Pengin HP, Janda Jadi Korban PHP
  • Senin, 20 Agustus 2018
  • LOGIN
Pengin HP, Janda Jadi Korban PHP

Pengin HP, Janda Jadi Korban PHP

Infogunungkidul, Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Malang betul nasib janda Yulinar 38, dari Wonosari ini. Berharap dapat 2 ponsel canggih dari cowok kenalan baru, hasilnya malah hanya diajak hoho hiheh dalam hotel. HP smartphone itu dibawa lari gendakannya dan dia harus membayar dua ponsel yang hilang tersebut. Ketimbang dilaporkan polisi, terpaksa Yulinar membayar ke pemilik gerai. Maunya pengen HP, dapatnya jadi korban PHP (Pemberi Harapan Palsu).

Hidup menjanda terlalu lama memang bisa ngentekna klasa kata orang Surabaya. Paling celaka bila sudah naik status jadi “janda gatel”, yang takkan terobati oleh obat salep. Kalau gatelnya geger (punggung) digaruk pakai kuku jari bisa sembuh, lha kalau yang gatel bawah perut ? Mau digaruk pakai apa coba ? Terong atau pare ? Aaah tak sembuh juga.

Maka setelah lama menjanda, wanita menjadi tak selektif mencari pasangan baru. Tak jarang banyak yang ketipu, niatnya dapat Imam rumah tangga yang benar-benar saleh dapatnya lelaki abal-abal yang tujuan bakunya hanya ingin memuaskan alat vital.

Ny. Yulinar warga Kecamatan Wonosari, termasuk perempuan dalam kategori itu. Sejak menjanda 3 tahun lalu, dia belum juga ketemu lelaki yang jadi idamannya. Mantan sudah kawin lagi dapat perawan cantik, dia masih ngaplo tanpa suami. Maklum, dia wanita yang berwajah pas-pasan dan sangat standar. Velg-nya belum racing dan ban juga bukan radial. Belum power steering dan power window apalagi electric mirror. Ibarat kata asal ngglinding dan bisa disetir, begitu jika diibaratkan mobil.

Kata orang tua, jodoh itu akan datang sendiri. Di jaman now sekarang ini, banyak yang tak percaya. Maka Yulinar dalam rangka berburu jodoh, suka jalan ke mal-mal, siapa tahu ketemu jodoh yang bisa diajak koalisi dilanjutkan dengan eksekusi. Maunya sih, kalau bisa ya ketemu lelaki yang bonafid sehingga ketika jadi istrinya Yulinar di rumah cukup mamah karo mlumah ning rejeki ajek nambah.

Belum lama ini di Hartono Mall dia berkenalan dengan lelaki yang penampilannya begitu meyakinkan. Wajah ganteng, bodi macho kaya anggota Kopassus. Sepertinya, tongkrongan dan tangkringannya berbanding lurus. Maka ketika diajak jajan dan makan siang bersama, tanpa pikir panjang Yulinar mau saja. Lelaki mengaku bernama Herman 40, itu memang kelihatan ramah sekali, pintar bergaul dan satu lagi menurut pengakuannya…….duda tanpa anak !

“Waaah ini cocok seperti yang saya idam-idamkan. Apalagi ngakunya pemborong sukses,” kata bathin Yulinar.

Sambil makan-makan terus ngobrol, sampai kemudian merembet ke janji-janji angin surga. Harapan masa depan, termasuk rencana lamaran dan pernikahan. Ketika Yulinar bilang kepengin memiliki HP canggih, ternyata Herman dengan gagah mengaku siap membelikan asalkan mau menemani tidur barang 1-2 jam di hotel.

“Bukan hanya satu, 2 smartphone akan saya belikan untukmu,” kata Herman seperti laiknya Cagub dalam Pilkada, santun sekali.

Tanpa pikir panjang Yulinar mengiyakan, sehingga dengan mobil Daihatsu Terios Herman mengajak si janda ke hotel di bilangan Jalan Kaliurang. Di situlah mereka kemudian berkoalisi dilanjutkan dengan eksekusi sampai beberapa ronde. Dan memang benar, tangkringan serta tongkrongan Herman sangat cocok seperti yang diharapkan. Yulinar dibuat termehek-mehek lantaran dibolak balik Herman kaya nggoreng telo.

Sesuai dengan janjinya, seusai berlaga ranjang Herman kemudian mengajak Yulinar ke pusat perbelanjaan elekronik di Yogyakarta. Jogja Tronik yang dituju. HP OPPO F-3 harga Rp 3,5 jutaan sudah terpilih. Selain itu Yuninar juga memilih Xiaomi Redmi 4X yang seharga Rp 2 jutaan. Karena ambil dua berarti harus tersedia uang Rp 5,6 juta.

Ternyata uang ada di kantong Herman hanya Rp 1 juta, sehingga dengan alasan mau ambil lagi di mobil yang ada di parkiran, Herman pergi sambil membawa dua HP canggih itu. Pemilik gerai di Jogjatronic percaya, begitu pula Yulinar.

Ternyata sampai 2 jam lamanya Herman tak kunjung kembali. Di telepon pun HP-nya sudah tidak menjawab. Sadarlah si janda Yulinar bahwa telah dikadali. Tapi pemilik toko HP tak mau tahu. Yulinar harus membayar kekurangannya harga HP itu. Jika tak mau bayar, dianggap bersekongkol dengan lelaki itu dan akan dilaporkan ke polisi.

Ketimbang jadi urusan polisi di mana ujung-ujungnya masuk koran, terpaksa Yulinar harus nomboki, gelang emas 10 gram miliknya terpaksa dijual untuk membayar kekurangan. Kini si janda baru sadar bahwa kena tipu dua kali. HP tidak terima, bahkan kehormatannya sudah ternoda.

HP belum terima, sudah dicas berkali-kali meski tidak sampai 12 jam.

Ketika ditanya kenapa kok nggak lapor polisi ?

“Nggak lah Mas, apa mau mbarang wiring akibat kegoblokan saya ?” katanya sembari mengusap airmata.

Woaalah Mbak makanya jangan gampang terbuai rayuan manis hidung belang.

Gaib Wisnu Prasetya


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE