya, sidang di Pengadilan Agama itu tidak bisa langsung clear. Karena majelis hakim selalu bilang, pikir dulu dan pikir dulu. Padahal baik Indi maupun Warno sudah lama tak u’uk lagi.

Sebagai wanita muda yang masih enerjik, sudah barang tentu Indi tak tahan berlama-lama sepi dari sentuhan lelaki. Meskipun masih tinggal serumah, keduanya tak pernah lagi tidur sekamar. Karyawati BPR itu pun kemudian berkenalan dengan Marsudi. Meski nampaknya masih lholhak-lholhok (belum dewasa), tapi tongkrongannya boleh juga.

“Tongkrongannya saja begitu, apa lagi “tangkringan”-nya nanti….” begitu Indi membayangkan.

Meski usia jauh di atasnya, penampilan Indi yang karyawati BPR, memang sangat menjanjikan. Wajah cantik, bodi seksi, dan betis mbunting padi. Sebagai lelaki normal, diberi peluang sedemikian rupa tentu saja langsung nyosor. Maka dengan hanya sekali main ke rumah Indi, dia berhasil mengajak wanita tersebut ke hotel dan sukses “nembak” duluan istri pengusaha tersebut.

Dan hasilnya memang temonjo tenan, Indi dibuat menggeh-menggeh dalam menaklukkan Marsudi yang nyruduk bak kuda liar yang njigar-njigar di tengah padang rumput yang tak seberapa luas. Keduanya tersenyum penuh kepuasan dalam perselingkuhan.

Agaknya manajemen selingkuh berbasis hotel, bisa menguras anggaran rumah tangga. Maka kemudian Indi berinisiatif mengontrak rumah di wilayah Sleman, yang hanya ditinggali secara periodik. Kalau pun lebih banyak tinggal di rumah itu, hanyalah si Marsudi yang aslinya warga tetangga desa namun lain kecamatan di Gunungkidul itu. Alasannya sembari nunggu kontrakan, dia kuliah ke kampusnya juga lebih dekat. Sedangkan Indi datang hanya di kala perlu. Tapi pesannya wanti-wanti kepada si cowok:

“Vini, vidi vici: aku datang, aku digoyang, lalu aku pulang!”

Hari demi hari, minggu demi minggu, skandal asmara Indi – Marsudi berjalan mulus. Tapi lama-lama Warno selaku suami Indi curiga juga. Kenapa jatah bulanan yang selalu diberikan pada istri, sekarang tak pernah cukup sampai sebulan? Sedangkan menu di rumah juga biasa-biasa saja, sementara istrinya juga tak tampak suka beli ini itu ? Walaupun nyaris pecah kongsi, tetapi kewajiban suami menafkahi istri kan selalu diberikan full oleh Warno ? Tapi celakanya, ketika diminta terbuka soal penggunaan anggaran, Indi justru niru Setjen DPR, tak mau menjawab dan terkesan mbulet kaya obat nyamuk bakar.

Akhirnya Warno pun curiga bahwa ketidakberesan pengelolaan anggaran itu karena istrinya punya PIL. Maka diam-diam dia mengawasi dan mencermati gerak-gerik Indi. Dugaannya benar. Ternyata istrinya memang punya gendakan di Sleman, yang secara periodik mengadakan pertemuan ranjang di sebuah rumah kontrakan di Jl. Kaliurang.

“Kalau begini caranya, aku rugi di kantong dan si entong….,” gerutu Warno sambil bertekad untuk menggerebek pasangan mesum itu.

Yang rugi biarkan saja rugi. Yang pasti Indi tak tahu bahwa suaminya mulai curiga atas permainannya. Hari nahas itu pun tiba. Di kala Marsudi – Indi kelonan di kamar beberapa hari lalu, tahu-tahu digerebek sanak family dari Gunungkidul didampingi suaminya. Keduanya pun dikeler ke Wonosari untuk sidang keluarga. Warno tak mau kasusnya dibawa ke ranah polisi, pasalnya bisa merusak reputasi dan nama bainya sebagai bisnisman. Dalam pemeriksaan Marsudi mengaku tak berbuat apa-apa. Tapi melihat bukti benih calon jabang bayi yang berceceran di sprei, dia tak bisa berkutik lagi.

Untuk apa sih, berdua-dua dalam kamar kalau tak berbuat ? Hayooo ngaku saja

Gaib Wisnu Prasetya


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE