• Jumat, 19 Oktober 2018
  • LOGIN
SRI SULTAN HB X BERBISIK, HATI-HATI MENDUNG PUTIH

SRI SULTAN HB X BERBISIK, HATI-HATI MENDUNG PUTIH

Infogunungkidul,  WONOSARI, Rabu Kliwon, - Sri Sultan HB X dalam kapasitasnya sebagai Gubernur DIY, (28/11) mengluarkan SK Nomor 251/KEP/2017. Selama 4 bulan lebih, sejak SK diterbitkan hingga Maret 2018, DIY dinyatakan sebagai Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Kencang.

Sebagian warga Gunungkidul bilang, mendung putih gerjih. Artinya, sesuatu lumrah terjadi, setiap hadir mendung putih, dipastikan  hujan turun secara berlarut. Durasinya bisa sehari semalam bahkan lebih.

Mendung putih, menurut daur pranata mangsa terjadi pada putaran Rendheng berbarengan dengan mangsa Kepitu. Dalam hal ini masyarakat Jawa Tengah dan DIY mengenal istilah Gerjihan Kepitu.

Berikutnya berulang, gerjihan dengan curah yang relatif deras turun di mangsa Kesanga dibarengi petir bersahutan. Hujan sangat deras tetapi tidak berlarut. Warna mendung tidak lagi putih melainkan hitam.

Spesifik tahun 2017, mendung putih hadir pada putaran Labuh berbarengan dengan mangsa Kanem. Hal ini jarang terjadi. Hujan berlarut hampi tujuh hari tujuh malam.

Masyarakat melihat, bahkan merekam, mendung putih itu menutup segenap langit. Matahari praktis jarang terlihat. Grejihan  yang biasanya terjadi dua kali, tahun 2017 dipastikan terjadi  tiga kali.

“Pertama, gerjihan mangsa Kanem (antara 9 November – 22 Desember), Kapitu (23 Desember - 3 Februari) serta gerjihan Kesanga (antara 2 sampai 25 Maret),” tulis Daldjuni pada artikel Penyelamatan Penanggalan Jawa 1985.

SK Nomor 251/KEP/2017 yang diterbitkan Gubernur DIY tanggal (28/11) menjadi sangat relevan. Setidaknya seperti berbisik, bahwa masyarakat DIY harus super hati-hati dalam merespon berbagai kemungkinan perubahan alam.

Penulis: Bambang Wahyu Widayad


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE