• Jumat, 19 Oktober 2018
  • LOGIN
Berperahu Kano di Kedung Sungai Klayar

Berperahu Kano di Kedung Sungai Klayar

Infogunungkidul, NGLIPAR, Sabtu Wage – Perkembangan pariwisata Gunungkidul sangat pesat. Perahu kano, tidak hanya berlayar di laut. Di Sungai Klayar, anak Sungai Oya, kano mulai dijajal dikembangkan untuk menarik wisatawan. Pokdarwis setempat mengemas dalam bentuk lomba kayuh perahu kano  dengan hadiah menggiurkan.

Mengutip dari berbagai sumber, Tejo, Dukuh Klayar, Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul menjelaskan, kano adalah perahu kecil dan sempit. Biasanya digerakkan dengan tenaga manusia, tetapi juga lazim mengunakan layar.

Menurut Tejo, bentuk perahu kano lancip pada kedua ujung, tanpa atau dengan penutup di bagian atas.

“Perahu kano digerakkan  tenaga manusia dengan menggunakan kayuh,” papar Tejo (25/11).

Sedikit berbeda dengan perahu kayak. Menurut Hary salah satu panitia penyelenggara lomba, kayak merupakan perahu kecil bertenaga manusia. Bagian depan dan belakang tertutup, sehingga hanya menyisakan lubang seukuran badan. Kayak dilengkapi dengan dayung berkepala tunggal atau ganda. 

“Perahu kayak terbuat dari kayu digunakan oleh suku Ainu, Aleut dan Eskimo untuk berburu,” papar Hary.

Pada lomba 10 Desember 2017 besok, terpublikasi lomba perahu kayak di atas Kedung Sungai Klayar. Namun sejatinya, menurut Panitia yang dipersiapkan adalah perahu kano.

Lomba memperebuktan hadiah total Rp 10 juta dibuka untuk umum terhitung 23/11 hingga 7/12. Peserta dibatasi 30 group, maksimal beranggotakan 5 orang.

Pendaftaran peserta, menurut panitia bisa lewat WhatshAp 0822 4376 2527 (Tejo), 0818 0276 2944 (Tugiran) serta 0877 1902 7979 (Hary).

Dengan perahu kano, demikian klaim panitia, wisatawan bebas menikmati kecantikan Kedung Sungai Klayar.

Repoter:  Agung Sedayu


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE