• Selasa, 17 Juli 2018
  • LOGIN
Pemandangan Menawan Dan Cerita Legenda Pegunungan Api Purba

Pemandangan Menawan Dan Cerita Legenda Pegunungan Api Purba

Infogunungkidul, NGLIPAR, Kamis Kliwon-Tiga titik Gunung Keruk, Song Putri, Gunung Genter merupakan deretan Gunung Api Purba berada di wilayah Desa Pengkol, Kacamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul. Tiga tempat ini memiliki berbagai cerita legenda dan pemandangan yang cukup menawan. 

 
Gunung Keruk: Kawasan Gunung Keruk selain bisa melihat keindahan alam juga bisa melihat sunrise. Bagi pecinta sunrise bisa mengagendakan berkunjung ke tempat. Tidak ada yang tahu kenapa dinamakan Gunung Keruk, namun keindahan alam pegunungan Gunung Keruk bisa dirasakan sepanjang hari, khususnya pada saat siang hari.
 
Song Putri: Kawasan Song Putri masih masuk deretan Gunung Api Purba satu kawasan dengan Gunung Keruk, berada di Padukuhan Glompong, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar. Song Putri selain bisa digunakan untuk wisata alam juga bisa digunakan untuk wisata religi. Konon ceritanya tempat tersebut tempat petilasan seorang  putri dari Majapahit yang bernama Dewi Roso Wulan. Didalam goa tampak batu-batu yang tersusun rapi. Masyarakat pun tidak ada yang tahu persis, sejak kapan keberadaan batu putih yang tersusun membentuk kotak bujur sangkar. Dikawasan ini dulu terdapat tanaman anggrek putih yang saat ini sudah langka keberadaannya. Masyarakat berusaha untuk mencari dan melestarikan anggrek langka tersebut. Selain petilasan putri Mojopahit, dikawasan ini juga ada petilasan Syech Maulana Maghribi yang setiap tahun diadakan acara sadranan.
Tempat ini ditandai dengan adanya pohon jambe yang tinggi dibawahnya terdapat batu pipisan atau batu hitam untuk giles jamu atau rempah-rempah yang digunakan untuk membuat obat tradisional pada jamannya.
 
Gunung Genter: Berada di Padukuhan Gagan, Desa Pengkol. Tempat ini terdapat batu yang sangat besar sebesar 2 rumah limasan. Uniknya ditengah batu dengan ketinggian 10 meter terdapat goa. Menurut keyakinan masyarakat, goa tersebut juga merupakan petilasan. Namun sampai saat ini tidak ada yang mengetahui petilasan atau pesarean siapa didalam goa tersebut. Hanya saja sejak jaman dulu goa itu digunakan untuk laku prihatin atau semacam memanjatkan doa, ditandai dengan adanya bekas bakaran dupa yang menumpuk di dalam goa. Untuk dapat memasuki goa harus memanjat tebing tegak lurus sekitar 10 meter.
 
Keunikan Gunung Genter adalah cerita nyata yang dialami masyarakat, khususnya Desa Pengkol. Kalau mendengar nama Gunung Genter, masyarakat terobsesi dengan gamelanya. Konon Gunung genter mempunyai cerita terkait dengan gamelan gaib yang sudah melegenda di masyarakat. Pada era sebelum tahun 1950-an gamelan yang tidak berujud itu setiap malam Jumat berbunyi sendiri, terdengar sampai desa lain. Anehnya gamelan tersebut bisa dipinjam oleh masyarakat apabila ada yang mempunyai hajad.
 
Menurut keterangan masyarakat sekitar, gamelan bisa dipinjam kalau sudah dijawab atau diritual oleh seorang kaum/ sesepuh desa. Gamelan secara tiba-tiba sudah berada di atas permukaan batu yang besar atau sudah tergantung ditebing-tebing batu.
Cerita yang sudah turun temurun ini dibenarkan oleh Muryanto, warga Padukuhan Gagan, sekaligus sebagai Kaur Pemerintahan Desa Pengkol.
 
"Cerita itu memang sudah diyakini masyarakat sejak jaman dulu, bahkan masih banyak saksi yang masih hidup yang mengalami," ucap Muryanto, Rabu, 15/11.
 
Hal ini dibenarkan salah satu saksi yang masih hidup, Wasi 90, atau lebih dikenal Mbah Wasi, warga Padukuhan Gagan, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar.Hanya sayangnya, menurut Wasi mulai era tahun 60-an kesini gamelan tidak bisa dipinjamkan ke masyarakat lagi.
 
"Karena waktu itu ada salah satu gamelan yang dituker dengan gamelan warga, sehingga sampai saat ini tidak pernah dipinjamkan lagi," pungkasnya
 
Kepala Desa Pengkol, Margiyanto, mengatakan, Gunung Keruk dan Song Putri akan dikelola oleh Pemdes bersama Pokdarwis, agar menjadi destinasi wisata.
 
"Saat ini prioritas persiapan berupa pembangunan akses jalan menuju lokasi," ucap Margiyanto, Rabu, (15/11).
 
Melengkapi ketersediaan fasilitas, dalam waktu dekat di kawasan ini akan dibangun pula gazebo, dengan menggunakan dana desa.
 
Reporter: W. Joko Narendro.


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE