• Senin, 24 September 2018
  • LOGIN
Waspadai Penyebaran Virus Leptospirosis Pasca Bencana Banjir

Waspadai Penyebaran Virus Leptospirosis Pasca Bencana Banjir

Infogunungkidul, WONOSARI, Sabtu Legi-Dampak bencana yang melanda Gunungkidul, pasca banjir masyarakat diminta waspada lantaran bisa dimungkinkan terjadi penyebaran Virus Leptospirosis.

Seperti yang dikatakan oleh Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Zoonensis, Dinas Kesehatan Gunungkidul Yudo Hendratmo, melalui ponselnya, Sabtu, (02/12).
"Penyebaran Leptospirosis perlu diwaspadai pasca bencana banjir dan tanah longsor di Gunungkidul," ujarnya.
Dianjurkan, tempat yang terdampak banjir, Khususnya tempat tinggal untuk ngepel lantai dengan mengunakan byclean.
"Itu sudah bisa membunuh bakteri patogen seperti lepto dan tetanus," sarannya.
Lebih lanjut, ia juga menyarankan, apabila diduga terkena virus Leptospirosis, sudah mulai terasa sakit segera periksa ke fasilitas layanan kesehatan dari pemerintah.
" Agar bisa segera ditindaklanjuti, sesuai Surat Edaran Bupati Gunungkidul bahwa selama masa tanggap darurat bencana, layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana, gratis atau ditanggung Pemda Gunungkidul," terangnya, tanpa menyebut nomor SK.
Yudo menambahkan bahwa masa inkubasi lepto 7-10 hari bahkan lebih, demam berdarah (DBD) 3-7 hari, dan tetanus 7- 14 hari.
 
"Jadi kewaspadaan dan surveilance terhadap hal itu bisa dihitung sejak hari H dan selama masih ada efek banjir,"pungkasnya.
 
Reporter: W. Joko Narendro.


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE