(OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai " />
  • Rabu, 17 Januari 2018
  • LOGIN
  • Berlangganan Berita Terbaru invite BBM DCA2ADE9/ DD30B86C/ WA. 081904213283. Infogunungkidul, menerima tulisan/ berita opini dari pembaca sesuai dengan kaidah dan kode etik jurnalistik, tidak mengandung unsur sentimen SARA dan Provokatif terhadap kelompok tertentu. Kirimkan opini ke email: redaksi@infogunungkidul.com - "HYPNO THERAPY" Mengobati berbagai macam penyakit. Buka praktek hari: Rabu & Sabtu Jam: 08.00-16.00 Alamat praktek: Jl. Kyai Legi Kepek Wonosari Gunungkidul. Konsultasi & Pendaftaran hub. Lucy 08997722517.

Mantu Tak Tahu Diuntung, Manjakan Syahwat Akhirnya Ditundung

Mantu Tak Tahu Diuntung, Manjakan Syahwat Akhirnya Ditundung


Infogunungkidul, Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Jadi menantu orang Betawi itu enak, sering dimanjakan mertua. Tapi Giyatno, 35, memang benar-benar tak tahu diuntung. Ngojek saja dimodali mertua, eh malah dibuat gendakan sampai motornya digondol penipu cantik. Sudah gitu, terbongkar pula skandalnya ngeloni adik ipar. Saking gondoknya Bang Sueb, 57, Giyatno pun diusir dan anaknya dipaksa cerai.

Orang Betawi kebanyakan sangat sayang sama anak menantunya. Mereka siap nombok demi kebahagiaan anak-anaknya. Kalau dalam kisah perwayangan, itu sikap Begawan Bagaspati, rela mengorbankan nyawa sendiri asal Pujiwati putrinya dan Narasoma menantunya hidup bahagia. Bahkan ajian dan kesaktiannya diberikan pula pada sang menantu, karena saking sayangnya. Jadilah Narasoma yang kemudian bergelar Prabu Salya memiliki kesaktian tak tertandingi.

Giyatno berasal dari Karangmojo, Gunungkidul merantau ke Jakarta nyaris hanya bermodal tit…….. eh burung belaka. Dan karena ijazahnya hanya SMA, kesempatan berkarier hanya dari satu pabrik ke pabrik lain, bagian produksi pula. Dengan gaji kecil sesuai UMP meski sudah rajin ikut demo, penghasilannya tak menjanjikan pula. Walhasil ketika sudah punya istri dia terpaksa tinggal di kompleks Wisma Mertua Permai yang bebas cicilan. Giyatno belum punya rumah sendiri. Dan memang tak berkeinginan memiliki rumah sendiri.

Mimin, 27, istrinya memang putri orang Betawi tulen. Bang Sueb selaku mertua sangat sayang pada menantunya ini. Di samping Giyatno ini sangat santun dan seiman tentunya, juga mampu melayani segala hobi kegemaran Bang Sueb, mulai dari main catur, adu jago, hingga pelihara burung.

Dan mengapa Giyatno lebih nyaman tinggal di Wisma Mertua Permai ? Karena di sini dia punya mainan baru. Diam-diam dia sebetulnya naksir adik iparnya, Siti, 23, yang juga masih ikut orangtuanya ketika dalam status janda. Melihat janda cantik nganggur, ukuran celana Giyatno langsung berubah. Dia pengin sekali bisa mencicipi tubuh mulus adik iparnya itu.

“Dibanding istrimu, ya jauh Mas Brow. Siti bodinya masih full kaleng bebas dempul, kilometer rendah, jarang pakai pula,” kata setan yang agaknya pernah bisnis mobil bekas.

Sebagai ipar, Giyatno memang jago lobi perempuan. Karena menang medan dan pengalaman, dia demikian mudah mempresentasikan gejolak cintanya. Dan karena Siti sesungguhnya juga sangat kesepian pasca suaminya tewas lakalantas, akhirnya dia hanya bisa bertekuk lutut dan berbuka paha menghadapi serangan kakak ipar yang bertubi-tubi itu. Karena lagi-lagi medannya sangat mendukung, tinggal di rumah mertua Giyatno bagaikan punya bini dua saja. Bosen pada kakaknya, menggilir adiknya. Begitu pula sebaliknya.

Malang tak bisa ditolak, untung tak bisa diraih; tahu-tahu Giyatno terkena PHK dari pabrik tempatnya bekerja. Kasihan sekali Bang Sueb pada mantunya. Pesangon yang tak seberapa itu ditambahi beberapa juta, sehingga bisa dibuat beli motor untuk ngojek. Lumayanlah, ketimbang di rumah jadi penganut aliran kebatinan, karena memberi nafkah batin melulu pada istrinya kan.

Dengan profesi baru sebagai Opang (ojek pangkalan), Giyatno bisa bawa pulang uang untuk mengasapi dapur di rumah. Urusan menggilir istri dan ipar juga bisa jalan terus.

Belum lama ini malam-malam ada cewek cantik yang minta diantar ke Pasar Rebo. Setelah ongkos disepakati, cewek cantik itu ngetapel di boncengan motor Honda Vario Giyatno.

Di Pasar Rebo, ternyata yang didatangi tidak ada di rumah si cewek minta diantar ke penginapan. Sampi di penginapan, Giyatno diajak masuk kamar dengan alasan membawakan barang bawaan penumpang.

Sampai dalam kamar tahu-tahu urusannya hanya bukan hanya mengantar saja, bahkan si cewek cantik itu menawari untuk “kencing enak” di malam itu. Sebagai anak muda normal di jaman milenial now sekarang ini, ajakan itu langsung saja dilayani.

Tanpa pikir panjang keduanya lantas bergelut antara hidup dan mati dalam keadaan bugil. Usai bertempur satu ronde, Giyatno pingsan. Siuman sudah di pagi hari, sementara sepeda motornya sudah raib entah ke mana. Kepada petugas hotel dia cerita sambil malu-malu bahwa semalam kencan dengan penumpangnya. Tapi setelah puas minum “Indomilk” syedap, tahu-tahu dia pingsan tak tahu lor-kidul.

Rupanya Giyatno terperangkap dan menjadi korban perempuan cantik tukang bius. Bang Sueb demi mendengar cerita pengantar Giyatno ke rumah, jadi kecewa berat. Soal motor yang hilang tak jadi masalah. Tapi pengkianatan cinta terhadap Mimin putrinya, sungguh tak terampunkan.

Apalagi mendengar pengakuan bla bla bla dari Siti yang ditundes Mimin lantaran curiga suaminya ada main dengan adiknya. Mimin dan Siti bentrok lantaran ada bukti Giyatno selingkuh dengan ipar.

Dengan terus terang Siti mengaku cinta mati sama Giyatno dan siap dimadu dengan kakaknya. Amarah Bang Sueb sontak melonjak ke ubun-ubun hari itu juga Giyatno ditundung (diusir) dari rumah dan Mimin dipaksa cerai dengan si mantu yang tak tahu diuntung itu. Siti pun tak direstui jika ingin menikah dengan Giyatno.

“Ini anak, itu juga anak, bagaimana saya nggak pusing.” keluh Bang Sueb.

Karena sudah dideportasi oleh mertuanya, Giyatno ngebelangsak deh, terpaksa pulang kampung sambil kemulan sarung.

Gaib Wisnu Prasetya

INFO BISNIS

1. AHASS 693 WONOSARI HONDA SERVICE

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari Telp. (0274) 392266, HP. 087838272255

Melayani : Servis Gratis, Servis Ringan, Servis Berat, Press Porok, Press Body, Penjualan Spare Part Lengkap, Pemesanan Sparepart, Booking Servis dan Layanan Servis Antar Jemput. PROMO JANUARI !!! Service lengkap berhadiah Plas Chamois/Discount 15% Syarat ketentuan berlaku (Selama persediaan masih ada)

2. ESTETHIC SALON & BODY SPA

Jln. KH Agus Salim 113 Ledoksari Wonosari HP.081802711531, WA.081227706969

Melayani : Perawatan Rambut, Perawatan Badan (Free Totok Wajah) Khusus Wanita, Perawatan Wajah (Standar Skincare Tarif Pelajar),Konsultasi Kulit dan Healthy, Pengencangan Wajah, Tiruskan dan Rampingkan Pipi, Wajah, Leher, Menghilangkan Kantung Mata Tanpa Operasi

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE