• Jumat, 20 Juli 2018
  • LOGIN
TIGA INTELEKTUAL TEGA BERBOHONG

TIGA INTELEKTUAL TEGA BERBOHONG

Infogunungkidul, Kamis Wage-Setelah sebelumnya Indonesia dibuat kecewa oleh kebohongan Dwi Hartanto “The Next Habibie” dan Dr Taruna Ikrar, Indonesia lagi-lagi dibuat kecewa dengan munculnya “Dwi Hartanto” baru, yaitu HDS atau bisa dipanggil Krimi. Sebenarnya apa yang ada dipikiran para akademisi ini, sehingga tega membohongi Indonesia?

Melalui surat resmi yang dipublikasikan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Delft, Dwi Hartanto akhirnya mengakui berbagai klaimnya merupakan kebohongan. Dwi Hartanto merilis surat klarifikasi dan pernyataan maaf di atas materai Rp 6.000 secara resmi pada 07 Oktober 2017 yang lalu. Ia mengakui ketidakbenaran informasi tentangnya selama ini, baik mengenai pendidikan, riset, prestasi, dan hasil karyanya. (Sumber: mediaindonesia.com)

Atas berbagai pertimbangan, akhirnya Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag pun kemudian mencabut penghargaan yang telah diberikan kepada Dwi.

Kemudian ada kasus lainnya yaitu kasus Dr Taruna Ikrar, yang mengklaim tentang nominasi nobel serta jabatannya sebagai dekan di Pacific Health University dan Presiden Bioblast Discovery.University of California (tempat Taruna Ikrar pernah bekerja) kemudian membuat penyataan resmi bahwa Dr. Ikrar tidak pernah dinominasikan nobel. Pada Senin (20/11/2017) melalui pesan singkat, Dr. Taruna Ikrar memberikan penjelasannya kepada kompas.com.

Baru-baru ini muncul Krimi, mahasiswa yang di DO dari UI namun kemudian diketahui diterima di program S1 International & Strategic Studies (Political Economy), Fakulti Sastera dan Ilmu Sosial, Universiti of Malaya, tahun 2014, dengan cara memalsukan transkrip nilainya. (Sumber: kumparan.com).

Masih belum cukup Indonesia dibuat kecewa dengan ulah beberapa intelektualnya, Kemenristekdikti bahkan melaporkan, hingga 2015, tercatat ada 243 kampus yang dinonaktifkan dan harus dibina karena kasus jual beli ijazah. (Sumber: beritasatu.com). Kampus abal-abal ini pada praktiknya hanya melakukan praktik jual beli ijazah, tanpa ada aktivitas perkuliahan. Berita ini tentunya sangat mengejutkan dan mengecewakan.

Kampus, yang dianggap sebagai tempat “suci” untuk menimba ilmu yang penuh intelektual, akademisi & ilmuwan-ilmuwan, tercemar gara-gara ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab. Dari sekian juta penduduk di Indonesia yang menimba ilmu di sekian ribu perguruan tinggi yang ada di Indonesia, mungkin hanya beberapa orang yang sebenarnya melakukan kecurangan dan kebohongan. Mungkin hanya satu kebohongan yang dibuat, diantara seratus prestasi lainnya. Namun imbasnya sungguh luar biasa. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.

Hal ini mencerminkan kualitas pendidikan di Indonesia yang masih harus terus diperbaiki. Jangan sampai Indonesia kecolongan dan dikecewakan lagi. Jangan kemudian membabi buta tidak percaya kepada Dwi Hartanto, Dr Taruna Ikrar, dan Krimi serta para intelektual lainnya karena ke-khilafannya saat ini. Mungkin saja setelah ini mereka akan benar-benar berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Kita tunggu saja.

Penulis: Devi Erhma


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE