• Jumat, 16 November 2018
  • LOGIN
Skandal Asmara Janda, Penghancur Rumah Tangga

Skandal Asmara Janda, Penghancur Rumah Tangga

Infogunungkidul, Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Mempunyai suami ganteng dan play boy kaya Raden Arjuna memang harus siap mental. Rupanya Isni 35, dari Nglipar tidak siap. Dia kaget ketika tahu Karno 37, suaminya berani ngeloni janda semok di ranjang pribadi. Tak terima pengkhianatan ini, langsung saja Isni menggugat cerai ke Pengadilan Agama, padahal anaknya sudah dua.

Ada yang bilang bahwa ketika lelaki beristri hanya satu, dia merasa cukuplah sudah. Tapi setelah beristri dua, malah jadi kurang melulu. Kenapa bisa begitu? Bisa saja. Karena ibarat orang makan, biasanya menunya hanya sayur lodeh yang dingat-nget (dipanasi) melulu, tambah hari malah tambah nikmat. Tapi setelah tahu lezatnya menu opor ayam, lalu oseng-oseng mercon nan pedas, lelaki ini jadi ketagihan pengin menu-menu berikutnya.

Karno warga Nglipar saat hanya punya Isni, istri satu-satunya, alimnya bukan main. Dia nerima saja dengan menu yang hanya “lodeh terong” dan dingat-nget terus sepanjang hari. Namun setelah mengenal diversifikasi “menu” demi ketahanan syahwat, wah, dia benar-benar menjadi lelaki ganas. Bayangkan, setelah dianggap “lodeh terong”-nya sudah kadung basi, dia mencoba menu lain. Lho kok lebih enak, ya?

Menu keduanya tersebut adalah Suryati, 27 perempuan lain desa. Karno kawin dengan Suryati atas seizin Isni, walau terpaksa. Tapi enaknya dengan dua menu, hanya sebentar dinikmati Karno. Masalahnya, istri muda dan istri tua, berantem melulu. Persoalannya klasik, antara kebutuhan kantong dan si entong yang tak berbanding lurus. Seperti biasa, bini tua hanya diberi isi kantong, kurang alokasi entong juga marah. Sebaliknya bini muda, hanya dijatah entong melulu tanpa isi kantong, juga ngamuk.

Kedua istri Karno juga ribut urusan BBM dalam pengertian: Bobok Bobok Malam. Maklumlah, baik istri muda dan tua sama-sama menuntut pembagian entong dan kantong yang sama 50:50.

Tak tahan dimusuhi terus oleh istri tua, Suryati kemudian memilih menetralisir situasi dengan menjadi TKW di Malaysia, sekaligus untuk menghentikan perang dingin dalam rumah tangganya. Gara-gara kepergian sang bini muda, “menu” Karno kembali tinggal satu, yang tua lagi.

“Wah, harus kembali ke sayur lodeh, nih?” keluhnya dalam hati.

Tapi hati nurani segera menghibur, itu lebih bagus. Karena dulu pada 5 Juli 1959, Bung Karno juga mengeluarkan dekrit kembali ke UUD 1945. Kalau UUD 1945, bisa disiasati Soeharto sehingga bisa berkuasa hingga 32 tahun lamanya. Lha kalau kembali ke menu “lodeh terong”, apa yang bisa dipetik sari manfaatnya? Nah, sebagai “Sastro Pandelepan” (penjahat kelamin) penuh bakat, dia segera menemukan solusi jitu. Apa itu ? Tunggu di alinea selanjutnya

Alkisah Isni sang istri tua menikah 12 tahun lalu dengan Karno, karena pertemanan sejak sekolah di SMA. Kala itu Karno kelas III dan Isni kelas I. Rupanya cinta keduanya terus bersemi, meski tidak lagi satu sekolah. Tamat kuliah Karno pun menikahi Isni dan kini punya dua momongan.

Dulu Isni terpikat Karno karena kegantengannya. Padahal kegantengan, kesantunan dan keseimanan, bukan jaminan rumahtangga akan bahagia. Dan ini terbukti. Sebab ketika anaknya sudah dua, diam-diam Karno justru terpikat pada Suryati yang kini jadi TKW. Sebagai istri Isni mencoba sabar menghadapi ulah Karno yang sok kegantengan.

Selepas Suryati, eeeh kini Karno ganti terpikat Rini, 22, janda muda tetangganya. Setiap melihat perempuan itu pulang belanja dari warung, otak Karno jadi ngeres ke mana-mana.

Rini memang lebih cantik, lebih muda lagi. Bodinya seksi, bakpao kembarnya sangat menggoda. Dia ingin pula mencicipi, boleh yang isi daging boleh pula yang isi kacang ijo. Tapi apa kira-kira bisa ? Bukankah Rini adalah mantan istri tetangga sendiri ? Bagaimana jika sampai ketahuan ? Nama harum Karno akan hilang seketika.

“Gampang, tinggal minta dibagi pengharum ruangan seharga Rp 350 juta ke DPRD DKI,” kata setan memberi semangat.

Ternyata kegantengan Karno masih paten dan masih diterima pasar. Terbukti Rini mendapat senyuman suami tetangga itu menjadi klepeg-klepeg dibuatnya. Maka Karno pun yakin, perempuan model begini satu putaran juga kena, meski tanpa memainkan isyu SARA.

Tidak salah prediksi Karno. Terbukti ketika diajak jalan keluar rumah Rini tanpa pikir panjang menyetujui. Dicarilah sebuah hotel, dan mereka pun berkoalisi non 2019 dan dilanjutkan dengan “eksekusi”. Ikan hias mantan istri tetangga itu pun benar-benar telah digorengnya mirip tahu bulat Rp 500,-an. Rini merem melek, Karno merem-merem sangat menikmati.

Tapi lama-lama Karno bermain ceroboh. Chek in hotel kan perlu biaya, mau ke Alexis Jakarta juga sudah ditutup. Ya sudahlah, di kamar pribadi sendiri sajalah. Yang penting istri pas tidak di rumah. Dan ternyata Rini juga tidak merasa risih, sehingga keduanya kembali menuntaskan birahi bak suami istri.

Di sinilah skandal seks antar-tetangga terbongkar, gara-gara ditemukan peniti di kamar ternyata milik Rini. Buat apa peniti tetangga sampai keluyuran ke kamar orang, memangnya mau nyaingi tiang listrik di Permata Hijau, yang bisa menghentikan langkah seorang koruptor ? Pasti Rini yang masuk ke kamar pribadi, tapi dalam rangka apa?

Bak penyidik KPK, Karno diperiksa istri sendiri tanpa sempat minta surat izin presiden dulu. Suami nan ganteng itu mengaku bahwa baru saja bobok bersama Rini. Tak mau ribut-ribut urusan selangkangan lagi, Isni langsung ambil keputusan menggugat cerai suami ke Pengadilan Agama Wonosari.

“Cukup sudah pengkhianatan Karno, dulu dengan Suryati saya kalahin. Sekarang dengan Rini, oh no way,” keluh Isni.

Ini gara-gara Rini mengacu sistem jemput “bolanya” Karno.

Gaib Wisnu Prasetya


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE