• Senin, 16 Juli 2018
  • LOGIN
MENGANGGAP CUACA ITU EKSTRIM, MANUSIA TELAH BERFIKIR TERLALU EKSTRIM

MENGANGGAP CUACA ITU EKSTRIM, MANUSIA TELAH BERFIKIR TERLALU EKSTRIM

Infogunungkidul, WONOSARI, Jumat Pahing, -  Ilmu pengetahuan berkembang begitu pesat. Terkait dengan iklim, manusia modern memunculkan istilah cuaca ekstrim. Pertanyaan sederhana boleh diajukan, benarkah cuaca itu ekstrim.

Dikutip dari BPBD Provisi DKI, cuaca ekstrim adalah fenomena meteorologi yang ekstrimkhususnya cuaca yang mempunyai potensi menimbulkan bencana, menghancurkan tatanan kehidupan sosial, atau yang menimbulkan korban jiwa.

Pertnyataan di atas terdapat dua frasa/kelompok kata, sebagai kata kuci yaitu, cuaca ekstrim dan menimbulkan bencana.

Jagat raya ini dan seluruh isinya bergerak dalam siklus keseimbangan. Setiap detail gerakan oleh sebab itu sesungguhnya tidak bisa dikatakan sebagai ekstrim.

Bumi, geni, banyu, angin, juga tetumbuhan, bergerak sesuai alur masing-masing. Mereka bukan obyek, melainkan subyek.

Satu aksioma sulit dibantah, Alloh adalah Tuhan, tempat segala sesuatu bergantung.

Formulasi kalimat di atas menunjukkan, bahwa tidak satupun yang tercipta di dunia ini terlepas dari-Nya.

Menyatakan cuaca ekstrim sama dengan mengatatan Tuhan itu ekstrim. Ternyata manusia telah memilih untuk  berfikir secara sangat ekstrim, tetapi mereka tidak menyadarinya.

Mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita yang bangga dengan dosa-dosa adalah sepotong syair yang sangat ekstrim. Ini sama eksrimnya dengan BMKG yang menyebarkan istilah, cuaca ekstrim.

Tuhan tidak pernah bosan menyaksikan seluruh ciptaanNya, karena Tuhan tidak punya sifat seperti itu.

Manusia acab melakukan penyimpangan. Mereka membabat hutan secara membabi-buta, akibatnya jagat raya ini terpengaruh, dan Tuhan hanya menunjukkan banjir sebagai konsekuensi dari perbutan manusia.

Cuaca tidak pernah, dan tidak ada yang ekstrim. Sebaliknya, yang ekstrim adalah pikiran dan perbuatan manusia.  

Penulis: Bambang Wahyu Widayatdi_ig


SUPPORTED BY :
INFO GUNUNGKIDUL BISNIS
TANAH DIJUAL


● Tanah pekarangan
Luas tanah : 1002 M2
Luas Bangunan (Rumah ) : 1002 m2
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik.
Harga 1,3 jt/m2

● Tanah Pekarangan
Luas tanah : 94 m2, Lebar 7m X13,5 m
Lokasi : Payak Wetan, Srimulyo, Piyungan Bantul (masuk dari Jl. Jogja wonosari 30 m, lebar depan 34 m, mobil/ truk masuk, dari Balai Desa Srimulyo 100 m)
Sertifikat Hak Milik
Harga 155 jt

TLP/WA : 0813-2747-5010

BACA JUGA
  1. Isi komentar di luar tanggung jawab infogunungkidul.com
  2. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE