Brondong Lepas, Suami Gugat Cerai
  • Senin, 20 Agustus 2018
  • LOGIN
Brondong Lepas, Suami Gugat Cerai

Brondong Lepas, Suami Gugat Cerai

Infogunungkidul, Ono-Ono Wae (OOW) adalah rubrik khas, disajikan dengan gaya berbeda, unik, nyleneh dan kocak. Dikutip dari berbagai sumber. Tokoh dalam cerita bukan nama sebenarnya.

Cara mengatur strategi percintaan ala Asni, 32, memang sangat amatiran bahkan kedodoran. Cowok Narno 27, yang coba digaetnya malah tertarik pada sahabatnya, Dinda, 25. Keduanya pun sampai kencan di hotel segala. Asni marah besar, tapi Dinda justru mengadu ke suaminya. 

Klimaksnya, Asni diceraikan, sehingga janda muda itu bernasib malang. Narno tak jatuh di pelukan, suami kadung menceraikan. Alamat jadi Jamal (Jablai Malang) nasib si Asni.

Perempuan gatelan di setiap komplek, rupanya sering ada juga. Meski sudah punya suami, tapi karena dianggap kurang maknyusss, dia terpikat pada pemuda tetangganya, yang katanya “nendang banget”. Aji pengeyelan pun diterapkan, tapi justru cowok incaran itu lengket kepada mak comblangnya. Itu kan sama saja sana “gigit-gigitan” sini malah gigit jari.

Maunya setiap istri, suami itu berbanding lurus dalam urusan materil dan onderdil. Dengan kata lain: kuat di benggol, juga kuat dalam urusan bonggol. Tapi tak semua orang bisa begitu. Justru yang kebanyakan, hanya kuat di onderdil, sangat lemah di materil. Baru tanggal 15 sudah pucet dan loyo karena gajinya semakin nipis.

Ny. Asni yang tinggal di Saptosari, rupanya memang wanita yang tak pandai bersyukur di muka bumi. Suami bekerja mapan, tapi orangnya lugu, tidak mau macem-macem. Tetangga sibuk nge-WA karena punya HP canggih, Diman 35, masih setia pakai HP Nokia 3310 yang sudah layak masuk museum. Cara berpakaian juga sederhana saja, tidak neko-neko. Misalnya baju warna ini, harus dikombinasi dengan celana warna itu. Bagi Diman, warna apapun toh bayangannya sama saja: hitam!

Diman dalam keseharian memang bersahaja. Namun dia kuat dalam urusan materil, hingga karena sibuk berburu rejeki siang malam, dia selalu menderita letih, yang kemudian berujung ke lesu dan loyo. Walhasil dia tak bisa menunaikan tugas suami secara normal. Jika dipaksakan, akhirnya hanyalah: kodok kalung kupat, awak boyok sing ra kuwat!

Ketika masih pengantin baru, kehidupan ranjang Diman-Asni normal-normal saja. Tapi setelah karier Diman semakin menanjak, kerjanya jadi tak mengenal waktu. Pukul 22.00 malam baru tiba di rumah. Nanti pukul 05.00 pagi harus sudah siap-siap lagi berangkat mengais rezeki ke pasar. Pokoknya seperti slogan Presiden Jokowi: kerja, kerja, kerja…..tapi bini sendiri jarang dikerjain.

Awalnya Asni memang kasihan dengan semangat suami mencari rejeki demi keluarga. Ketika dia pengin sedang suami sudah tidur pules, tak tega untuk membangunkannya. Tapi kok hal itu kemudian menjadi rutinitas. Asal Asni mengajak, Diman selalu beralasan capek. Apa suami penderita “julkeple” (baca: impoten)?

Sementara itu, pemuda tetangga bernama Narno, selalu tampil sangat kekinian. Dia pemerhati mode. Sepatu yang runcing bagian depan, ke mana-mana pakai celana jeans, kaos T-Shirt. Sebagai pemuda “jaman now”, ngomongnya selaku keminggris-inggrisan. Mau libur panjang dibilang week end, mau bilang buka saja pilih kata: open. Mengerti Narno menyebutnya understand, padahal kata itu mestinya berarti: under = dibawah, stand =berdiri . Jika diartikan bahasa Jawa mestinya : berdiri yang di bawah.

Pendek kata Asni jadi terpikat pada Narno yang trendi, sayangnya si cowok sama sekali tidak tertarik. Asni pun kemudian menggunakan mak comblang, Dinda tetangga sendiri yang selama ini cukup akrab dengan Narno. Pernah sekali waktu anak muda itu dilobi bersama-sama, tapi hasilnya justru Narno justru tertarik pada Dinda yang jelas-jelas masih single.

Narno memang tidak bodoh, secara kualitas Asni dibanding Dinda jelas kalah kelas. Asni milik orang, Dinda masih berstatus gadis. Disisi lain, bodi Dinda lebih memancing rasa menggamit selera dibandingkan perawakan Asni yang pendek gemuk implek-implek kaya bakpao. Tak mau tanggung resiko digebuki Diman, maka Narno lebih nyaman jalan sama Dinda yang menawan.

Sekali waktu Narno berhasil diajak jalan-jalan dan masuk hotel. Di sana koalisi itu dilanjutkan dengan eksekusi. Diam-diam aksi itu difoto sama Dinda dan foto jalan-jalan hingga di hotel itu kemudian ditunjukkan kepada Asni. Tentu saja Asni marah besar. Wong dijadikan mak comblang, kok malah sasaran tembak itu malah ditembak sendiri.

“Kok kayak Begawan Wisrawa saja kamu. Disuruh nglamar putri, malah dikawini sendiri.” Maki Asni merepet-repet dengan muka meradang.

Asni-Dinda yang selama ini akrab, mendadak memutuskan hubungan diplomatik. Tak pernah bertegur sapa, tak pernah jalan bareng. Bahkan bila ada acara yang kemungkinan akan menyebabkan keduanya bertemu, Asni memilih absen alias tidak hadir.

Dinda sungguh tidak nyaman dengan cara ini, sehingga dia kemudian malah mengadu kepada Diman suami Asni. Tentu saja suami lugu itu marah besar, bagaimana mungkin sudah ada suami kok masih ngejar-ngejar brondong.

 “Kalau kamu ngidam popcorn, bilang saja, nanti saya belikan satu kuintal.” Kata Diman saking kesalnya.

Asni mengakui kesalahannya, dan minta maaf. Tapi bagi Diman, maaf sih maaf, tapi proses hukum harus jalan terus. Masak suami kerja banting tulang di pasar, istri kok malah mau kejar-kejar lanangan lain. Itukan kurangajar namanya. Maka Asni pun diajak ke Pengadilan Agama, untuk gugatan perceraian. Bila putusan jatuh, nantinya Asni akan jadi Janda Malang, sana lepas, sini tidak dapat.

“Apes, tahu gitu nggak coba-coba berpaling ke lain hati,” gerutu Asni.

Kalau Asni tinggal di Malang, Jawa Timur, namanya tentu berubah jadi Jablai Malang.

Gaip Wisnu Prasetya_ig


BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE