Menyelamatkan Burung, Mengatur Iklan Politik
  • Senin, 20 Agustus 2018
  • LOGIN
Menyelamatkan Burung, Mengatur Iklan Politik

Menyelamatkan Burung, Mengatur Iklan Politik

Infogunungkidul, PALIYAN, Jumat Wage – Iswandi, SE. Kades Desa Pampag, Kecamatan Paliyan menyatakan, alam pedesaan perlu diselamatkan dengan ide sederhana.  Alasannya, perilaku manusia menurut hasil pengamatan, berkencenderungan merusak.

“Pepohonan tepi jalan penuh paku, sisa tempelan baner atau panflet politik. Ini merusak, oleh sebab itu perlu dicegah dan dihentikan,” ujar Iswandi, (10/11).

Dia mengaku sedang mencari payung hukum terkait upaya konservasi alam meliputi pengamanan pohon, dan penyelamatan burung.

Pemerintah Desa Pampang telah mengirim surat ke Balai Konservasi yang berkantor di Jalan Argolubang Yogyakarta. Hingga saat ini, demikian Iswandi menyatakan, belum memperoleh jawaban.

“Rencana, tahun 2018 kami akan membuat peraturan desa tentang konservasi alam,” jelas Iswandi.

Papan larangan menembak burung, serta penempelan panflet, hingga saat ini belum memiliki landasan hukum yang kuat. Sifatnya menurut Iswandi saat ini baru berupa himbauan.

Berbicara kusus mengenai perburuan atau penembakkan, Pemerintah Desa Pampang merasa agak kerepotan.

Tupai (bajing) termasuk kategori hama. Hewan ini menurut Iswandi patut dimusnahkan. Dengan adanya papan larangang berburu, dia merasa  menjadi agak kontras.

“Kami sedang berembuk dengan BPD untuk merumuskan peraturan desa tentang konservasi alam pedesaan,” imbuhnya.

Menyangkut penyelamatan burung, Pemdes Desa Pampang mulai menerapkan kebijakan menanam pohon talok tepi jalan. Hal itu dimaksud untuk lumbung persediaan pakan burung.

Tepi jalan tidak perlu ditanami pohon besar. Tujuan jangka panjang, untuk mencegah pemasangan iklan komersial maupun iklan politik

Reporter: Agung Sedayu


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE