• Selasa, 17 Juli 2018
  • LOGIN
From Zero to Hero ala NDX AKA Familia

From Zero to Hero ala NDX AKA Familia

Infogunungkidul, WONOSARI, Minggu Pon-”Pancene kowe pabu, nuruti ibumu. Jare nek ra ninja ra oleh dicinta. Apa kayangene susahe wong kere, ameh nyanding tresno kalah karo bandha,”. Itulah sekelumit syair tembang Kimcil Kepolen yang begitu familier di telinga pecinta lagu-lagu hiphop dangdut khas NDX AKA Familia.

Nama NDX AKA mungkin masih asing bagi pecinta musik secara industri. Tapi, siapa sangka grup Hip Hop Dangdut asal Imogiri, Bantul, Yogyakarta saat ini sudah mempunyai puluhan bahkan ratusan ribu penggemar yang diberi nama Familia untuk fans pria dan Lady Fams untuk fans wanita. Kesuksesan yang diraih NDX ini bukan tanpa perjuangan. Pasalnya dua personil mereka, yakni Yonanda Frisna Damara 22, dan Fajar Ari (PJR Michropone) 23, dulunya adalah kuli bangunan dan tukang parkir di bawah Jembatan Lempuyangan.

Keduanya lahir dari keluarga broken home, bahkan SMA formil saja keduanya tidak tamat dan telah merasakan pahit getirnya kehidupan.

“Awal terbentuknya NDX itu sejak kelas IX SMP, kemudian menggandeng Fajar untuk teman duet hingga terbentuknya NDX AKA,” jelas Nanda seusai pentas di Taman Kuliner Wonosari, Minggu pagi, (19/11).

Menurut pemuda kelahiran 7 November 1995 yang tinggal di Jati, Sriharjo, Imogiri, Bantul ini, pahit getirnya kehidupan telah dilalui. Salah satu sisi kelam yang dihadapi adalah kala untuk menamatkan pendidikan SMA saja tidak sanggup lantaran terbentur biaya. Nanda adalah anak kedua dari 6 bersaudara, sehingga secara ekonomi kurang mampu. Hal inipun diamini Fajar Ari yang mengalami nasib sejenis.

“Saya masuk SMA hanya 3 hari lantas keluar lantaran malu sebab hanya ngonthel sepeda ke sekolah. Apalagi orangtua tidak mampu membiayai pendidikan saya,” terang Fajar Ari, pemuda kelahiran 10 Oktober 1994.

Untuk menopang hidup, Fajar kemudian bekerja sebagai kuli bangunan, demikian juga Nanda bekerja sebagai tukang parkir hingga pedagang terompet di malam tahun baru. Uang yang mereka sisihkan kemudian untuk rekaman lagu-lagu karya mereka. Bojoku Digondol Bojone adalah tembang perdana mereka yang di upload di Youtube.

“Dari tembang itu mulai muncul penghinaan dan penghargaan, baik dari yang suka maupun tidak. Kita enjoy saja dalam mencurahkan isi hati lewat tembang seperti Kimcil Kepolen yang mencurahkan isi hati sebagai kaum tidak mampu,” jelas Nanda.  

Nama NDX AKA merupakan sebuah singkatan dari salah satu personil mereka, Yonanda atau Nanda. 'ND' merujuk pada nama Nanda, sedangkan 'X' adalah extreme karena aliran musik Hip Hop Dangdut yang memang dianggap ekstrem untuk disatukan. Sedangan 'A.K.A' adalah singkatan dari As Known As atau alias. Dibentuk pada 11 September 2011, NDX pernah mendapat bayaran 75 ribu rupiah di panggung pertama mereka.

Aliran Hip Hop Dangdut yang dahulu dihina banyak pesaing justru meledak di pasaran dan diminati banyak penggemar. NDX AKA memiliki keunggulan lagu yang dinyanyikan sebagian besar adalah karya mereka sendiri dan hanya sedikit diambil dari pencipta lain. Total 70 lagu telah mereka orbitkan, dari 70 itu yang 10 adalah cover (milik orang), 7 karya produser NDX AKA dan sisanya buah karya mereka sendiri.

Ketika infogunungkidul.com menanyakan hal yang lebih serius. Soal sengketa mereka dengan Via Vallen terkait klaim kepemilikan lagu “Sayang”, secara terbuka Nanda mengungkapkan. Sayang tadinya merupakan gubahan duo Kiroro dari Jepang berjudul “Mirai E” yang menjadi original soundtrack dari game Final Fantasy.

Menurut cerita Nanda, Anton Obama kemudian menggubah lagu itu ke dalam bahasa Jawa. Pada 2013, Nanda mengambil bagian refrain dan bridgedari versi Jawa Anton Obama dan menambah tiga bagian rap di sela-sela refrain. “Sayang” yang sudah dilengkapi bagian rap inilah yang kemudian, menurut penuturan Nanda, diklaim Via Vallen.

“Lagu Sayang itu awalnya karya Kiroro Mirei dari Jepang dan digubah bahasa Jawa sama Anton Obama Solo dan group Owawes dipopulerkan tahun 2012. Kita nggak ada niatan nyerobot, kita ambil bagian refrain kita tambahi 3 rap dan tahun 2013 meledak di pasaran dan dicover Via Vallen, ya kita jadinya seneng campur aduk kecewa,” papar Nanda.

Nanda mengaku senang lantaran HipHop dangdut yang mereka pilih bisa booming, susahnya banyak pihak yang kemudian mentenarkan tembang-tembang mereka untuk ringtone berbiaya tanpa seijin NDX AKA.

Selama ini Nanda selalu mengunggah lagu-lagu NDX melalui kanal Reverbnation yang bisa diunduh secara gratis oleh penggemarnya.

“Mereka (orang yang tidak bertanggung jawab) kan download lagu kami di Reverbnation secara gratis, lalu mereka masukkan lagu kami ke Spotify, JOOX dan lainnya. Mereka mendapat uang, kita nggak dapat apa-apa,”

Fajar dan Nanda lantas bersahut-sahutan menceritakan soal kezaliman yang menimpa mereka. Meski begitu keduanya mengaku bersyukur dengan kondisi saat ini, artinya job nembang lancar. Sekali job nyanyi, puluhan juta rupiah bakal masuk ke kantong mereka. Pemasukan lain juga di dapat dari pos penjualan merchandise di basecamp mereka, Imogiri belakang SMPN 2 Imogiri.

“Disyukuri sajalah, sudah punya toko merchandise punya barber shop dan berupaya merambah usaha yang lain,” kata Nanda.

Harapan ke depan dari NDX AKA adalah memunculkan film-film pendek yang idenya dari lagu-lagu yang mereka nyanyikan. Disisi lain kisah sukses mereka menginspirasi kawula muda dimanapun untuk terus berupaya menggapai mimpi dan cita-cita.

Gaib Wisnu Prasetya


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE